December 31, 2009

Counting Down on New Year's Eve

0 Comments
ten..

I just remember what happened last new year's eve, a year before, and two years before. I remembered having such a great time with some "bodoric" friends, playing very "cupuic" fire works, and having a rustic bbq. We did it three years in a row that it almost became a routine. We may not have some extravagant fire works, or eating luxurious foods in a gala dinner, but it does not matter, it was still tons of fun. A late night chat, while playing slap-the-cards, at some small and cheap bungalow or a friend's house.

nine..

I was never a fool, until the day I met you. You made life so easy, and for a while that's the way I see. I never believe in fairy tale. Any Sleeping Beauty, Cinderella, or Rapunzel. For me ,the story just fail to bring any miracle. Somehow you came along, and I thought maybe we belong. Apparently you've just proven me right, that there's no such story as snow white.

eight..

Remember those days, when your days are just suffocating. I always said, that when you're down, just run for nature. And that's what I did, I travel. I may not find more friends for life, but at least I met other people that pretty much clears away my blue. And most of all, when you are out there, somewhere at nowhere land. Where the sky scrapers do not block your sight to see the bright sky, the sunrise and the sunset. You can just look away, see the beauty, and you don't care that you're alone in the middle of the crowd. Because you're not lonely..

seven..

So it's been six months since my last birthday. Six more months till my next. And I'll be 25 then.

six..

Chasing for your dream, hopes, or lovers are fine. But you just have to remember that not all things are worth the extra miles you are willing to take. That special something or someone might be everything to you, but you may not be everything to it. So, when you are giving it all, and it does not turn out the way you want it to be, you just have to let it go.

five..

I'm afraid of the future. I'm afraid it may not turn out the way I want it to be

four..


If I could freeze time, I'll live for this moment. Although it may not be the best moment, but at least I know that right at this second I'm okay.

three..

Tuhanku Ku ingin bercerita, Ku tunduk bersujud, Ku mulai berdoa
Lelahnya jiwaku, Beratnya langkahku
Tuhanku, Ku rindu tawaku yang dulu. Kejujuran kebenaran yang dulu ku tahu. Ke mana semua, Sejauh itukah. Ku sesal sudah
Peluklah semua tanyaku. Jawablah dengan cara Mu
Tuhanku, Ku ingin berkelana. Kembali mencari jalan ke rumah. Bukan di sini tempat ku. Bukan mereka yang ku cinta.
Hari ini ku mengenali arti keberanian yang menerbangkanku di atas semua derita.
Dan apa kabarnya
Usai semua sandiwara. Cukup ku berpura pura. Sejujurnya, hanya dia yang ku cinta. Ke hatinya aku ingin pulang

two..

Kadang memang, kita ingin merengkuh dunia, walau hanya memiliki dua tangan kecil.. yang hanya sanggup menggapai langit-langit ruangan sesak.

one..

I am watching the big fireworks from the porch of my hotel room. Happy new year all!! May the year 2010 be filled with joy, happiness, and success..

December 26, 2009

Baca Doa Ini

0 Comments
sebelum tidur dan ketika baru bangun tidur. dijamin manjurr..
*a good laugh is always good to start and end your day..*

Ya Tuhan,
kalau dia memang jodohku,dekatkanlah .
Tapi kalau bukan jodohku, jodohkanlah.
Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami jodoh.
Kalau dia bukan jodohku,jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku.

Ya Tuhan,
kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku, jangan sampai dia dapet
jodoh yang lain,
biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku.
Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh, jodohkanlah kami kembali.

Ya Tuhan,
kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah dan Jodohkanlah denganku.
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain, biar orang lain itu
ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian Jodohkan kembali dia dengan ku ...
Amin...

December 25, 2009

Teman

0 Comments
Note: Bacaan favorit saya di Koran Kompas Minggu selain komik strip Benny&Mice serta Timun mungkin adalah kolom parodi oleh Samuel Mulia. Kenapa? Karena apa yang dia tulis buat saya sangat menggelitik. Topik yang dibahas tidak berat, cukup tentang gaya hidup serta day-to-day activities, tapi dengan cara pembahasan yang semau gue dan jujur. Terus terang saja, setiap kali habis baca kolom Samuel Mulia, saya langsung mengangguk-ngangguk sambil membatin “iya juga ya.. bener banget nih..” *baik itu pembenaran karena saya dengan bodohnya juga melakukan hal yang dikritisi penulis maupun sekedar menyetujui pendapat penulis*. Sejujurnya niy, kalo bisa saya pengen buat kliping tulisan2nya Mas Samuel ini. Lumayan buat dibaca-baca lagi suatu hari nanti..

Excerpt from Teman. Samuel Mulia’s column Kompas, 20122009
Berhitung
Pernah saya bertanya kepada diri sendiri soal pertemanan. Kalau saya seorang teman, apakah saya punya kewajiban tak tertulis harus ini dan itu? Kalau saya berteman, apakah artinya harus memberi tahu seluruh kegiatan saya kepada mereka? Dan kalau saya tak memberi tahu dan kemudian mereka naik pitam, bukankah itu hak saya sebagai teman untuk tidak berbagi semua aktivitas saya?
Kalau membuat pesta apakah saya wajib mengundang teman-teman dekat bukan sahabat, supaya mereka tak tersinggung? Bagaimana kalau sesekali waktu saya ingin keluar dari pertemanan dua puluh empat jam itu tanpa menyinggung mereka? Apakah akhirnya yang dimaksud saya sebagai makhluk social adalah mengeliminir kehidupan pribadi?
Sekarang saya tahu mengapa saya bukan teman yang baik: saya tak mampu melakukan kewajiban serta menanggung risiko dan tuntutan pertemanan itu, dari manusia yang berharap banyak kepada saya. Sama seperti mengapa saya mau mencintai dan dicintai, tetapi tak suka risiko mencintai dan dicintai. Saya tak suka keribetannya dalam berhubungan. Belum memikirkan mood pasangan yang naik-turun.
Sama seperti mood teman-teman saya yang naik-turun. Contoh kecil saja. Ada teman yang baik, tetapi kalau bertemu di pesta tiba-tiba menjadi makhluk berbeda, menjaga jarak, seperti baru berkenalan lima hari lalu. Itu membingungkan, itu memainkan emosi, dan itu menyebalkan. Nah, itu yang tak bisa saya tanggung, tak sanggup tepatnya. Dan saya dihakimi karena ketidakmampuan saya, karena ketidakmauan berisiko.
Saya mulai mikir, ternyata jadi teman lebih berat ketimbang ujian UMPTN. Semua terkait emosi, perasaan, bukan logika. Kalaupun logika, sedikit sekali digunakan. Sampai pernah sekali waktu saya berpikir mending enggak punya teman. Banyak kewajiban tak bisa saya penuhi, yang bisa mengecewakan mereka. Karena seperti semua hal di dunia, bukan hanya karena senang melakukan, tetapi apakah mampu dilakukan. Senang dan mampu itu berbeda seperti laki dan perempuan.
Jadi, apakah berteman sama dengan berhitung? Sana kasih lima, sini wajib kasih lima? Bagaimana kalau saya hanya mampu memberi tiga, karena bukan saya tak mau, tetapi saya tak mampu? Nurani saya bilang begini, “Itulah kenapa kamu disebut egois. Bersyukurlah ada yang mau berteman dengan kamu. Mereka itu selalu mau menerima kalau lo bisanya cuma kasih tiga atau malah kurang dari itu..”

