August 28, 2008

Puisi Cinta..

2 Comments
Huhu..akhirnya setelah 3 minggu merasa gundah gulana, tidur tak nyenyak, makan tak enak, yang ditunggu-tunggu muncul juga. ternyata pengorbanan akhir bulan kemaren gak sia-sia. baik stat maupun akun sama2 P (alias tidak usah mengulang..hehe..). saya pun meluncur dengan mulus menghadapi trim 1.
Untuk mengenang suka duka, tangis dan air mata, selama pelajaran akun, seorang teman mem-posting satu puisi cinta yang sangat indah. demi membagi sensasi yang dirasakan penulis ketika membaca puisi cinta ini, maka berikut saya "paste" puisi yang indah tersebut. selamat menikmati..(^,^)

Puisi Cinta Anak Accounting

Wahai Kekasihku..
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku

Wahai kekasih hatiku...
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva

Wahai mutiara kalbu ku
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu

Wahai bidadariku
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita..
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya
Jika di hari closing nanti, Tidak ada kecocokkan saldo..
mungkin cinta kita harus dijurnal balik...

(anonim)

Maap niy, kalo banyak istilah2 akunnya..tapi masih bisa dimengertilah. hehehe..


August 26, 2008

He’s Just NOT That Into You

5 Comments

WARNING: this is a rambling lady who believes would score a hundred on “relationship 101” exams, without actual adequate practical relationship experience, neither human in general nor couples in particular.

“He’s Just Not That Into You” is a book by Greg Behrendt and Liz Tucillo (the people behind the hit TV series sex and the city), which you might call ‘a wake up call’, ‘a slap in the face’, or ‘cold water to shake the mind’. After having the book in possession and read the introduction pages by Liz and Greg, I was thinking this is an interesting book, and decided to read it thoroughly. You’ll find this book easy to read since it is presented ala Q&A between Greg and any eligible-women-stuck-in-a-bad-relationship.

Okay..so here is the big truth, women tend to make excuses for any unworthy treatment by a guy. Confused by their mix messages, which is actually not that mix after all. We are the one who’s mixed up, hopeful (not confused), yet the situation is just damn hopeless. And the awful truth is if a guy doesn’t call when he says he will, or make sure you know he’s dating you, or treat you right, he’s actions are simply screaming: he’s just not that into you.

Let’s face it, how many of you got in to the “abbreviation” relationship (TTM, HTS, FWB, etc), or dating a guy who’s married (and other insane variations of being unavailable), or the most selfish jerk in the world, or the ones that suddenly disappeared on you. Being put out like that, your relationship doesn’t sound like a great relationship after all huh?? Hell yeah, let’s not wastes the pretty. Every women (and men) deserve a great relationship. Why stuck at better than nothing when you could actually get something out there. As Greg says it “There’s a guy out there who will want to tell everyone that he’s your boyfriend. Quit goofing around and go find him.”

So anytime you got confused with the murky relationship you got, just read this book. The chapters are divided into several situations and conditions of every confusing relationship you can ever imagine. In each chapter you’ll find any possible explanation (no matter how ridiculous) women would give to the certain situations. Trust me after reading this book; you’ll laugh off every bad relationship you ever got into, and move on with your life. A little advice from Liz, “if the guy you’re dating doesn’t seem to be completely into you, or you feel the need to start “figuring him out,” please consider the glorious thought that he might just not be that into you. And then free yourself to go find the one that is.”

A little acknowledgement, I was eager to do a review on this book after watching an Indonesian reality show (that seems to be not so real after all) at a certain local station. The week’s case was a girl whose boyfriend had disappeared for three months. The girl and the reality show’s teams were hunting for any leads they can get, to track him down. Finally, by coincidence they met the boy’s car at a certain real estate in which they suspect would be the location of the boy’s current resident. Long story short, the hunting ended up with the girl meeting up with the other girl friend. And, as you know it when a girl meets the other girl, it’s a sign for a cat fight. Don’t ask me how the show ended; I turn off the TV as soon as they start gibbering. Should’ve turned it off earlier, when I heard the phrase “three months missing”. Have a little respect to yourself. For as far as we know it, the guy’s disappearing action is a sign of HE’S NOT THAT INTO YOU!! (if you don’t get this by now, please, read the book..)

Happy searching your “somebody for someone”!! \(^,^)/

-24082008-

August 25, 2008

I'm Moo-ving In..

1 Comments
Setelah berkali-kali dihasut untuk pindah hosting ke blogspot. Akhirnya saya tergiur juga untuk moving out from fs blog, and moving in to blogspot.
Layaknya orang pindahan rumah, gue pun membawa ber-koper2 postingan dari blog terdahulu. setelah secara selektif memilih postingan2 selama 3 tahun yang worth the effort to be packed, akhirnya terpilihlah kurang lebih 30an postingan yang tersaji berikut. most of the postings are about what's been happening in my life. gue gak pernah niat untuk mengangkat masalah-masalah yang terlalu serius. because life is hard, yeah we get it, and it's better to laugh it off, then move on..
Enjoy..:)

A Talk to Adolescence

0 Comments

I
Jem
: "Well, it be this. What's funny about opposites be that wet and dry both has water, boy and girl be about people, Heaven and Hell be about the places you go when you die. They all has something in common. So they an't completely different from each other the way people think. Having the one don't mean t'other be gone"
Mr. Blake: "You're right my boy. Let me give you an example. What is the opposite of innocence?"
Maggie: "Easy, knowing things"
Mr. Blake: "Just so my girl. Experience. Tell me then: Would you say you are innocent or experienced. You see, that is a difficult question to answer, is it not my girl? Here is another instead: If innocence is that bank of the river, and experience that bank, what is in the middle of the river?"

II
Maisie: "Do that mean he'll go to Hell?"
Maggie
: "Dunno, maybe. We're all going to Hell, I expect. I'll wager there is no Heaven"
Maisie
: "Maggie, Don't say that!"
Maggie: "Well, maybe there's a Heaven for you, Miss Piddle. You'll be awfully lonely there, though"
Jem: " I don't see why there has to be just the one or t'other. Can't there be something that's more a bit of both"
Maggie: "That's the world Jem"

Excerpt from Chevalier's Burning Bright

Originally posted on August 18, 2008

Bukan!! Bukan Pacar Tapi Cacar

0 Comments

Perkuliahan satu bulan yang selalu bikin gue laper di siang hari dan sore hari (karena terlalu banyaknya energi yang terkuras buat mengerjakan soal) akhirnya selesai juga. tinggal berdegup-degup menunggu hasil ujian yang cuma berisi P (pass) atau NP (no pass). *sakit hati gak siy lo...-red*
neways..satu minggu terakhir bisa dibilang salah satu ujian terberat yang gue hadapi. bukan dari segi materi (buat gue ujian apapun itu, materinya pasti berat. I HATE TESTS!!) tapi dari segi ujian mentalnya. brief info biar gak bingung sama cerita gue. selama matrikulasi ini ada dua mata kuliah yang gue ikuti. financial accounting dimana 40% nilai ditentukan oleh nilai ujian akhir dan 35% oleh financial statement analysis presentation (groupwork). dan business statistics yang hidup matinya nilai ditentukan oleh ujian akhir. Nah semua nilai penentu nilai akhir itu diambilnya ya minggu ini, mulai senin sampe kamis.
di saat-saat hectic seperti itu. hitting the books almost every night, and thinking about groupworks all day long. ada satu tamu yang sudi-sudinya menampakkan batang hidungnya. sadly to say bukan orang, bukan temen, bukan pacar, tapi cacar..lima hari sebelum presentasi gue mulai merasakan radang-radang di tenggorokkan, dan tepat dua hari sebelum presentasi, red spots mulai bermunculan di kulit gue. karena kesigapan, penyakit ini segera tertangani sebelum terjadi komplikasi atau semakin parah. makanya other than red spots dan perih2 pada rongga mulut, gue tidak merasakan gejala2 cacar yang lain seperti demam, pegel linu, menggigil. oleh karena itu pula gue pun memutuskan untuk maju terus pantang mundur ikut presentasi dan ujian akhir, walaupun dengan muka yang merah matang, dan sedikit2 menjulurkan tangan untuk menggaruk2 punggung. and praying really hard penyakit gue tidak akan menular ke orang lain. hehehe..(^,^)v
the sacrifice has been made. sekarang tinggal liat niy hasilnya kaya apa. meanwhile i just want to sit back and relax..
just a random thought..is the plan of travelling to Karimun Jawa still on??