Waktu pertama baca kolom ini, saya rasanya ingin menjitak habis-habisan si penulis. Rasanya pengen teriak, ya ampun mas.. egois banget siy. Hehehe.. mungkin sekaligus pelampiasan emosi, karena well.. terus terang saya merasa saya dikelilingi oleh orang-orang macemnya Mas Samuel ini. Yang calling saya cuma kalo ada butuh doang lah, yang ngajak jalan karena butuh tebengan lah, yang nanyain kabar terus ujung2nya minjem duit lah, oh..ada satu lagi.. yang nyapa saya cuma buat ngorek2 informasi.. *maklum..saya memang orang yang cukup berpengetahuan..haha..*. intinya orang-orang yang begitu udah dapet maunya langsung lupa blassss.
Tapi setelah baca lebih lanjut, ternyata saya cukup identik dengan si penulis namun dari sisi yang berbeda. Kalau dia males punya teman karena takut banyak kewajiban gak bisa dia penuhi, kalau saya males punya teman karena mereka belum tentu bisa memenuhi tuntutan kewajiban dari saya. Hehehe.. iya.. pertemanan memang masalah emosi, masalah perasaan, dan saya akhirnya *setelah terjatuh dan terbangun* memilih untuk tidak memakai perasaan ketika berteman. Cukup tau aja, kalau kita cuma temen haha-hehe.. saya tidak berharap banyak sama kamu, oleh karena itu saya tidak perlu selalu ada untuk kamu. Mm..kalo kata orang bulenya mungkin Friends With Benefits, no benefits then we’re no friends.

Kilas Parodi: Kalau Mau Jadi Teman, Bukan Jadi Sahabat
By Samuel Mulia

  • Kalau seperti saya yang berteman saja sudah membuat kewalahan, jangan berani-berani berkomitmen menjadi sahabat. Teman dan sahabat bedanya seperti musim panas dan musim dingin…
  • Huh? Komitmen? Memang ada komitmen kalau jadi sahabat? Ini jawaban nurani saya, “Yaa,,, iyalah,,,” kalau Anda tak setuju, gak papa juga. Nurani anda dan saya beda. Nurani orang egois dan yang tidak, itu beda!
  • Saya yakinkan Anda tak akan penah jadi teman yang baik selamanya. Jadi, jangan coba-coba jadi teman sempurna. Sempurna itu tidak ada. Akan datang masanya kebaikan Anda akan dilupakan karena kesalahan yang Anda buat. Maka, percayalah pada peribahasa, karena nila setitik rusak susu sebelanga.Tetapi saya membaca kutipan dari penulis Amerika seperti ini: You can kiss you family and friends good bye and put miles between you, but at the same time you carry them with you in your heart, your mind, your stomach, because you do not just live in a world but a world lives in you (Frederick Buechner).
  • Siapkan diri sebelum mulut mengatakan mau berteman. Saya tersinggung ketika beberapa kali teman saya mengahak temannya berkenalan dengan saya. Jawabannya selalu sama “Aduh, gue gak siap, ntar dulu deh kenalan sama Samuel.”. Persiapannya lebih mental daripada mulut. Mental itu untuk menerima manusia bernama teman dengan segala perilakunya. Nah, untuk semua itu Anda benar-benar harus siap supaya jangan kesal dibuatnya.
  • Ingat, teman Anda adalah manusia! Manusia itu berubah. Kadang itu mengecewakan. Kalau itu terjadi, mulutnya dilem saja. Saya punya lem yang sekali dioleskan tak bisa dilepaskan. Hubungi saya kalau perlu satu tube.
  • Terima saja manusia itu apa adanya. Jangan ada harapan dalam berteman. Tak ada gunanya. Menerima itu gampang dikatakan, susah dilakoni. Itu pekerjaan rumah kalau Anda mau berteman. Bukankah dalam hidup ada harga dan risiko yang harus Anda bayar dan tanggung?
  • Buat jarak dengan teman. Itu penting, kalau tidak, keretakan pertemanan lebih mudah terjadi. Makanya jangan pernah mencintai manusia 100 persen. Mereka bisa mengecewakan. Seratus persen itu cuma buat Sang Khalik. Ditanggung tak pernah mengecewakan.
  • Pilih teman Anda. Itu perlu. Kalau bisa yang membuat Anda maju ke depan dan tidak mundur ke belakan. Maksud saya, maju ke depan itu bukan ke depan jurang juga.

Ini dia niy.. ternyata pada akhirnya kita memang mengambil kesimpulan yang sama. Choose your friend wisely. Oleh karena itu saya mengkategorikan orang-orang yang saya kenal dalam tiga kelompok, pertama teman haha-hehe, kedua teman, ketiga sahabat. Bedanya dimana? Kalo yang pertama biasanya cuma saya kontak kalo saya lagi butuh refreshing atau butuh2 yang lainnya. Kategori kedua hmm.. biasanya suka saya update kabarnya. Terus kalo lagi suntuk bolehlah saya denger curhatnya. Nah.. kalo yang kategori ketiga niy.. pintu rumah saya selalu terbuka buat dia. Mungkin buat dia, ibu saya udah kaya ibu dia, dan rumah saya sudah seperti rumah sendiri. Hahaha..
Saya tidak berharap kepada orang lain, tapi lebih tepatnya saya menuntut. Sekali kamu tidak memenuhi tuntutan saya, maka kamu turun kasta dalam daftar pertemanan saya. *aih..jangan-jangan orang macem saya ini ya yang dihindari Samuel Mulia*

December 20, 2009

On the Road

3 Comments
Di atas tanah tak bertuan
Di bawah bayang pohon rindang
Di tengah lautan kembang
Di pinggir jalan berlubang

Berlari mengejar setoran
Di belakang motorist, melaju kencang
Saat perut mulai meradang
Ingin rasanya berhenti di warung padang

Apa daya, cukup warung pinggiran
Uang kurang
Tak mungkin makan rendang
Perut kenyang, kembali melanglang

Keluar masuk toko langganan
Naik turun mobil abang
Tak lelah, menjaja barang
Menghitam karena matahari yang memanggang

Memang bukan cerita kahyangan
Yang tampak gemilang
Hanya sebuah tembang
Tentang impian menggapai bintang


p.s. Semoga besok.. gak nombok..

December 07, 2009

Look Up and You'll See

1 Comments
If there's a glimpse of light
In the darkness of night
I pray with all my might
All wishes granted tonight
~01122009



Even if the sun shines half-heartedly. I will still come and brush off your doubts. No more questions, why I always stand up to the same hope
Dashing up, I will not stop walking. Going after the hopes of a beautiful story with you. A million dreams will not go by.
Dashing up, I will not stop walking. For an endless story to reach out for you. Last forever.
The darkness of night, will not discourage the heart. To come even closer. Till the end of time, you're irreplaceable.~Cokelat, Tak Pernah Padam

p.s. akhir2 ini langit seperti mendukung Stephanie Meyer, bulan yang selalu purnama (new moon), warna langit ketika matahari terbit (breaking dawn), atau siang yang berawan dan sangat cerah. Saya cuma mikir, why everyday can't be like this. If you see my previous post, I just can't help it but to take a pict just because the reflection of the sky on the window is so mesmerizing. And when I look at the real sky, it's even a greater color. *sigh* every day is beautiful as it is..