Originally posted on August 7, 2008


Totto-chan si gadis cilik di jendela

0 Comments

Baru aja menyelesaikan buku tentang Totto-chan dalam waktu yang cukup kilat. well..gak cepet2 amat siy, tapi lumayan cepet lah dibandingin baca buku wajib kuliah gue. huehehehe..XD
Udah penasaran sama buku ini dari jaman baheula. Kata orang-orang bagus ceritanya. Dan setelah baca buku ini..gimana ya..it's such a cute story. dilihat dari sudut pandang anak-anak yang masih polos. Kadang-kadang terharu baca ceritanya dan kadang-kadang tertawa. gak seperti novel pada biasanya. yang ceritanya diawali dengan introduction, permunculan permasalahan, klimaks, dan penyelesaian masalah, sampe akhirnya happy ending atau bahkan sad ending. buku Totto-chan ini lebih mirip kisah-kisah pendek Totto-chan selama bersekolah di Tomoe Gakuen, trus cerita2 itu dikumpulin jadi satu buku. walaupun begitu penyusunan cerita nya berdasarkan alur waktu.
Jadi si Totti-chan ini cuma murid kelas 1 SD yang di-DO dari sekolahnya yang pertama karena dia selalu membuat keributan. Sebetulnya apa yang dia lakukan biasa untuk ukuran anak kecil yang tertarik sama sesuatu dan jadi excited sama sesuatu itu. Tapi untuk ukuran sekolah2 konservatif (seperti kebanyakan sekolah yang ada di dunia ini), perilaku si Totto-chan ini emang mengganggu proses belajar mengajar. Sampe akhirnya di-DO-lah dia dari sekolahnya dan akhirnya dia belajar di sekolah yang namanya Tomoe Gakuen. Sekolah unik yang kelas-kelasnya merupakan gerbong2 kereta, sistem pengajaran yang membiarkan murid untuk melakukan urutan pelajaran sesuai keinginan masing-masing, dan konsep pendidikan yang membiarkan anak-anak untuk tumbuh secara alami.
Yang paling menarik adalah ketika anak-anak itu tau cara menghargai orang lain. inget gak siy dari SD sampe SMA kita selalu belajar yang namanya toleransi pas pelajaran PPKN. sampe berbusa2 kayanya mulut guru2 PPKN itu mengajarkan kita bagaimana menghargai orang lain. tapi pada prakteknya tetep aja nyerobot antrian, buang sampah sembarangan, bawa-bawa SARA dan people with special needs, intinya menyimpang dari nilai-nilai yang sudah diajarkan.
seriously..if only there's a school like Tomoe Gakuen. gue rasa kita akan belajar untuk selalu menerima perbedaan orang. baik secara fisik maupun prinsip..


Originally posted on July 13, 2008


Masa cibik-cibik sudah berakhir

0 Comments
Masa orientasi yang lamanya lima hari itu pun akhirnya selesai. Gue pun menyimpulkan bahwa masa cibik-cibik di PMBS sudah terlewati. Lima hari kemarin kurang lebih gue dicekoki dengan lifestyle PM, biar gak kaget kalo nanti beneran nyemplung ke PM. So..Juli adalah saatnya berenang-renang di tepian untuk mendapatkan pondasi yang kuat. Dan mulai September to the next 16 months selamat berenang-renang di kolam arus PM..Hopefully demi mempersiapkan diri buat berenang-renang ria di lautan. hehehe..XD

neither rain nor lightning can stop me, not even big waves and hurricane, this girl is ready to strive!!

@memakai barang hadiah...huhuhu finally I won a game v(^o^)v







Originally posted on July 4, 2008

Sekarang saya pakai kacamata kuda

0 Comments

Ada saatnya dalam hidup, lo disajikan dengan dua pilihan. Pilihan yang dua-duanya cuma bisa lo asumsikan akan ada segentong emas yang di ujung jalan, tanpa bisa dipastikan bahwa lo haqqul yaqin bisa melewati segala rintangan yang akan dihadapi.
Lo cuma bisa mengira-ngira apa yang akan terjadi, dan mencoba mengukur kemampuan diri lo.
So finally, I have to make a really tough decission..
I pick up my phone and made a call to refuse an offer. For sure I don't feel great afterwards. I felt like I was a quitter, defeated. Gue pun bertanya-tanya..why don't I go that extra mile to accept this offer..

Sampai akhirnya, di sesi terakhir kelas kemarin, we talk a lot about "tujuan hidup" dan "arti kesuksesan". Gue pun mulai melepaskan segala kegundahan dan me-reset pikiran gue. Menata ulang prioritas gue, strategi yang akan gue lakukan, apa harapan gue, keinginan gue, dan what kind of a better person I would like to be. Satu yang dapat gue simpulkan, bahwa memang sudah saatnya gue memakai kacamata kuda. Fokus untuk meraih apapun yang gue inginkan, tanpa menyesali segala keputusan yang sudah gue ambil..

without vision, you'll lose direction
without mission, you'll lose passion
without both, you have no life to live

p.s. this is dry (but still express it)..postingan yang asli terhapus karena lupa gue save. betede...

originally posted on July 1, 2008

Bebeng, It's Worth A Visit

1 Comments
Kalo melakukan trip ke jogja, biasanya niy kunjungan2 cuma seputar Borobudur, Prambanan, Parangtritis (and other beaches like Sundak, Drini, Krakal, Baron..dll), kaliurang. Atau wisata ke-kraton-an kaya tamansari (lengkap dengan kunjungan ke mesjid sokotunggal dan lorong bawah tanahnya), keraton Jogja (baik kratonnya dan musium2 pendukungnya..XD), atau bisa juga ke tempat2 shopping bangsanya Malioboro, Kota Gede, Kasongan, Bantul, dll.

On my latest trip Jogja, we finally tried something new. Gue sekeluarga pergi ke tempat yang namanya Bebeng. Persisnya dimana gue gak ngerti2 banget (soalnya diotak gue gak tersimpan peta jogjakarta, hehehe..), intinya siy lewat Jalan Kaliurang terussssss aja ke utara..ntar juga nyampe. hohoho..XD
Apa itu Bebeng? kalo kata babe gue siy itu pos pengamatan Gunung Merapi. Inget kisah dua orang meninggal gara2 terperangkap di bunker on Merapi's latest erruption?? well this is the place.
Pas hari H trip ke Bebeng ini, gue sekeluraga rela bangun pagiiii skali dan melakukan perjalanan panjang ke Utara demi melihat puncak Gunung Merapi yang bersih dari kabut. and as usual..it's all worth it. beda dengan dua gunung yang sudah gue kunjungi. Puncak gunung Merapi itu sangat2 tandus. cuma ada bebatuan..pohon-pohon tinggi nya cuma ada di lereng gunung aja. asumsi gue siy ini karena Gunung Merapi masih aktif makanya tandus (bener gak??).
Anyway..sedikit foto di sana, sedikit bergaya di sini, and an awful lot of sitting around and enjoying the atmosphere, dan pastinya sedikit pelajaran geologi dari sang babe. Bebeng memang hanya menawarkan the beauty of nature,,jadi jangan harap lo bisa belanja sampe tepar di sini. Kecuali kalo emang lo berniat memborong kaos2 dengan sablonan gunung merapi dan wajah mbah maridjan. FYI..yuph..the famous mbah maridjan live near the site..

so..anybody willing to take me on a trip to the peak?? cause i am so in..\(^o^)/

originally posted on June 26, 2008

vote for the look

0 Comments
upon browsing the old copies of reader's digest, gue menemukan satu artikel seru tentang makeover-o-matic. bukan barang baru di dunia maya (lagian tu artikel rilis juga taun 2003) tapi gue baru liat aja..hehehe

karena banyaknya waktu luang yang tersedia (mengingat status gue yang masih freelancer) gue pun coba-coba browsing web ini..
jadi ada dua situs yang menyediakan jasa coba2 rambut-makeup-dan aksesoris. ada www.clairol.com/tios_2.jsp atau www.substance.com/es/mom . gue lebih menyarankan untuk mengunjungi situs yang kedua. soalnya sign up nya lebih mudah. gak perlu mengisi serentetan kuesioner yang diajukan seperti di situs yang pertama (maklum namanya juga situs jualan, hehe).
after long hours of uploading a picture and segala langkah2 yang harus diikuti. akhirnya foto gue ready untuk di make-over. thanks to this web you don't have to worry about about a bad hair cut..
so vote for my look. dalam kesempatan ini gue juga mencoba beberapa signature look dari para selebriti. seperti victoria beckham (look no.5), madonna (look no.7), dan Rihanna (no.8) -although she has it on a different colour-.
yang paling bikin gue ngakak itu the-tante-monet-look (no.6) -originally a mary j blige hair do-. mengingatkan gue akan masa2 SD gue. percaya gak percaya gue pernah berpotongan rambut seperti itu, sampe suatu hari saat gue kelas lima SD ada temen gue yang paling badung menyapa gue "halo tante monet". pulangnya gue langsung minta ganti potongan rambut!!

Originally posted on June 19, 2008

What am I Missing Exactly?

0 Comments

Setelah 11 bulan berkecimpung dalam dunia piano teaching. the days at the musical playground are soon to be over. Give it all up untuk menempuh satu jalan yang hopefully merupakan jalan terbaik yang gue pilih.
so what am i missing exactly??let's count the ways..karena semakin mendekati detik-detik perpisahan, semakin sinting pula hari-hari gue. hehehe..XD

  • Sebut aja murid gue yang berinisial S. Anaknya pinter tapi lebih seneng ngobrol dan bercanda daripada gue ajarin main piano. 11 bulan ngajarin dia (termasuk masa cuti) gue udah ngerti banget perilaku dia. Sampai akhirnya kemarin dia ngomong "Kakak.. aku laper..bagi makanan dong..". gue teringat sama snack stick balado gue yang gue simpen di ruang admin. tapi masa iya gue ngasih murid gue begituan, ntar dia sakit tenggorokan gue yang dimarahin lagi. yah akhirnya susah payah gue membujuk dia buat mau melupakan cacing-cacing diperutnya yang sedang bergeliat kelaparan. Pas mau maen lagu terakhir, rengekan dia udah berubah "Kak..aku laper banget bagi 1000 dong buat beli makan". Kaget setengah mati bu..sampe pelajaran berakhir pun dia ngomong gitu, gak mau pulang pula, ngegontelin gue, padahal murid berikutnya udah dateng. Halah pusing...baru kali ini gue dipalak sama murid gue..
  • Murid gue yang laen adalah seorang murid dengan kebutuhan khusus. Orangnya penyayang banget, dan setiap kali dia les, sebelum mulai main pasti dia selalu menanyakan keberadaan pengajarnya yang dulu. suatu percakapan klasik sebelum pelajaran dimulai:

gue : halo..masuk kelas yuk...(sambil menggandeng untuk menuju kelas)
murid : kakak *** mana??
gue : kuliah
murid : ku-li-ah...di mana??
gue : di bandung..jadi gak bisa ngajar..
murid : di-ban-dung(agak2 sengau)..aku kangen sama kakak ***
gue : aku juga kangen sama kakak *** sekarang main piano dulu ya sama kakak..

percaya gak percaya niy, the only way to win her heart is memainkan lagu bunda nya Melly Goeslaw kurang lebih 2-3 kali di akhir pelajaran. biasanya setiap kali gue mainin lagu itu dia sambil nyanyi semampu dia, sambil melukin gue dan nyiumin gue..huhuhu..XD

Just in case you are wondering..yuph..kejadian ini selalu berulang setiap minggunya selama 11 bulan gue mengajar di sana.

  • another special need student, the one with autistic, juga membuat gue terbengong2 bulan ini. gue tau dia sangat suka piano dan suara piano. menurut gue sebagai murid autis effort dia untuk menguasai piano bahkan lebih dibandingkan murid2 gue yang normal. he just loves it so much. biasanya niy..sebelum mulai pelajaran dia udah masuk duluan ke ruangan (karena dia murid pertama gue di harinya). trus dia mencet2 (bukan main2 yak..) piano...jadi gak sayup2 terdengar suara gumbrang..gumbreng.. gumbrang..gumbreng.. dari ruangan gue. dia cuma mau main piano sambil buka buku kalo ada gue. selebihnya piano itu dimainkan ala dia (di rumah juga gitu). he makes his own music. dan tiba2 minggu lalu..selagi nunggu gue..sayup2 terdengar lagu2 yang biasa gue latih sama dia..wow..this is really impressive.
  • masih cerita tentang seorang murid, yang tampaknya sangat2 mengetahui bakat alami sebagai pemburu dan penyebar gosip. suatu hari dia bilang "kak..kak..mbak aku kan punya pacar di sini", dan selanjutnya dia bercerita panjang lebar tentang perawakan sang pacar mbak-nya...bla..bla..bla.. gue cuma berpikir "sekentara itukah sehingga dijidat gue tertulis BIANG GOSIP!!"
  • Beberapa hari yang lalu..rekan2 pengajar gue (jieh..XD) berkesempatan untuk menjajal kemampuan gue menyetir. gue diajak menjenguk seorang teman di RS IMC ala konvoy. perjalanan pergi aman terkendali walaupun mereka deg-degan ngeliat gue nyetir yang seringnya mepet kendaraan lain, dan sempet gondok mendampingi mobil gue karena gue berkendara di bawah 50km/jam dan setia mengantri di jalur yang antriannya pualiiiing panjang. Pulangnya..sadly to say..gue nabrak semen cor2an yang ada di pinggir jalan yang biasanya dipake satpam2 buat duduk. hua...sedih...hikz..hikz.. mereka bilang "gila May..perjalanan pergi, ceritanya udah hebat, ternyata pas pulang ceritanya lebih hebat lagi!!!"
  • Saat2 paling menyenangkan adalah saat kumpul2, baik di tempat les atau di luar tempat les. Paling asik niy ngerujak di pantry atau ngegosip di ruang admin, sambil ngajarin si Tante maen internet wakakakakk..XD. Testimonial mereka niy..gue dulu disangka "pendiam" dan "pemalu".."bocor"nya baru keluar waktu diajak karaokean. (gimana ya..gue bocor kan emang hasil gemblengan lo2 pada yang suka ngajak gue nyanyi2..you know who you are..-red)

Well..there is a lot more incidents that had happen in that Playground, which i couldn't name one by one. Whether bad or good, dreary or comical, I'm sure will be missing the playground filled with music.

Originally posted on june 8, 2008

It's Time - Tohpati

0 Comments

nope..am not thinking of writing something mellow about it's time to..bla..bla..bla..
tenang..kali ini gue gak akan curhat yang berat2. huehehe..XD
so..beberapa hari yang lalu gue menyempatkan diri untuk menonton konser instrumental. finally..setelah dalam hitungan tahun kayanya gue gak pernah menghibur diri dengan menonton konser (karena keterbatasan sumber daya).
Dengan ajakan dari geng TMDI akhirnya gue nonton konsernya Tohpati yang bertajuk It's Time (sesuai dengan judul albumnya yang paling anyar). Seriously it was hysterical (in a good way). Bukan..bukan hanya karena gue kesana dengan geng TMDI yang bocor banget, bukan hanya karena gue sukses berfoto dengan tohpati dan indra L (aduh..gue pasti dicap norse sama Kak Ratih, wakakakak..XD), bukan hanya karena how groovy eugene played the sax dan yesaya hit the drums, but the concert itself was great. Kapan lagi siy..lo pulang dari suatu konser, with a melody stuck in your head, and a feeling you gotta buy the CD.
Dan percaya sama gue..beli CD It's Time yang asli, it worth every penny..
p.s. penasaran kan.. (^o^)v


Originally posted on June 1, 2008


Becoming Jane and The New Hearthrob

0 Comments
confession...confession...

yak..gue memang penggemar film-film adaptasi dari buku-buku Jane Austen. Mulai dari Sense and Sensibility, Pride and Prejudice, sampe versi Indianya Pride and Prejudice, yang diplesetkan menjadi Bride and Prejudice.
Semua buku (film), nyaris punya inti cerita yang sama. The girl comes from a poor family, with a free heart. Dengan tekanan dari seluruh keluarga (lebih tepatnya mami yang cerewet) untuk menikahi/menggaet pria yang tepat. Yang dimaksud dengan tepat adalah cowok yang kekayaannya segambreng, and owns half of the village. Si tokoh2 utama cewek, yang romantis tapi rasional ini, pastinya mengejar pria-pria yang sreg di hati. That’s where the hectic begins. Penolakan dari keluarga si anu.
Tekanan dari keluarga si ini. Si itu yang tidak memenuhi standar. Si ganteng yang ternyata penipu. Si abang yang cinta setengah mati. Seems like everybody’s wishes has to be granted. Dan tidak semua orang gets what they want. Penipuan, pengorbanan, dan patah hati adalah ramuan utamanya.