December 02, 2009

Mereka Pikir Jalanan Ini Punya Siapa??

0 Comments
Saya memang tidak suka bola. Tapi saya gak masalah dengan orang-orang yang suka bola. Saya gak masalah kalau mereka ingin berbondong-bondong datang ke stadion untuk menonton tim kesayangan mereka. Saya juga gak masalah kalau mereka ingin bersorak-sorai ketika tim yang mereka dukung menang. Tidak masalah, karena itu bagian dari kebebasan mengekspresikan diri. Saya juga suka kok teriak-teriak untuk dukung tim kesayangan saya. Tapi buat saya, semua itu ada tempatnya. Ketika kebebasan mengekspresikan diri mulai mengganggu serta meresahkan masyarakat lainnya, itu sudah menjadi pelanggaran aturan hukum. *maaf ya..saya kurang paham dengan Perda Jakarta, tapi harusnya pasti ada Perda yang mengatur masalah "mengganggu ketentraman orang lain"*.
Terus terang aja niy ya, tiap kali saya lewat Lebak Bulus yang tiba2 dipenuhi lautan manusia beratribut oranye, saya langsung was-was. Apalagi kalau mereka sudah menggerung2kan motor, memenuhi angkot/metromini/kopaja sampe ke atep2nya sambil bawa gedebukan dan teriak2. Bawaannya pengen nyebuuuttt.. melulu. Dan gak salah kalo saya sibuk komat-kamit. Barusan saja ketika saya pulang, taksi yang saya tumpangi habis digebuk2 mereka. Yah.. salah sopir taksi saya juga siy karena menyetir kurang sabaran sampe akhirnya nyenggol angkot mereka. Tapi ya, mengingat kondisi mereka yang menaiki angkot sampe overload, mereka juga gak bener. Pertama, saking overloadnya jalan angkot jadi lama, sehingga menimbulkan kemacetan. Kedua, saking overloadnya juga, bukan tidak mungkin penumpang2 itu malah mengganggu pak supir yang sedang mengendarai kuda angkot. Ketiga, kalo ada masalah mbok ya gak usah gebuk2 gitu, tidak selamanya yang banyak itu benar loh..
Itu baru satu kejadian ya. Ada lagi hal yang lebih bodoh. Kira-kira beberapa hari yang lalu, giliran mobil2 bergambar Bambang Pamungkas yang kena. Mobil perusahaan yang didesain untuk mendukung promosi perusahaan ini kebetulan melintas ketika bubaran tanding bola dari Jalak Harupat. Habislah mobil2 ini kena senggol, kena timpuk batu, dan kena gebuk para Bobotoh, hanya karena ada muka BePe di kaca belakang mobil mereka. Aksi ini tidak lupa pula dilengkapi dengan ancaman2 berantem buat si supir mobil. Mungkin ini yang namanya benci buta ya..
Apakah ini yang disebut kebebasan berekspresi??
Dipikirnya gaya abis kali ya bikin rusuh di jalanan?!?!
Maaf ya, terakhir kali saya cek, jalanan masih merupakan fasilitas umum yang disediakan negara. Jadi boleh dong saya menuntut kalian untuk berkendara dengan baik serta sopan di jalan, demi keselamatan saya juga.

November 30, 2009

The Sky is Blue

2 Comments


I look up to the sky
And I see you
Just the way you are
When I left you last

The sky is blue
And I remember you
Who loves the color
Just because I love it too

The sky is bright
And I think we'll be allright
No matter how far apart
We're looking up at the same blue sky

How I wonder,
Do you see me too
When you lift your head up
And look at the sky above

p.s. ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTVWXYZ

November 27, 2009

Ratapan Salesman

4 Comments
Gak heran kalo orang2 jebolan S1 pada anti jadi sales. Emang jadi sales gak gampang. Udah gaji pas2an, ditolak pembeli, dimarahin distributor, belum lagi masuk angin dan keujanannya. Telitinya pun harus tingkat tinggi. Salah kasih diskon, potong gaji.. Toko minta retur, potong gaji.. Tagihan toko belum kebayar, potong gaji.. Pokoknya ada masalah sedikit, potong gaji..
Sudah hampir dua minggu saya ditempatkan di ujung tombaknya perusahaan. Naik turun motor, keluar masuk gudang, keluar masuk toko, dan keluar masuk pasar. Tak jarang pula diperjalanan saya harus mendengarkan keluh kesah mereka, yang pada akhirnya pasti ditambahin "tolong dilaporin ke atas ya mbak". Dan saya pun hanya bisa menjawab "iya.. saya tampung".





kata salesman: udah tiga kali lebaran saya jadi sales
dalam hati saya: kaya Bang Toyib aja. Untung bukan tiga kali lebaran gak pulang..

November 22, 2009

Standing Alone

3 Comments
Ketika para petinggi2 itu bilang kalo saya bakal dibuang ke daerah antah berantah, saya pikir mereka cuma menggertak karyawan baru *nasib anak trainee*. Apalagi pas saya denger kalo saya ditempatin di Bandung, hati saya langsung membatin “tuh..kan..saya bilang juga apa..cuma Bandung mah cecel..” *langsung terbayang FO2 serta distro2 yang saya kunjungi*.
Begitu denger alamat kantor penempatan, saya langsung tanya sama petanya Om Google. Hmm.. Dari foto satelit, lingkungannya keliatan seperti daerah industri suburban. Begitu ngobrol sama teman saya, dia langsung bilang “oh..itu sih bukan Bandung, tapi Kabupaten Bandung!!”. Dan ketika saya kunjungi tempatnya, saya menemukan tempat layaknya Kabupaten, tidak mati dan sepi, namun tidak juga gegap gempita dan metropolis. Bisa dibilang apa yang ada di sini itu pas. Mau makan fast food ada, tapi jangan cari fast food yang aneh2. Mau jalan ke mall ada, tapi mungkin gak se-extravagant mall bilangan JakSel.
Saya sih udah biasa dibuang ke daerah antah berantah (baca:Gorang Gareng). But I was never alone. Pasti ada orang lain yang senasib dan sepenanggunan sama saya. Di sini saya harus puter otak cuma buat cari transport pulang ke Jakarta. Belum lagi pertanyaan-pertanyaan kritis yang diharapkan oleh supervisor saya setiap kali saya pulang join call. Ternyata perusahaan saya gak main-main when they want their trainees to be able to stand alone. Yah semoga saya dapat melewati masa perploncoan ini dengan berhasil, mencapai target, serta membawa insight baru bagi lingkungan perusahaaan. -21112009-

November 08, 2009

My Kind Of Glass

5 Comments
Di suatu siang yang cerah namun panash.. Selagi berjalan menyusuri parkiran suatu balai pertemuan di Jakarta, tiba-tiba teman seperjalanan saya bertanya.
Dia: Kalau beli gelas kamu mau beli yang seperti apa?
Saya: mm... mug mungkin..
Dia: oo..yang ada cantelannya??
Saya: Iya..
Dia: warnanya?
Saya: Putih juga gak masalah
Dia: ada gambarnya?
Saya: ya.. mungkin cartoon, yang simpel2 gitu
Dia: isi gelasnya apa?
Saya: air putih lah..