Terlepas dari itu semua, gue pun menonton Becoming Jane, yang merupakan film biografi kisah cinta si mbak Jane Austen ini. Yang rumornya dari kisah cintanya yang membara tapi tragis ini lah, semua novel2nya terinspirasi. Sepertinya ibu Jane ini (yang diperankan oleh Anne Hathaway) adalah kembang desa pada jamannya. Terbukti dari semua pria yang madly in love sama dia, dari yang cupu, yang kaya, sampe yang ganteng. Seperti de-tour, setiap pilihan ada pro kontranya. Pada akhirnya Jane Austen disodorkan dengan dua pilihan utama. Mas-mas kaya yang didukung penuh sama keluarganya tapi mbak Jane gak cinta sama dia. Lalu ada mas-mas ganteng (yang diperankan oleh James McAvoy) calon jaksa dari keluarga miskin, yang menggantungkan isi dompetnya dari harapan-akan-warisan-si-Paman yang juga jaksa. Jadi pria mana yang akhirnya dipilih Jane. FYI: Jane Austen tidak pernah menikah selama hidupnya yang singkat itu. *devilish smile*

Nonton Becoming Jane emang kaya nonton semua film adaptasi buku Jane Austen jadi satu. Tokoh ini mirip dengan tokoh itu. Adegan ini mirip kaya adegan itu. Walaupun endingnya berbeda jauh dengan ceritanya yang happy-ever-after. In the end, seperti film2 yang lainnya, gue juga jatuh cinta sama film ini (hahaha..XD). Walaupun bagi beberapa kritikus, film ini not good enough (terutama karena aksen Anne yang kurang convincing sebagai orang Inggris), bagi gue the chemistry antara mbak Anne dan mas James is good enough.

Speaking of which, saatnya mengintroduksi the new heartthrob. Siapa lagi kalo bukan jreng…jreng…James McAvoy. Sebelum main di Becoming Jane, lo pasti akan mengenali dia sebagai Mr Tumnus the Faun di Chronicles of Narnia. Selain itu dia juga muncul sekelibet di Band of Brothers (baru muncul sebentar langsung mati di perang pertama). Makanya waktu nonton ni film, gue merasa familiar dengan mukanya. Sebetulnyan masih banyak lagi film lain baik serial TV atau movies yang dibintangi dia. Tapi karena sebagian besar rilis di negeri asalnya Inggris, jadi banyak yang meneketehe deh. Bukan cuma eye candy, menurut standar gue (yang gak tau subjektif atau objektif) aktingnya oke banget. Kalo diliat pas doi maen di Narnia, lo pasti percaya dengan karakter Faun yang paranoid, neurotic, lugu, dan inferior. Tapi diliat dari film ini, karakternya berubah jadi *as the film call it* lawyer-with-reputation, yang artinya ntu karakter gak paranoid, gak neurotic, gak lugu, dan gak pula inferior. Walaupun pada akhirnya dikalahkan oleh kekuasan uang. (Yup, money is THAT powerfull).

Tidak merekomendasikan apa-apa buat lo semua. Tapi bagi penggemar Anne Hathaway, James McAvoy, Jane Austen, atau drama era 1800-an, silahkan menonton film ini. It’s all in there the money, the power, the dispute, the romance, and the drama.

Originally posted on October 3, 2007

0 Comments

pesan pendek dari seorang teman seperjuangan:
Segala yang terbaik, hanya akan datang dari yang terbaik
Semua yang terindah, tidak akan pernah datang dengan mudah
Hanya dengan sakit, kita akan bisa menyentuh langit
Keringat, darah, dan air mata hanya lah, yang dapat membeli semua
Bakar semua keluh, semua kesah, karena nya hidup tidak lebih mudah
Buang seluruh kecewa dan putus asa, karena nya hidup tidak berguna
Mulailah dari sekarang, karena hanya kita yang menentukan kisah hidup kita
Dan percayakanlah semua, bahwa matahari telah tercipta bersama kita
Kerja, kerjakanlah semua
Karena tangan kita yang akan mengukur luas dunia kita

p.s. tetep semangat. Seberapapun sulitnya keadaan, jangan lupa untuk selalu bersyukur atas segala nikmat Yang Maha Kuasa yang kita terima hari ini. XD

Originally posted on September 16, 2007

Dunia Kusut yang Terlalu Sederhana

0 Comments

Kenapa dibilang dunia kusut?? Mungkin lo akan menganggap dunia ini sangat kusut. Karena ketika lo berhadapan dengan mereka, dunia yang tadinya berputar seperti biasanya seketika gempar. Menjadi terlalu kusut ketika cara berpikir kita yang agak rumit diartikan dengan terlalu sederhana. Well...itulah dunia yang baru aja gue hadapin.
Emang ya, kalo menghadapi anak kecil itu harus ekstra. Ekstra "DHOENG!!" maksud gue. Dengan begitu banyak tanda tanya-tanda tanya serta tanda seru-tanda seru besar di kepala kita. Karena reaksi mereka kadang-kadang sungguh-sungguh di luar perkiraan.
Contohnya ada salah satu murid gue yang hobinya ngomong terus. Ya gue siy nyaut-nyaut aja. Mana tau ya tiba-tiba dia ngoceh jargon2nya si Bapak yang wajahnya terpampang di spanduk2 onye yang tersebar di seantero Jakarta. Tiba-tiba aja dia ngomong "coblos kumisnya!", "coblos ininya", "coblos itunya", dan coblos-coblos lainnya. Yang akhirnya perkataannya ditutup dengan "Ayo Dukung ***** (maaf blog ini bukan ajang promosi pilkada)!!". Gue hanya bisa melirik dan membatin "OMIGOD".
Sangat menyenangkan untuk bisa mengajar di Taman Musik itu.
Mungkin kusut. Tapi bener-bener bisa me-refresh otak. Afun way of learning music. Also a fun way of teaching music.


originally posted on August 3, 2007


Kapas-kapas Manis

0 Comments
Tergila-gila sama kapas-kapas manis, a.k.a permen kapas alias cotton candy karena sodara sepupu gue yang addicted sama permen ini. serius saking tergila-gilanya dia nyaris membeli mesin pembuat cotton candy lewat internet. Dia terheran2 ketika tau kapas-kapas manis yang biasanya cuma dijual di pasar malem, taman bermain, atau carnival ini ternyata di Indonesia -lebih tepatnya Jakarta- bisa masuk mall, lewat salah satu toko roti yang terkenal di Indonesia jauh sebelum era Bread Talk ataupun Jesslyn K.

Jadi inget cerita jadul. Seperti yang udah gue bilang permen kapas ini kan biasanya cuma dijual di abang2 yang suka nangkring di pasar malem, dengan warna merah tua, biru tua, kuning tua, atau kadang hijau tua. kenapa gue bilang warnanya tua2, karena zat pewarna yang dipake emang nau'udzubillah mindzalik banyak banget dah. Nah sodara gue yang addicted-to-cotton-candy ini pun tergoda buat membeli kapas-kapas tersebut. Maklum ya, karena perutnya perut bule, alias gak tahan makan makanan yang tidak higienis, terlalu pedas, atau terlalu banyak zat asing, akhirnya malemnya tu anak panas tinggi. Sekaligus terserang penyakit pinky, soalnya bibir dan lidahnya pink, sampe ke buangan air kecilnya pun berwarna pink (untung BABnya gak ikut2an, hehe XD). Ya ampun abang tukang permen!!! zat perwarna apa yang engkau gunakan bang. Akhirnya dia pun kapok beli permen kapas di Indonesia, tapi itu cerita jauh sebelum si Permen Kapas meng-upgrade diri jadi jajanan mall.

Neways walaupun permen kapas ini terbuat sepenuh dari gula asli ternyata hanya mengandung sedikit gula, bahkan lebih sedikit dari sekaleng minuman berkarbonatasi. Permen kapas yang disajikan segede-gede gaban itu sebenarnya hanya mengandung kira2 100 kalori sisanya cuma udara. Makanya tiap kali makan cotton candy kaya' gak makan permen. Langsung lenyap into thin air begitu kena liur. This is what I love about cotton candy.