Perbincangan tentang gelas yang singkat, jelas, padat ini, ternyata berakhir panjang dengan pembahasan ala kokology-nya. Jadi berdasarkan informasi yang didapatkan teman saya, cuma dari sebuah gelas kamu bisa tahu apa yang kita cari dari "orang lain". Berdasarkan analisa dia siy, saya mencari orang yang bisa dicantelin ceunah *duh..kaya gantungan baju aja..*. Selain itu karena saya pilih warna putih berarti saya cari orang yang simpel, dan gambar di mug itu mengartikan bahwa orang itu harus menarik. Dalam artian ada sesuatu *yang tidak harus fisik* sehingga membuat dia stand out di antara yang lain. Sedangkan air putih berarti I'd like to get what I see. Yah..memang saya paling anti nyemplung ke kolam butek, my risk appetite is very low.
Sayang saya tidak bisa menemukan naskah asli dari beli-membeli gelas ini. padahal niat awalnya saya mau share permainan kokology ini. Mungkin memang saya harus ketemu si sumber informasi untuk mendapatkan deskripsi gelas2 lainnya. For now, just know your glass, then you'll know what exactly you're looking for.

November 01, 2009

The Final Curtain Call

0 Comments
This is it, this is the final curtain call..

If the concert actually happened in the O2 Arena, if MJ had not died three weeks before, I believe it would be a perfect final curtain call for the king. Okay.. after watching This Is It, now I know what makes MJ a star.. a king.. or whatever worshipping words entitled to him. Not just because he practice and practice. But in every little detail of the concert there was Michael. He was there to audition the dancers. He was there to do the check sound. He was there to concept the stage act. No wonder his tickets sold out, and the concert itself was extended. People would've got what they'd expected. *although sometimes I think he acted too lebay (over the top) when singing without the music accompaniment, stage lights, and dancers. but overall its great!! ^^*
Well, those of you who haven't got the chance to go to the cinema and watch this, I would say hurry!! *I heard it was in cinema only for two weeks* Watching the movie is like watching MJ singing live. At least it would be an antidote to the grievings for a curtain call come to soon.


Gone too soon - Michael Jackson

October 30, 2009

What Comes Easy Is Suppose To Meant To Be

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta". Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun. Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?" Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)". Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"

People spend years to talk crap about choosing their way of life, spend days to actually choose their way of life, and minutes to be grateful that it is a privilege to choose. When a choice comes so easy then it is meant to be. Although the drama afterward might be hard to handle, but the fact that you just find a needle in a haystack with no sweat must be a sign.
When it comes so easy then it is meant to be. At least that's what I thought at first. Apparently, sometimes it's just some way that God found to tease you. *sigh* If it's mine then it will be mine someday. Maybe not today, but the fact that I at least have come this far is worth a pat on the back. Will it be another offer turned down?? I hope not..

Ya Allah,
Sekiranya rezeki kami berada di langit, maka turunkanlah ia,
Jika ada dibumi keluarkanlah ia, dan jika ia ada dilautan,munculkanlah,
Sekiranya rezeki kami ada di tempat yang jauh, dekatkanlah ia,
Jika ia sedikit maka banyakanlah ia, dan jika caranya sukar untuk sampai kepada kami, maka mudahkanlah ia,
Serta pindahkanlah rezeki tersebut kepada kami dengan kemuliaan, kemurahan dan kebaikanMu, dengan rahmatMu, Wahai Maha Pengasih diantara Maha Pengasih.

October 28, 2009

GO ALAY GO!!

2 Comments
Ingin bisa bersms atau menuliskan sesuatu ala Alay??
Tapi tidak tahu rumusnya..
Atau terlalu repot untuk selalu merubah capslock huruf..
Ada cara mudah untuk melakukannya..
Silahkan kunjungi link berikut

http://alaygenerator.co.cc/

Anda akan bisa berbahasa Alay seketika..
Sayangnya generator ini belum dilengkapi dengan fitur translasi dari bahasa alay ke bahasa manusia biasa. Semoga pemilik situs membaca keluhan ini dan meningkatkan kualitas website.
Sekian, terima kasih..^^v

October 21, 2009

Jalan Kita Memang Berbeda

2 Comments
Sejak kecil kita selalu didoktrin bahwa hidup ini berjalan mengikuti garis lurus. Tanya saja setiap anak berumur lima tahun, apa cita-citanya kalau sudah besar, 80% akan menjawab ingin jadi dokter. Dengan adanya wajib belajar 9 tahun *mm..atau malah sekarang 12 tahun ya??*, kita dihadapkan pada tuntutan bahwa habis SD ya SMP, lalu lanjut ke SMU/SMK, kemudian kuliah di universitas bergengsi dengan jurusan bonafide. Tidak boleh tinggal kelas, harus lulus tepat waktu, sukur2 malah lulus lebih cepat. Setelah lulus pun, kamu pikir tuntutan itu akan berkurang?? Justru malah makin banyak. Harus cari kerja, di perusahaan besar, tiap hari berdasi *berblazer kalo buat saya mah*, kalo bisa kantornya di bilangan segitiga merah emas, dan lain-lainnya.
Tidak ada yang menyadari bahwa hidup ini tidak berjalan mengikuti garis lurus yang telah distandarisasi. Sederhana saja, masing-masing individu memiliki daya serap dan kemampuan berkembang yang berbeda-beda. Ada orang yang begitu pintarnya atau begitu karismatik, bisa jadi professor termuda sedunia dan sebagainya. Namun ada juga orang yang butuh mengasah kepercayaan dirinya atau menambah pengalamannya terlebih dahulu.
Kita tidak perlu menjadi garis lurus, kita bisa menjadi kurva yang tiba-tiba memiliki growth yang sangat tinggi. Dan pada akhirnya mencapai apapun yang kita inginkan. Satu hal yang saya semakin yakin, bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang kita lakukan dengan niat baik itu akan sia-sia. Mungkin orang akan mencibir ketika kamu berkata tentang niat kamu untuk berbisnis kumbung jamur, berternak kambing, menjadi penyanyi, dan hal-hal lainnya yang dianggap remeh temeh oleh orang lain. Tidak usah berkecil hati, ketika kamu melihat tampaknya orang-orang disekeliling kamu saat ini sudah sampai ke sana, ke sini, dan ke situ, sementara kita, seperti berjalan di tempat. Akan tiba waktunya, kita melenting tinggi, yang perlu dilakukan adalah keyakinan untuk mencapainya.

***
Tiba-tiba suara dering bumblebee meraung-raung dari hape saya. Akhirnya yang ditunggu-tunggu telpon juga *bukan..bukan dari SBY*. “Besok medcheck ya mbak” kata suara yang diseberang. Alhamdulillah, kalau jodoh memang gak kemana. Ternyata, memang saya harus mengambil jalan putar dulu untuk mencapai tujuan saya.
-20102009-

October 17, 2009

My Late Night Snack-DIY

2 Comments
After raiding my fridge for a late night snack, I found some dark chocolate Lindt thins that's been sitting there for a year *or more, I think*. We really don't have the appetite to finish it, since it's 85% cocoa therefore too bitter to snack. But combine it with some strawberries *even the low grade and misshape ones* will make a delicious late night snack.kenyit
So I decided to take some chocolates. Melt it in the microwave *might have overheat it a bit, because it turns out a bit lumpy, but still dipable-->just create a new vocab there, hehe..*. Then dip some strawberries into the chocolate melt. Put it in the fridge for 15-30 minutes. The late night snack is ready.
Well, the key to make the choc melt is taking out the chocolate from the microwave every few seconds (15-45), stir, and then heat it again. Do it over and over until it melts perfectly. Next project would be, trying to decorate this chocolate covered strawberries. I think this would be a nice gift for some special occasions for those special peoplesenyumkenyit.

October 11, 2009

Menanti Mendung Di Pagi Hari

2 Comments
Siapa yang tidak ingat dengan pelajaran jaman SD, yang memaksa kita untuk menghafalkan kapan musim hujan dan kapan musim kering. Walaupun sekarang saya sudah semakin lupa-lupa ingat *bagaikan Kuburan Band* tepatnya kapan musim hujan akan datang dan kapan musim hujan akan pergi. Karena lama-kelamaan alam menjadi ilmu yang semakin tidak pasti.
Yang saya ingat sekarang mungkin cuma kenangan-kenangan musim hujan. Yang *kalau tidak salah* bisa membuat Jakarta mendung selama berbulan-bulan, menjadikan jalanan depan sekolah becek gak karuan, dan mobil antar jemput semakin pengap. Maklum, setiap hujan datang, mau gak mau kaca mobil antar jemput harus ditutup semua, padahal mobilnya gak ber-AC. Jadilah kita seperti di sauna. Belum lagi porsi tempat duduk yang semakin menyempit, gara-gara mobil bocor gak karuan.
Waktu SMU saya makin cinta sama musim hujan. Udara yang memang dari sananya menjadi lebih adem ditambah pula dengan ruangan kelas yang ber-AC menjadi alasan paling mendasar untuk memakai jaket ke sekolah. Menutupi seragam yang oh-not-so-cool itu. Saya juga jadi punya alasan kuat untuk membeli lebih banyak jaket-jaket lucu. Si Mama tentu saja tidak mau anaknya sakit gara-gara masuk angin. Ditambah lagi dengan pengalaman banjir besar 2002, yang bikin saya harus mengarungi perjalanan pulang dari sekolah ke rumah selama 10 jam *padahal masih Jaksel, jaksel juga*. Bener-bener mati gaya di dalem mobil. Waktu itu kan belum jamannya Ipod dan hape canggih. Jadilah saya cuma kelap-kelip sendirian.
Masa kuliah semester 1 dulu, saya ingat harus berjalan sejauh hampir 1km sambil diguyur hujan cuma buat masuk kelas. Hujan Bogor emang gak tanggung-tanggung. Bikin saya harus jemur sepatu tiap hari, kehabisan makanan di kantin *gara-gara gak bisa beli makan di luar*, dan menambah beban bawaan kuliah saya *satu buah payung lipat harus selalu tersedia di tas*.
Neways, ketika beberapa hari lalu Jakarta mulai mendung saya pun ikut senang. Ini berarti, tidur yang makin nyenyak, karena udara pagi yang makin bersahabat. Yang berarti pula, saya bisa menggunakan baju2 "musim dingin" saya. hehe.. Walaupun saya tahu hujan bikin Jakarta banjir, macet, dan menyebabkan saya harus parkir di basement sempit. Saya gak peduli tuh, yang penting Jakarta bisa agak sedikit sejuk. Tapi kok suasana pagi mendung ini cuma berlangsung selama beberapa hari. Tampaknya, musim hujan yang sebenarnya belum datang. Cuma topan lewat katanya. Jakarta pun kembali panas terik dan kering kerontang.

October 10, 2009

Energy Crisis

3 Comments
The world might not be the only one having an energy crisis!!
Okay let's face it, in this increasingly chaotic world *and believe me, it will go even more in the future*, you * yes you* are actually the one exposed to a greater energy crisis threat. Think back for the past few months. How many times a day did you actually wish to have more time to finish every assignments or just to lay back and relax?? Well, truth be told, time only have 24 hours a day, and no matter how much you wish, that is the way it is. On the other hand, the personal energy you use to finish your assignments is something you could replenish.
So, just how good have you been on handling this crisis? You'll find below, a simple test to determine it. I got this from my softskill class. Hopefully this could help you to know more about you..^^






Total scoring explanations:
0-3 : really good at managing energy
4-6 : reasonable ability to manage energy
7-10 : Significantly deficit ability to manage energy
11-16 : CRISIS!!!

Category scoring explanations:
0: really good at managing energy
1: strong ability to manage energy
2: Significantly deficit
3: poor ability to manage energy
4: CRISIS!!
Source: Schartz, Tony (2007): "Manage your energy, not your time", HBR vol 85, no 10, pp 63-73.




How to deal??
okay.. this is just a few tips I snitch and snatch from here and there. Hopefully this could help a little to replenish the energy. heheh..sengihnampakgigi
  • Stay healthy. This means eating nutritious food, get some exercise and also some sleep.
  • Keep away from the negative energy. Yes, it's time to think positive. If you start things with less enthusiasm, then don't even expect to get something great out of it.
  • Avoid the toxic. Toxic people are just the kind of people that couldn't see other people's happiness. So why bug spending time with these people when they chew away your energy.
  • Find your "sweet spots". This is easier said than done, but try not to get involve with things that you don't like. When you think what you are doing right now is pointless, maybe it's a hint to find a new job.
  • Make priorities. Okay, this one is more of a time management thing. The point is to focus on what you're doing.

October 04, 2009

A pict here, A pict there, and it goes everywhere

2 Comments
Another late night boredom, after working with loads of paper works. Well, I figured it wouldn't hurt to play a late night blog tagging games. But as usual, no one will get tag afterwards, since it's for my amusement only. haha..

Okay.. so.. here's the rule:
Use Google Images to search for the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of the results and post it as your answer.

1. The age of my next birthday
2. Places I would like to visit
3. My favorite place
4. My favorite things
ah..it's not perfect, but it's my best friend..sort of..
5. My favorite food
6. My favorite color
7. My favorite animal
8. The town in which I was born
9. The town in which I Live
10. The name of a past pet
okay..okay.. I got a habit of naming my pets after some food instead of their fur color
11. My nickname
what?!?! you're not expecting me to post that scandalous celeb picts rite?!?!
12. My First name
13. My last name
14. College Major
15. Name of my first ehm..ehm.. *haha..*
16. A bad habit of mine
17. My first job
18. My grandma's name
19. My hobby
This is a really three in one picturesengihnampakgigi
20. My current wish

All pictures were taken from various websites. Thank you for posting interesting images. ^^

September 27, 2009

Igudesman & Joo

2 Comments
Gawd!!
I hope these guys are having a concert in Indonesia. They are good, really really good. No matter if you're a classic freak or a classic phobia, you're gonna love them. The video below just give me chills. Oh yeah.. while you're online might as well google for their infamous "A Little Nightmare Music" or check out their website and beg for them to come here. haha..