Cari punya cari ternyata bukan cuma mahluk hidup yang berevolusi. Cikal bakal permen kapas udah jadi tren di Itali sejak jaman 1400-an. Karena keterbatasan alat (waduh udah kaya' praktikum ajah) jaman dulu permen2nya tidak disajikan dalam bentuk kapas tapi benang. Tapi prinsip pembuatannya siy mirip2, memanaskan gula, gula yang terkaramelisasi dialirkan lewat lubang2 kecil, trus ditarik biar membentuk benang2 gitu. Terima kasih buat William Morrison dan John C. Wharton yang telah menyempurnakan mesin permen kapas jauh sebelum gue lahir. Haha...gak penting emang, tapi agak sedikit mengurangi nikmatnya dunia bukan =)






Originally posted on June 23, 2007

Chocolateholic

0 Comments
so...sodara gue yang sangat-sangat beruntung itu akhirnya kembali dari training tapi senang-senangnya di Paris. tampaknya dewi fortuna memang sedang menggandeng erat sang sodara, karena baru juga 6 bulan kerja udah di-treat jalan ke Paris sama vendor. all expenses besides shopping included. hah...would i be able to beat that kind of luck.

gue sebagai sodara yang selalu memanfaatkan kesenangan orang lain akhirnya memberikan sederet titipan buat kakak gue. gak usah parfum, gak usah baju, gak usah gantungan kunci. yang penting, dia bawain gue coklat. berbekal sederet merek coklat yang berasal dari prancis (yang setau gue emang jarang di Jakarta) hasil browsing gue di internet, dia pun take-off ke paris.
setelah beberapa hari di sana, dia ngomel sama gue. "lu nitip apaan siy, tiap toko coklat yang gue tanyain cuma bisa geleng2 kepala begitu gue tunjukin titipan lu, padahal tu udah toko coklat paling gede". akhirnya dia cuma beli beberapa coklat lindt (STD dah) dan satu kotak coklat Jeff de Bruges.
coklat yang berbasis di Brussel namun merupakan " leading chain of stores in the chocolate market in France" ini ternyata enak juga. once you eat it, it melts immediately on your tongue, and on your fingers. mmmm sedappp...Yang sangat menarik adalah gimana si chocolate factory ini mengemas barang dia. dengan menggunakan franco-belgian comic icon si wartawan tintin dan sahabat setianya yang pemabuk captain haddock. tiap coklat yang berbungkus kapten haddock itu merupakan dark chocolate, sedangkan yang dikemas tintin dari milk chocolate. hoho....sangat-sangat stereotipe.
muter-muter di airport emang gak pernah sia-sia. kakak gue menemukan coklat-coklat titipan gue di DFS airport selagi menunggu pesawat yang tak kunjung boarding. out of all the chocolates he brought, this one is my favorite. La Guinette dari Mademoiselle de Margaux. La Guinette terbuat dari cherry varietas Prunus cerasus oblaginska atau disebut juga morello cherry. diawetkan dengan Armagnac dan diselimuti oleh dark chocolate made with pure cocoa butter (so it says in the booklet). dan berdasarkan bookletnya lagi "you might find a few droplets of brandy (omigod...haramkah coklat ini, but...the hell to it, haha, it's delicious) on the product, proof that they are made by hand".
neways kalo lo-lo para chocolateholic secara tidak sengaja menemukan coklat ini di gerai-gerai toko. gue sarankan untuk mencobanya. yah itung-itung selingan dari coklat silverqueen dan coklat ayam jago. skale-kale makan coklat berat dikantong napah...jangan kaya' orang susah deh, hoho...XD
enough for the chocolate talk

Originally posted on March 17, 2007

Is it me or it really does smell hideous

0 Comments

It started as any usual about-to-go-to-research day of my life. Biasa sedikit jumpy dan terburu-buru mempersiapkan what to bring, what to be fixed, dan what to do. Berhubung hari ini gue berniat melakukan formula dengan bahan baku kacang hijau, gue harus mem-blender ntu kacang hijau dulu di-kost-an. Cuci heater, cuci blender, masukkan air ke dalam heater, colok stekernya, biarkan hingga air mendidih. Ketika air mendidih gue masukkan 300 gram kacang hijau kupas yang baru dibeli di H*** sehari sebelumnya (sumpe harganya mahal banget, 1:4 sama kacang hijau biasa). Hari ini hari pertama menggunakan kacang hijau kupas, karena penggunaan kacang hijau biasa ternyata gak cocok untuk biskuit. Berdasarkan pengalaman, kacang hijau direbus selama 30 menit biar empuk. Daripada waktu terbuang sia-sia tu kerjaan gue tinggal mandi dulu.

Pas gue mau keluar kamar mandi, tiba-tiba lampu mati. Diikuti oleh teriakan anak2 se-kost plus gerundelan abah kost-an ‘makanya pake listrik jangan bla..bla..bla....’. Hati gue pun turut berkecamuk. Menghitung-hitung kira-kira sudah berapa lama gue merebus kacang hijau, gimana caranya gue nge-blender tu bahan, pokoknya persiapan plan B. Gue keluar kamar mandi, loh kok yang mati lampu cuma beberapa kamar aja ya (termasuk kamar gue). O....ternyata jeglok, hm....ada apa ya?!?!?! Yah setidaknya gue berpikir positif masih bisa lah numpang kamar orang.

Ternyata begitu gue masuk kamar gue. Ada bau-bau gosong dan kebakar. Semakin curiga. Oh no... jangan-jangan....degdeg..degdeg... perasaan bersalah pun mulai menggantikan hati yang berkecamuk. Melangkah semakin jauh ke dalam kamar gue pun melihat bukti nyata di lantai kamar gue dengan mata kepala sendiri. Bekas semburan air yang nyaris membasahi delapan petak ubin, serta ceceran-ceceran kacang hijau di sana-sini. It’s like stepping into a war zone –lebih lengkap kalo disertai dengan soundtrack film Jaws-.

Kalo lo masih belum bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi sampai detik, let me tell you directly. Heater gue bleduk alias meledak. Belum selesai memikirkan apa yang harus gue lakukan selanjutnya dengan persiapan penelitian hari ini gue harus buru-buru buka jendela lebar-lebar dan sibuk mengibakan asap keluar kamar. If there is something I learn from what happen today, it would be ‘NEVER EVER boil anything in a heater other than water’. Percaya deh, gue masih untung, cuma bledug dikit terus mati lampu (FYI setelah 10 menit lampu menyala kembali, untungnya, kalo gak I’ve got a confession to make). Nah kalo misalkan gak cuma bledug, malah jadi kebakaran, lo mau tanggung jawab gimana coba, ya kan.

Well, kids!! Don’t try this at home!!!

Originally posted on April 13, 2007

Sotoy Mode : On

0 Comments

Udah mau lulus gini pasti banyak banget yang ada di pikiran. Contoh: kapan lulus, kapan penelitian beres, sidang bakal sukses gak, kalo udah lulus mau ngapain, kuliah lagi, cari kerja, apa kawin. Intinya: pikiran fully loaded, nyaris menghabiskan memori otak yang berkapasitas agak minim.

Untuk mendukung salah satu opsi masa depan, ada tuh satu tes yang kudu diikutin yaitu tes TOEFL. Jadi mahasiswa Bogor yang punya penelitian harus dikerjain di Bogor, bikin gue susah untuk mengikuti TOEFL preparation yang ada di Jakarta. Padahal pilihan di Jakarta itu lebih beragam. Setelah tanya-tanya, pilih-pilih, ngumpulin brosur, dan itung kancing, gue sama salah seorang teman tapi musuh bebuyutan, akhirnya memilih untuk les TOEFL di salah satu tempat les bahasa inggris di Pajajaran.

Sebelum membaca cerita ini lebih lanjut perlu diketahui bahwa gue dan temen gue adalah orang yang mudah disorientasi ruang. Jadi kita berdua pernah beberapa kali ke sana. Dari beberapa kunjungan itu kita masing-masing punya sedikit bayangan samar-samar di mana tempat itu berada. Tapi dengan kadar PD dan sotoy yang gede kita hajar-hajar aja mnuju tempat les itu. Sehari sebelumnya kita pasang rencana untuk naik angkot 03 dan berenti di gang tempat jual pie paling terkenal di Bogor. Dengan asumsi bahwa tempat les itu ada di ujung gang tersebut. Masuk ke dalem gang ternyata jalan bercabang-cabang. Akhirnya kita berdua nyusurin tiap cabang-cabang gang, satu persatu. Harapan sempet melambung ketika melihat umbul-umbul kecil yang mempromosikan seminar TOEFL iBT yang diadakan oleh tempat les tsb. Tembus sana tembus sini. Tapi kok tu tempat les gak keliatan batang idungnya ya?? Setelah nyaris putus asa karena nyaris masuk tempat biliar (karena punya dekorasi cat yang sama dengan tempat les tersebut), kita beranikan untuk bertanya ke bapak polisi yang lagi jaga di lampu merah, ”Pak tempat les ini di mana ya, itu tu yang ngadain seminar itu” (sambil nunjuk umbul-umbul yang ada di pinggir jalan).