September 15, 2009

Young and Making Money

1 Comments

Read About Them, Then Vote

By Manuel Baigorri

Even in the best of times, it takes guts to start your own business. To be an entrepreneur amid the current economic turmoil requires an extra dose of courage. But the global downturn hasn't daunted the young men and women featured in BusinessWeek's annual special report on Asia's best young entrepreneurs. Our nominees—suggested by readers and BusinessWeek editors—share a passion for business and a great entrepreneurial spirit that is helping them navigate through challenging times. Now it's time for you, our readers, to let us know your favorite. Read on to learn more about the candidates for best Asian young entrepreneur and then vote for your top choice.


Reading how old these people are and what they do just to know that there's a market to their business is just amazing. Some came up with a business that I could never think of as a business. Well, may the best enterpreneur win. If you'd like to vote, just follow the link. FYI, about 1/3 of the contestants are from Indonesia. wow.. look at what these young enterpreneurs do to create job instead of sitting around with news paper in hand making circles on multinational companies' career ads. *shame on me..hehe..*

September 11, 2009

9

2 Comments
Can't wait for another dark and quirky animation by Tim Burton. Officially released on the legendary date September 9th 2009, but I guess it's still a coming soon on Cineplex 21. Looks like for now, we can only watch this stitchpunk on the official trailer. Let me know when you guys see its poster on the 21's billboard okay..



Sudah Saatnya Kamu Konsultasi

0 Comments
If only life is all about me. If only sensibility doesn't come with senses, and human only comes with minds and not emotion. Don't have to worry wearing the wrong color to a funeral or wedding. Don't have to be confused understanding what other people meant. All things are in perfect measurement and consistent.
Why do things come in pairs? You may have one nose, but you got two nostrils. And a nose is never a perfect nose with one nostril. And good is never good when bad does not exist. If only pairs always come in a bundle instead of separate packages. Then we don't have to waste times finding the missing pair.
Oh Well.. I'm just trying to find some sign that this is home, and whether I'm holding the perfect match to my right shoe.
-02042009-


Akhir-akhir ini dunia memang sedang ingin mengejutkan saya. Setelah mendengar kabar pertukaran cincin yang akan dilakukan sahabat SMA saya dalam waktu dekat. Tiba-tiba di hari pertama bulan puasa lalu sahabat kuliah saya mengumumkan hari pernikahannya yang kurang dari dua bulan lagi. Di antara keduanya, bisa dibilang berita kedua yang paling membuat jantung saya mencelat.
Siapa yang menyangka Neng Garut yang selalu saya ultimatum untuk menemani saya berbelanja di MangDu *padahal dia sangat benci shopping*, yang rela kerja rodi ngebantuin saya menyiapkan kejutan2 untuk acara2 kelas *yang kadang2 diakhiri dengan dia harus menginap di rumah/kos saya berhari2*, yang sumpah preman abis gayanya, dan yang lain2nya itu memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya.
Kalau boleh saya mengingat-ingat niy ya.. Di antara kami *para jomblowati*, dia yang paling tidak ambil pusing untuk urusan minang-meminang. Menikah mungkin ada di daftar mimpi dia yang keseratus sekian *right after going around the world and being a multibillioner*. Tapi kenyataan memang berbeda jauh dari apapun yang direncanakan.
Akhirnya saya interogasi tanyakan kebenaran beritanya si Neng Garut ini. Saya tanya "kok bisa?? Kamu konsultasi sama guru ngaji yang mana??". Dia bilang "Kalau soal begituan mah cuma bisa konsultasi sama satu tempat". Tanpa perlu bertanya lebih jauh saya pun paham apa yang dia maksud. Mungkin memang hanya yang Maha Tahu yang bisa memberikan jawaban yang paling tepat, betul??
Still 43 days to the big day. Kadang saya masih suka tidak percaya dengan rencana Neng Garut. Gimana 'gak, lah yang punya hajat aja masih suka salah nyebut tanggal nikahnya.
siul

Peluk Cium dari Ujung Paling Barat Pulau Jawa

0 Comments
Tidak seperti biasanya 17 Agustusan tahun ini saya tidak mengikuti lomba2 ala er-te er-we, hanging out di rumah teman, ataupun ongkang2 kaki di rumah menikmati siaran pengibaran bendera merah putih di Istana Negara lewat TV sambil sibuk SMS selamat ultah ke orang2 *ternyata yang ultah yang tanggal 17 Agustus banyak juga ya..*. Tahun ini saya berkesempatan untuk mengibarkan bendera di kepala badak!! Hehe.. that's just me being hiperbolic. Kasian juga badaknya kalo harus didandani ala merah putih, that's a crime against animal.
Close enough, saya berkesempatan untuk mengunjungi ujung paling timur Pulau Jawa, *yang terkenal dengan badak bercula satunya* dengan kata lain, saya menghabiskan long weekend saya dengan menikmati suasana Taman Nasional Ujung Kulon. Seribu kata pun saya rasa tidak sanggup untuk mendeskripsikan apa yang saya lihat, apa yang saya rasa, dan apa yang saya dengar. Mungkin pictures sometimes do speak louder than words. Maka untuk menikmati semua keindahan itu silahkan menikmati slide show yang saya attach di akhir postingan.
Brief info saja mengenai perjalanan yang saya lalui. Dimulai dari HO Toyota Manufacturing hari Jum'at jam 22.00, dan tiba di Sumur jam 4.30. Melanjutkan perjalanan dengan kapal ke Pulau Peucang, selama kurang lebih 4 jam. Di Pulau inilah rombongan akan bermalam hingga hari Senin. Petualangan hari pertama merupakan trekking Cibom-Tanjung Layar dan Cidaun *tempat penangkaran banteng*. Hari kedua petualangan diawali dengan perjalanan ke Sang Hyang Sirah, yang katanya memiliki jalur trekking yang sangat menawan, dan memiliki goa keramat. Sayangnya karena ombak yang terlalu kuat trekking ke Sang Hyang Sirah pun gagal. Katanya tidak aman buat rombongan untuk berenang ke tepian pulau. Maklum saja saking alaminya pulau ini tidak memiliki dermaga sehingga kapal besar pun tidak dapat merapat. Rencana pun beralih mengunjungi Taman Laut Citerjun, spot yang cukup menarik untuk melakukan snorkeling. Kemudian dilanjutkan dengan menikmati sunset di Karang Copong. Hari ketiga merupakan hari bersantai dan bermain di pantai Pulau Peucang yang memang wow itu. Ditutup dengan makan siang di Pulau Umang Resort and Spa yang lebih tertata dan not so natural dibandingkan tempat2 yang sebelumnya dikunjungi.
Selama tinggal di Pulau Peucang jangan berharap untuk mendapatkan akses penuh terhadap listrik dan air. Maklum saja, pulau yang belum terjamah PLN ini memanfaatkan solar power. Sehingga pada siang hari tidak ada listrik yang mengalir, pada malam hari pun jika overload listrik bisa turun berkali-kali. Untuk masalah air, yah.. namanya juga pulau kecil. Kalo lagi beruntung, bisa saja mandi jebar jebur, tapi kalo lagi sial.. mandilah sambil menguras bak mandi. Tapi untuk sebuah Taman Nasional, fasilitas yang disediakan Pulau Peucang cukup memadai dan layak pakai. Satu lagi, siap2 untuk bertemu dengan binatang2 liar yang bebas berkeliaran sesuka hati.
Pulang dari sana, kulit boleh hitam, muka mulus hasil perawatan ke dokter boleh kembali berjerawat, tapi semuanya terbayar lunas. Kalo ada kesempatan saya tidak akan berpikir dua kali untuk kembali ke sana.
Oiya, satu pesan dari guide saya di sana (Pak Edi). Sering2lah mengunjungi Taman Nasional karena itu merupakan salah satu cara untuk menjaga Taman Nasional tetap lestari dan hidup. But remember to take nothing but picture, leave nothing but footprints, and kill nothing but time.

video

Pictures presented in this video are courtesy of TIAC's Search The Rhinos III participants.