Setelah diberikan sedikit pengarahan, ternyata tempat les itu beda satu blok sama gang kita. Baru sadar pula, harusnya kita gak usah sotoy2an pake jalan kaki. Karena ujung-ujungnya angkot 03 juga lewatin tempat les tersebut. Tempat lesnya itu di hook, jadi satu sisi menghadap jalan raya, satu sisi lagi menghadap gang kecil. Emang kalo bawa mobil pribadi harus masuk dari gang kecil itu, soalnya yang menghadap jalan raya itu pintu keluar.

Dengan hati kecut kita cuma bisa ngeles ”Gak pa-pa lah, kita kan penganut 10.000 langkah sehari agar badan sehat”

originally posted on March 30, 2007

Tragedi Itu Terulang Kembali

0 Comments

Tepat dua malam yang lalu, di saat lelah-lelahnya gue setelah membuat cookies tragedi itu terulang kembali. Saking cape otak-fisik-dan-batinnya gue sudah mengistirahatkan mata jam 8 malam. Seperti biasa lupa kunci pintu, lupa tutup jendela, dan lupa gosok gigi. Tiba-tiba jam 11 malam ada teriakan-teriakan ’ba....ba....ba...’ gak putus2, dan gue denger anak kamar sebelah mukul2in teralis jendela, disertai situasi cuaca yang mendukung (udara dingin, angin berhembus kencang, suara hujan rintik2, serta sediki geledek). Pokoknya gue terjaga dari tidur nyenyak gue, berasa di film-film horor akibat segala efek keributan di tambah lagi gorden jendela gue melambai2 di tiup angin. Serasa flash back, teringat kejadian hampir setahun yang lalu, dimana maling merambah kos-an gue, ributnya persis sama cuma yang ini gak pake bangunin tukang ngronda.

Sebetulnya gue pengen nanya2 sama anak kos-an ada apa siy??? Tapi begitu keluar kamar, ternyata semua orang udah masuk kamar masing-masing dan mematikan lampu. Dengan hati berdebar-debar gue buru-buru melindungi diri (siapa tau si sumber suara ini ternyata berbahaya) double lock pintu, tutup jendela rapat-rapat, dan tutup gorden erat-erat. Malam itu jadi malam paling panjang dalam hidup gue. Antara penasaran dan ketakutan sampe-sampe terbawa mimpi (liat orang gila di depan jendela gue pas mau nutup jendela).

Suara yang terdengar itu rancu, kadang kaya’ manusia kadang gak kaya’ manusia. Kalo pas gue mikir itu kaya’nya suara orang, gue cuma berharap moga2 tu orang gak ngapa2in. Kalo suaranya mulai terdengar kaya’ kambing gue cuma mikir, tetangga gue kurang ajar banget nge-drop kambing kok malem-malem.

Selang berapa hari gue baru inget lagi tragedi-malam-hari itu. Gue tanya ke anak2 ’itu suara apa yang bikin kita gak tidur semaleman’, ternyata ada orang gila ngendon di teras kos-an gue, trus dia ngoceh sampe subuh –sebelum akhirnya diusir sama orang2 kampung-. Hadoh!!! Kaya’nya ini menambah daftar panjang tragedi gue dengan para stresser. Seriously bukannya gue mau mengucilkan atau apa, tetapi bukankah lebih baik mereka ditempatkan di mana mereka seharusnya berada. Supaya tidak meneror dan mengganggu orang lain gitu. Hehehe.....

Originally posted on March 8, 2007

Cajuput Oil

0 Comments

Kalo ada satu barang yang gak boleh lepas dari gue. Maksudnya kemanapun gue pergi pasti selalu ada di tas gue. And the award goes to…..jreng..jreng.. CAJUPUT OIL atau bahasa Indonesianya Minyak Kayu Putih. Minyak ajaib ini bisa mengobati segala penyakit ecek-ecek yang menghinggapi gue. Contohnya pusing, masuk angin, sakit perut, mual, sumbilangeun, bahkan sampe digigit nyamuk. Nah untuk contoh yang terakhir ini, gue emang lebih percaya sama minyak kayu putih daripada sama obat oles anti nyamuk, terutama kalo lo udah terlanjur digigit sama nyamuk. Minyak kayu putih itu mengandung antiiritan jadi yah kurang lebih dapat mengurangi iritasi lah. Untuk beberapa orang cajuput oil bisa dibilang memiliki bau yang menyengat. Jadi bagi mereka yang memiliki hidung sensitif bukan jadi baik malah jadi puyeng-puyeng. Kalo kata temen gue yang anti balsem dan minyak kayu putih siy baunya terlalu bau-bus-ekonomi atau bau-nenek-nenek. Hehe…

Berdasarkan SNI si minyak kayu putih ini didefinisikan sebagai minyak atsiri berupa destilat hasil penyulingan daun kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn). Nah yang dimaksud dengan minyak atsiri itu adalah minyak yang mudah menguap, dihasilkan dari tumbuhan tertentu dengan susunan kimia yang sangat kompleks. Jadi gak heran kalo MKP punya bau yang menyengat, berkat adanya 50-65% komponen eucalyptol (cajuputol), terpineol dan beragam komponen terpen lainnya terciptalah bau cajuput yang khas dihidung. Bila digunakan dalam konsentrasi tinggi MKP dapat menyebabkan iritasi, selain itu MKP juga mudah mengiritasi membran mukus (ya daerah2 mata situ dah). Cari MKP di pasaran sangatlah mudah karena tersedia dalam beragam merek, dan ukuran botol, ada yang kecil ada yang gede, ada yang botol plastik ada yang botol kaca. Tapi intinya satu berwarna hijau. Berdasarkan kuliah dosen minyak atsiri gue (ini juga kalo gak salah denger, karena penjelasan didengarkan dengan mata tertutup pulas) seharusnya warna minyak kajuput itu bening tidak hijau seperti yang sering kita gunakan. Warna hijau ini ada karena MKP telah bereaksi dengan logam (dan denger punya denger lagi, kita emang tidak berteknologi untuk memproduksi MKP berwarna bening). Tapi setelah buka2 web tentang cajuput oil demi melengkapi info untuk entry blog ini, ternyata warna hijau itu dapat dihilangkan dengan cara destilasi dan jreng…jreng… warna hijau ini bukan disebabkan oleh reaksi minyak dengan tembaga (nah loh…info mana yang bener nih?!?!).

Neways, diakui bahwa cajuput oil memiliki beragam kegunaan, berdasarkan www.essentialoils.co.za cajuput oil memiliki fungsi therapeutic yaitu sebagai analgesik, anti neuralgik, antiseptik, anti sposmadik, dekongestan, ekspektoran, insektisida, febrifusa, karminativum, stimultan, sudorifik, vermifusa, dan tonik. (apa arti kata2 tersebut cari aja di kamus medis ye….) Pada intinya si minyak ajaib ini dapat berguna untuk menurunkan suhu tubuh dengan cara men-stimulasi kelenjar keringat, selain itu juga membantu mengurangi infeksi plus menenangkan sistem pencernaan. MKP juga dapat digunakan untuk penyakit kulit seperti jerawat (ya..betul jerawat!! Walaupun gue belum pernah coba2 ngobatin jerawat gue pake MKP, mungkin situ mau test drive, sebelah kanan pake MKP, sebelah kiri pake obat jerawat yang lain) dan psoriasis, dan yang paling ampuh tentunya proteksi kulit dari gigitan serangga seperti kutu dan parasit, dan nyamuk-nyamuk nakal pastinya.

Selain digunakan secara eksternal cajuput oil juga dapat digunakan secara internal alias oral alias diminum. Katanya MKP dapat digunakan untuk mengobati rheumatik kronik, dan komplain2 lainnya. Selain itu juga digunakan sebagai stimulasi ekspektoran dalam laryngitis kronik dan bronchitis, dan sebagai anthelmintic terutama terhadap roundworm (yang gue artikan secara harfiah sebagai cacing bulat). Sebetulnya gue sangat2 tidak menyarankan untuk menggunakan minyak kajuput secara internal, karena salah takaran sedikit bukannya menyembuhkan malah keracunan. Apalagi belum ada standarnya di Indonesia yang mengamankan MKP untuk digunakan secara oral (this is as far as I know).

Setiap barang asli pasti punya saingan barang palsu. Begitu pula minyak kayu putih, MKP palsu biasa dibuat dari minyak rosemary yang didestilasi dari kamfor, biji kardamom, dan air. Dan kadang-kadang dicampur dengan tembaga. Komponen ini dapat dideteksi dengan adanya residu setelah pembakaran, dimana ketika residu dilarutkan dalam asam nitrit dan ditambahkan ammonia berlebih akan memberikan warna violet. Dari sini dapat disimpulkan bahwa karakteristik Minyak Kayu Putih yang asli adalah terbakar sempurna tanpa meninggalkan residu apapun. Jadi untuk mengetahui apakah MKP yang lo gunakan asli atau gak coba ambil sedikit sampel, bakar di oven atau tanur atau apapun alat bakar yang tersedia di rumah lo, terus liat deh ada residu (abu) yang tersisa gak.

Oke selamat mencoba.

Daftar pustaka:

www.pdrhealth.com,

www.essentialoils.co.za,

www.dephut.go.id,

www.drugstoremuseum.com,

dan kuliah2 Ir. SK

Originally posted on March 7, 2007

Sing Along Song

1 Comments
Hari ini ada wisuda di kampus gue, sesuai tradisi selalu ada dua seremoni yang bisa dihadiri wisudawan/wisudawati. Yaitu seremoni untuk seluruh lulusan IPB yang diadain di GWW plus seremoni di masing2 fakultas –di fakultas gue lebih familiar disebut Lepas Landas Sarjana-. Nah buat acara LLS ini gue bersama 15 orang-an lainnya yang menamakan diri kita PaDus FATETA (yang kadang keberadaannya sering tidak diketahui oleh mahasiswa2 FATETA sendiri) selalu mengiringi jalannya acara LLS ini. Mulai dari nyanyiin Gaudeamus buat para petinggi2, Mars FATETA buat mempersemangat suasana, dan beberapa lagu persembahan buat sedikit hiburan (atau sedikit siksaan-hehe-).

Pertama kali bergabung tepat setahun yang lalu. Karena ajakan seorang teman yang menaruh kepercayaan terlalu besar sama gue (sumpah sekarang kaya’nya dia nyesel2 ngajak gue). Sebetulnya dia udah ngajak dari tingkat 2 tapi karena kesibukkan yang gak bisa di-nomor-dua-kan terpaksa berkali2 menolak tawaran. Akhirnya begitu kesempatan datang lagi di saat yang tepat, knapa gak....

Ternyata menyenangkan ikut PaDus FATETA, karena keberadaan kita murni karena kita suka untuk berada di situ. Bukan untuk mengejar prestise, duit, makan siang gratis, dan berbagai embel2 yang ada di belakangnya. Mau kita ber-lima, ber-sepuluh, atau bahkan ber-dua puluh, saatnya LLS kita pasti nyanyi (jadi kepikiran, jangan2 sebetulnya fakultas dah gak mau nyewa kita lagi?!?!). Yang paling penting adalah kita latihan karena kita ingin menampilkan yang terbaik. Gak ada peraturan yang terlalu mengikat, cth denda, sangsi, kontrak.

Well, today might be the last day to sing along song with you. I hope this could last forever, but I never want to be seating on the westwing seat forever. In times I’ll be seating on the center seat, enjoying the ceremony with friends whom I shared the last four years of tears and thrill. Walking down the stage as my name were called, shaked the dean’s hands, received a plaque, and get that rope on my hat moved.

Today could be the last day. Thank you for taking me in to the circle and showing me it’s such bliss to sing.

Originally posted on March 2, 2007

TOBAT!!

0 Comments

Masa perkuliahan, adalah masa di mana lo membuka mata lo. Iya, kalo jaman dulu kita melakukan sesuatu dengan tulus, di masa2 lo menjadi mahasiswa bisa jadi satu tetes keringat pun akan lo hitung dan dianggap hutang. Memang gak bisa dipungkiri nilai uang menjadi lebih berharga selama masa kuliah. Gimana gak, kemungkinan kantong kering di tengah bulan atau tengah minggu lebih mungkin terjadi di masa kuliah. Makanya kadang2 mahasiswa belajar korupsi kecil-kecilan dengan dalih biaya ganti tenaga. Contohnya niy, waktu jaman2nya fotokopian 75 perak. Kalo ada fotokopian handout yang dikoordinir oleh kelas, orang yang ketempuan buat memfotokopi pasti langsung matok harga cepe. Atau kalau misalkan fotokopian berharga 125 langsung dibulatkan ke 200.

Nah cerita selanjutnya adalah cerita temen gue. Iya, temen gue yang satu ini emang terkenal sebagai seksi dana dan usaha paling yahud. Di mana ada duit pasti ada dia. Percaya deh sampah pun bisa dijual sama dia. Kita sebut aja nama dia si A.

Oke, jadi mulai semester ini di kampus gue diwajibkan pembayaran SPP melalui auto debet. Tiap mahasiswa yang tidak melakukan pembayaran SPP melalui auto debet akan dikenakan denda sebesar 10%. Mengingat besarnya denda yang harus ditanggung mau gak mau semua orang langsung nge-cek saldo. Dan seperti mahasiswa lain yang punya account cuma buat bayar SPP, saldo si A ini bisa dibilang nyaris Rp 0,-. Jadi dia minta duitlah sama ibunya untuk bayar SPP. IPB adalah salah satu universitas yang punya iuran SPP yang rendah (hanya Rp 750.000,- bandingkan dengan universitas2 lain). Si A ini pun dibekali 1 juta rupiah untuk mengisi account bank nya. Mungkin insting money-money-money-nya terlalu kuat, atau mungkin memang iman dia gak kuat (hehe), jadinya yang dimasukkan ke dalam account pun pas untuk bayar SPP. Kemana sisa uang itu pergi?? Katanya siy dia gunakan untuk membeli baju buat audisi idol.

Si A kurang beruntung. Si A salah hitung. Dia gak memperhitungkan bahwa sebelum hari H auto debet, terlebih dahulu ada jatuh tempo pajak. Pas dia nge-cek ternyata duitnya tidak terdebet secara automatis. Dan setelah diusut punya usut, ternyata setelah dipotong pajak saldo dia tinggal Rp 749.815. Menurut tukang debet, saldo dia kurang, makanya gak didebet. Yups. Akhirnya si A ini pun terpaksa mengeluarkan 75.000 rupiah ekstra karena duitnya kurang 185 perak.

Selain tertawa terbahak-bahak gue bilang sama dia, makanya punya duit lebih jangan langsung dipake buat hura-hura. Amanahnya kan masuk saldo bank, malah jadi baju buat audisi idol. Mungkin si A ini adalah orang-orang yang masih dilindungi. Knapa gue bilang gitu, karena setidaknya dia masih diperingati. Yah, gue gak tau apakah setelah ini dia tobat jadi money-oriented atau gak. Soalnya sifatnya yang satu itu udah mendarah daging. Tapi setidaknya, moga-moga di masa yang akan datang, he’ll think twice before doin’ that thing again.

Originally posted on February 25, 2007

August 24, 2008

Endah..oh..Endah..