August 31, 2009

Saving Our Heritage | Ullen Sentalu

6 Comments
A place that has been recommended by a friend of mine to visit, and finally on my last trip to Jogjakarta I decided to spare times to pay this place a visit. Located in Kaliurang, Yogyakarta, this museum shouldn't be hard to find. Just ask your tour guide or the locals they will show you the way to this pretty exotic museum. Ullen Sentalu itself is actually an acronym of "ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku" which means that the light of blencong *a lamp that is used in wayang kulit performance* is a guide for humans to run their life. By now you can tell, that yes.. this museum is preserving the Javanese cultural heritage.
Run by a private foundation, you will find this museum very well taken care of. You can't go inside the museum freely and have to wait for the guides to go in there. It is no wonder, because I assume you might get lost if you decided to roam around by yourself as it has mazelike architecture. The Museum is built in accordance with the Kaliurang landscape. That's why you'll find the building antique, exotic, and jungle like at the same time. Well I couldn't explain it any better, and I have no pictures to show you either since it is forbidden to take pictures inside the Museum *we could take pictures in the garden though, and it is just as beautiful*. By the way I think this is a nice place to do a pre-wed photo shoot.
Speaking of the collection, you could actually learn ancient Javanese tradition and way of life. This is shown through series of potraits, sculptures and paintings of the Kraton *Kasultanan, Mangkunegaran, Pakualaman, and Kasunanan* family members. Along with the visit you'll find some detail facts like why the Kraton family members don't wear ring on their middle fingers, or which batik design is used by who and in which occassion, or the symbolic meanings in a bride's makeup *you know like the west culture believe in wearing something old something blue stuff on their wedding day*. At the end of the tour you will be taken to try a traditional jamu recipe*a drink made from spices* that is believed will make you stay young.
For only 25.000 IDR (15.000 IDR for local students) this is the place that worth your visit. Especially with this nationalism sentiment to preserve the Indonesian culture, why not start by visiting this cultural sites and learn more about it. For more information you could visit the Ullen Sentalu official website.

Let's start with something small, and start learning today. If not us, then who else? If not now, then when? ^^
Note: you'll never know what you have until you lose it.

August 30, 2009

Santay men!!

0 Comments
Woohoo.. tampaknya pengikut sekte fioritura fiori sudah mulai merindukan saya. Terbukti dengan adanya pesan2 *padahal cuma satu pesan* singkat yang mulai masuk ke inbox, wall FB, dan sms saya *narsis hiperbolis* untuk segera mengupdate blog yang sudah dua minggu lebih terebengkalai ini. Bagaimana lagi bukan hanya karena saya akhir2 ini sibuk *reportase mengenai tempat2 menarik dan ciamik akan segera menyusul pada postingan2 berikutnya* tapi memang lagi mengalami writers block sesaat. Mungkin karena so much to think and to do in so little time and capabilities.
Setelah bulan Agustus yang cukup hectic, akhirnya saya bisa menikmati sisa satu minggu liburan trimester saya di awal September ini. Dan mari kita mula semuanya dengan ber-santay men!! hahaha..
Karena temanya adalah bersantay, maka saya pun males mikir. Cukup copy paste lah salah satu maen tag2an notes di FB *saya yakin Bung Temon akan mencak2 baca postingan saya kali ini*. Tapi jangan kuatir, in about two or three days saya akan memberikan selayang pandang tentang cerita dari Ujung Kulon dan Kaliurang. It's another worth a visit place in Indonesia. ^^

1. What time did you get up this morning?
Suppose to wake up at 4am for sahur. I did, but then sleep again till noon..

2. How do you like your steak?
empuk, hangat, matang, berasa di lidah namun tidak di kantong

3. What was the last film you saw at the cinema?
Merah Putih *a disappointment, I was expecting something like band of brothers or tae guk gi, but the scenario and historical details are just blah.. the effect is good though since they're using some hollywood guy to do it*

4. What is your favorite TV show?
mmmm.... take him out?? wkwkwkwkwkw..XD
nah.. my favorite TV show would be CSI, give me LVPD, Miami DADE, NYPD, I'll take all of them

5. If you could live anywhere in the world where would it be?
I always love Greece and Venice *never been there though..*

6. What did you have for breakfast?
soto kudus dan telur kecap

7. What is your favorite cuisine?
I'm an omnivore, I eat almost everything. and my taste buds are not that sensitive to distinguish a home made chicken and a chef made chicken

8. What foods do you dislike?
oyong *tau oyong?? itu.. sayur paling gak enak sedunia, even pete is more bearable*

9. Favorite Place to Eat?
mm.. this one is hard.. i can't pick my favorites..

10. Favorite dressing?
Dressing up games??

11. What kind of vehicle do you drive?
my yaris. and it's the only car that I can drive. don't give me another car

12. What are your favorite clothes?
comfortable jeans and tees

13. Where would you visit if you had the chance?
sudah jelas kan?!?! Greece or Venice

14. Cup 1/2 empty or 1/2 full?
*this is a trick question isn't it??*

15. Where would you want to retire?
gotta keep yourself busy..hehe..^^

16. Favorite time of day?
when i can play hard and sleep well

17. Where were you born?
Jakarta..

18. What is your favorite sport to watch?
iceskating, gymnastics, and cheer competition!! haha..

19. Who do you think will not tag you back?
i'm not tagging anybody, so nobody is gonna tag me back. duh..

20. Person you expect to tag you back first?
idem no. 19

21. Who are you most curious about their responses to this?
idem no. 19

22. Bird watcher?
watching bird hurt my eyes

23. Are you a morning person or a night person?
morning or night, I'm the same person. I don't change my name

24. Do you have any pets?
Jeko!! my hyper dachsund

25. Any new and exciting news you'd like to share?
yes I have and please refer to next posts from me after this one

26. What did you want to be when you were little?
Pramugari

27. What is your best childhood memory?
eating yosan bubble gums and drinking sprite. a treat from my grand daddy after taking piano lessons

28. Are you a cat or dog person?
both

29. Are you married?
not yet and someday I will.. *amien...amien....amien...wkwkwkwk..*

30. Always wear your seat belt?
tentu saja.. tidak aman menyetir tanpa menggunakan seat belt. nanti ditilang polisi!!

31. Been in a car accident?
minor accidents, scrape my car and all *itu termasuk kecelakaan gak ya??*

32. Any pet peeves?
miara kecoak??

33. Favorite Pizza Toppings?
anything with mushrooms and lots of cheese

34. Favorite Flower?
bank flower

35. Favorite Ice Cream?
lately.. I go crazy over green tea

36. Favorite fast food restaurant?
KFC. deket rumah. tinggal nyebrang juga nyampe

37. How many times did you fail your drivers test?
teehee.. pake Hanulia gak mungkin gagal. wkwkwk.. * I did pass the theory test though*

38. From whom did you get your last email?
Lina Jobstreet. *immediately deleted.. not interested..*

39. Which store would you choose to max out your credit card?
smart consumer don't go on debt to go shopping

40. Do anything spontaneous lately?
meledek orang2 secara spontan

41. Like your job?
love studying. but it doesn't make money *at least for now*

42. Favorite veggie?
selada & cherry tomatoes

August 02, 2009

Sushi Crazy @ Sakura Jakarta

4 Comments
I am not a big fan of going into the kitchen. For me all there is to cook is an instant noodle with egg and water *I'm good at popping things into the microwave and making instant sandwiches though*. Gods must be crazy when I decided to attend a cooking class. What can I say, making sushi tutorial is an offer I just couldn't turn down.
So I went to Sakura early morning yesterday (9.30AM on a weekend is early morning) and with the guidance of Chef Roy and Chef Kus of Sakura, brought home 4 packs of sushi. hahaha.. *right now my burps smells like sushi*.
So the class started with a demo on making Eby Tempura by chef Kus. Since one of the recipe we were going to learn was the eby tempura roll, so I had to be able to cook it first right. The demo was very thorough and I got lots of additional infos on making a perfect eby tempura. The chef also explained on how to make the tempura sauce. I always thought tempura sauce is only that salty kikkoman sauce, in fact it wasn't. My jaw just dropped when I heard that you gotta put this and that and cook this and that to make that sauce. For a kitchen pro, it might be easy, for a kitchen newbie like me?!?! blah..hahaha.. Then, the chef explained how to make the sushi rice, and gave another demo on the sushi recipes we were going to make. At the end of the demo, my stomach just went grrrrr.. Not only it was already lunch time, but the smell of fresh sushi just made me want to devour it at once.
So the Sakura's PR took us to one of the private room there to have lunch. Recharge the energy before doing hard works rolling some sushi sengihnampakgigi. To tell you the truth, the food was great. We also had a chance to taste their tuna sashimi, which they claimed to be the best tuna you could ever get in Jakarta *other restaurant are just serving lower grade tunas*. Sakura also claimed to serve authentic sushi, this could be true since most of their visitors are Japanese expat, so they have to give taste-like-home foods, right. Hmm.. Thinking of asking my mom and dad to go there.
All materials for the sushi making class were provided by Sakura. All we got to do is be there, put things on the makisu, and roll. It was fun mixing those ingredients, being careful to roll, and playing math to get an evenly cut sushi. By the end of the day not only I got packs of sushi *like I've said before* but also five sushi recipes: the california roll, the tuna roll, the eby tempura roll, the crunchy roll, and the java roll. The java roll was a slightly different recipe, it used orek tempe as the filler.
So.. will I be the sushi maker??:ahaha:

Note: Sakura Sushi is located at RA. Kartini St. No. 9, Pondok Pinang Village, Kebayoran Lama District, South Jakarta City, 12310. Apparently they've been opening sushi class lots of times. They will open the class when a minimum of 6 students are going to take it. Want to try it?? Just gather your friends. oh..and you could also visit their FB group page and fan page.

August 01, 2009

Road to Maturity

0 Comments
So I'm 24 years plus 10 days today. Been wanting to write this, for a long time, but lately I just never got the chance to sit back and enjoy the storming ideas in and out of my brain. Well, today is the day. While waiting for my beauty sleep time, I just turn on my ipod, sit behind my laptopper, piles of pillows on my back, and it flows.

So..again..I'm 24 years plus 10 days today. Just thinking that throughout these years, I only got a chance to say thankyous to everyone only once in my life, through a page in my bachelor thesis called the dedication page. Out of those people I said thank you to, some are still (and will always be) my family, still in touch (and heaven knows we'll always try to be in touch), a bunch just gone with the wind (it's a matter of miles), and a particular person really just got lost in space (er..awkward..). Where ever they are, couldn't agree more that somehow they just leave some foot prints in my so called life. And I just can't never thank them enough.

24 years plus 10 days old today, I never wrote a resolution before, I always thought that everything should just go with the flow. You don't have to draw a straight line for your life, just draw a shade around the line and create a band, therefore when reality doesn't meet expectation you don't have to hit the ground hard.

Probably it's because I see the world perfect the way it is. Hell yeah.. I always got what I want and it has been a pretty life for me. You could say I'm a pro status quo, when in fact life should be more like the Japanese philosophy. The kaizen way a philosophy to focus on continuous improvement throughout all aspects of life . Even though sometimes it looks fine the way it is, look around there might be something you might want to change. Because not everything is perfect.

The key factor to the kaizen way is eliminating the three "Mu"s. The first "Mu" would be Muda, in other words activities that doesn't add value and wasteful. Bottom line, everything I do that is unproductive should just go away. Well.. There goes my more-than-10-hours beauty sleep, addiction to Plant vs Zombies *and other PC games, doesn't matter mini or not*, long hours of roaming round the virtual world *okay..this one is just soo hard to give up*, etc..etc..

The second "Mu" would be Mura, which means unevenness or inconsistency. In a production system term, avoiding mura is done through applying the just in time system. So the production process would be supplied with the right part, at the right time, and in the right amount. But in terms of my life, I take it as balancing out my life. I should work hard, play hard, and also rest hard. Eating a lot will be followed by a lot of exercise *okay this is a new resolution.. exercise at least twice a week..*. A lot of stress will be followed by a lot of prayer. Balancing life means living a life to keep myself healthy and happy.

So we arrive to the last "Mu", which is Muri, unreasonableness or impossible works. In life there will come times where the works are really just impossible to do. Most people would say reach for the stars and bla..bla..bla.. I'm not being pessimistic here, but I just thought that even an over bent bamboo will break. So what I should do is put my head up in the sky, and keep my feet firm on the ground. The impossible would be beaten down by preparation and planning. Design your future..

Gah..looks like it's going to be a hard resolution for me. Giving up old habits won't be easy, but some things should be done, since I will turn 25 next year, and you will never want to spend a quarter of your life doing junks. So for a better future, why not..

July 20, 2009

My World is Full With You

2 Comments

I thought this would be the end of my life
When you told me you're no longer in love with me
I thought (the) sun will never rise again
When you told me everything was over

You make me feel like I was the only girl that you adore
And gave me the sweetest kisses
You showed me how to love unselfishly
And even though there's no love left for me
I just want you to know that I'm missing you

Cause my world is full with you
And my world is full with you
[repeat]

And even though we're not together once again
And I found emptiness living without you
It feel so hard to let you go

Cause my world is full with you
And my world is full with you
[repeat]




My world is full with you - ten 2 five

Note. haha..another song got stuck in my head. well enjoy.. and bunch of hearts for you. cheers ^^
 

Fioritura Fiori Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template