0 Comments

Kira2 10 hari yang lalu. Waktu itu gue lagi capek2nya abis pulang makrab. Berhubung gue termasuk orang2 kloter II, jadi gue pulang agak belakangan dari temen2 yang lainnya. Nyampe bogor udah jam setengah 7an, diharuskan mengerjakan tugas kelompok PPI pula. Yang memang harus dikumpulkan besoknya, plus presentasi laporan PPI mulai jam 8 pagi. Gue akui, gue emang tukang tidur. Kalo begadang2 gue pasti tidur duluan. Kalo ngerjain tugas kelompok gue paling tahan dua jam, tiga jam ngerjainnya. Nah tapi malem itu lain dari yang lain. Udah ngantuk, otak gue pake loading lama. Akhirnya gue cuma bisa tertidur pulas. Jam 12 teng, bu idesh bangunin gue, ngajak pulang. Kata dia, sebetulnya dia gak tega bangunin, tapi daripada kita semua digrebek dan kena maklumat babakan, mending pulang ke kosan masing2 deh. Akhirnya kita cewek2 berlima, dengan langkah gontai menyusuri jalan bateng-bara dari pangkalan angkot. Walaupun mata sayu sekilas tertangkap banyangan Endah, di seberang jalan. Sayangnya bukan Endah Merdekasari yang salah satu anggota kelompok PPI kita, yang mobilnya sering kita tebengin (hehe...XD), tapi Endah orang stress di sekitar kampus yang gossipnya stress gara2 ditinggal kawin kecengannya. Nah si Endah ini terkenal galak, terutama dengan orang dua2an, sama cewek2 berpakaian seksi. Mungkin kita2 yang apes, atau mungkin kita2 terlalu cantik (kembali, hehehe.....XD) hingga menarik perhatian Endah. Tiba2 dia teriak ”heh monyet!!!”. Mau kabur gak mampu, teriak balik gak nafsu, ngetawain dia ntar ditimpuk. Pikir punya pikir..... ini bukan pertama kalinya gue berurusan dengan orang stress. Selama nyaris 4 tahun di IPB, gue berurusan dengan orang stress lebih banyak dibandingkan 18 tahun hidup gue sebelum kuliah. Padahal ya, jelas2 di IPB itu gak ada jurusan psikologi, atau yang ngambil spesialis jiwa. Sumpah gak ada jurusan yang nyinggung2 ke situ. Kita itu urusannya kalo gak taneman, ternak, ikan, pangan, lingkungan, agroindutri yah pokoknya begituan dah. Tapi kenapa banyak orang stress di sekeliling kampus ya. Dulu jamannya gue tingkat 2, ada yang jaga plaza sukarnonya FAPERTA. Trus pernah juga di jalan tembus FATETA-GWW. Bahkan ada juga yang kalo ngliat orang2 lagi ngariung -entah itu rapat, ngobrol, atau belajar- langsung nimbrung. Nah sekarang yang paling menyeramkan orang stress telanjang yang jalan2 di depan Radar-Perwira, kadang2 kalo dia lagi kuat jalan bisa nyampe deket2 Bubulak. Kalo udah ketemu dia, bawaannya pengen buru2 nyebrang jalan. Kalo bisa gak papasan dah. Dari semua para stresser, emang cuma Endah yang paling legendaris. Ceritanya hidup terus sepanjang masa. Karena emang korbannya banyak. Ada yang diludahin, ada yang dicium pipi kanan pipi kiri, ada yang kalo ketemu dia selalu diteriakin ”belom mandi ya lo”, atau di sumpah serapah (seperti yang sering gue alami). -01022007-


Originally posted on February 3, 2007

Dari Ketawa sampe Nangis

0 Comments
Mungkin dua minggu terakhir ini bisa dibilang minggu paling menyibukkan buat gue. bukan knapa2 siy. emang sebetulnya tu sibuk dicari. karena gue sendiri yang menerjunkan diri alias volunteer untuk terlibat. tapi sumpah ternyata yang harus dipikirin emang banyak. belom lagi UAS, trus UMK, trus Penelitian, eh..gue malah cari perkara. tapi seneng siy dengan outcome yang didapatkan.

kemaren baru aja makrab bareng TINers 40 di Cibodas. siapa sangka yang dateng nyaris satu angkatan. bahkan ada guest star kita yang satu itu tu. semakin menyadari bahwa we're running out of time...FAST!! gak akan pernah lupa, serunya karaokean, games yang gila, bergaya di curug, nonton video TIN (created by Mayang, Detri, Derry, Rae---cuih narsis) plus tuker2an kado. haha...such a sweet memory for our last gathering. mungkin di masa yang akan datang, akan lebih sulit untuk mengumpulkan kita semua -yang katanya terdiri dari berbagai elemen2- dalam satu kegiatan. tapi terinspirasi kata2 detri: kalo kita udah gak ada, kita masih bisa tetep dikenang di hati.

sore2 di villa

karaokean plus goyang dangdudh









GAMES!!!



BERMAIN BERSAMA DI CURUG CIISMUN

Originally posted on January 25, 2007

Wonderful World

0 Comments
Mungkin blog ini akan dimulai dengan kata2 yang sama dengan blog yang berjudul ’yups mayang si anak mami papi itu’.But not today. Cause I know I can, and I shouldn’t think too little of me. Emang pertama kali gue mencoba untuk naik gunung, banyak reaksi negatif dari banyak orang.

Ada yang bilang gue kesambet setan. Ada yang bilang gue salah gaul. Bahkan bokap gue nyaris melarang karena menurutnya it’s too risky, dan teman2 gue kurang persiapan. Dengan keras kepala, gue bilang. Gue percaya sama temen gue. Gue yakin mereka bisa bawa gue naik, dan pasti bisa bawa gue turun lagi. Dengan selamat!!

So dibelikanlah gue beberapa perlengkapan buat naik gunung bangsanya poncho sama sleeping bag (Gak lupa pula untuk melengkapi pengalaman gue yang minim, satu buku yang berjudul ‘Panduan Mendaki Gunung’). Dengan embel2 ‘paling cuma dipake satu kali’.

Tapi nyatanya. Here I am. Masuk ke hutan, mendaki bebatuan, menyeberangi sungai2, intinya gue kembali ke gunung.

Begitu denger anak2 itu mau naik ke gunung Pangrango, gue langsung mengajukan diri untuk ikutan. Karena gue emang belum pernah ke Pangrango. Baru ke Gunung Gede doang. Denger punya denger katanya Gunung Pangrango lebih tinggi. Jadi sekalian meng-improve diri lah. Ternyata improve yang dilakukan terlalu berlebihan. Karena gak cuma gue mendaki Gunung Pangrango tapi gue juga mendaki Gunung Gede. Jadi dalam waktu 3 hari 2 malam kita mendaki 2 gunung itu.

Bagaikan lagu wonderful world, pemandangan gunung memang sangat indah. For more gak cuma pemandangan yang gue dapet, tapi juga teman dan tawa selama perjalanan. Haqqul yakin, tanpa bantuan anak2 cowok yang rela bawain barang cewek2 biar lebih mudah sampe ke puncak Gunung Pangrango, gak mungkin gue bisa sampe kesitu.

Jadi gimana siy kronologisnya. Seperti biasa kita naik dari Cibodas. Karena berangkat telat, kita nginep di pos WC sebelum aliran air panas. Paginya kita langsung berangkat menuju Kandang Badak. Istirahat sebentar, repack, trus kita cao deh ke puncak Gunung Pangrango. Sempet kecewa begitu sampe puncak gunung Pangrango. Puncaknya cuma seuprit, gak ada pemandangan berarti. Pas nanya ke temen yang udah sampe duluan ’mana edelweissnya??’, dia cuma nunjuk satu batang edelweiss sambil bilang ’tu’. Heh!!! Shok juga. Tapi ternyata setelah kita berjalan sedikit lebih jauh lagi (turun ke lembah) nemu deh Padang Edelweiss yang dicari2. (FYI gambar di samping adalah para pejuang2 cewek yang ikut ekspedisi kali ini -ehm..ehm..- dengan latar belakang puncak gunung pangrango diliat dari Kandang Badak).

Jam 2 kita turun lagi dari Puncak Pangrango balik ke Kandang Badak. Niatnya langsung ke Gede. Tapi emang dasar udah malem, dan jalan ke Gede itu lebih terjal. Jadi kita mutusin untuk nginep di Kandang Badak semalem.

Begitu bangun pagi tanggal 14. Kita semua udah bertekad bulat. Kita harus mendaki Gunung Gede dan kembali ke Bogor lewat Gunung Putri. Perasaan ragu gue waktu malem, yang merasa diri gue gak sanggup pun harus gue hilangkan. Saat itu gue harus percaya bahwa diri gue pasti bisa. Dan ternyata puncak Gunung Gede dari Kandang Badak gak terlalu jauh. Apalagi gue + temen2 mencoba trek yang lebih terjal tapi lebih pendek. Mungkin melelahkan, tapi pengalamannya poll. Ketika sampe di tanjakan setan sebelah kanan. Gue menyempatkan diri untuk menengok ke belakang. Indahnya.... ada Puncak Gunung Pangrango yang tidak tertutup kabut setitik juga. Dalam hati gue membatin ’yups made it that far yesterday’. Mungkin gue gak sempet mengabadikan itu semua ke dalam kamera. Tapi gue bisa menyimpannya dalam memori gue.

Apakah ini bakal jadi hobi baru?? Jujur aja gue masih sering ngrepotin orang selama perjalanan. Gue akui gue masih banyak kekurangan dalam hal surviving in the wild world. Terutama karena gue terlalu menyandarkan diri pada temen gue, tanpa bisa menjadi tempat sandaran bagi yang lainnya. Tapi setidaknya niat gue kali ini untuk mendaki udah berubah. Niat gue adalah ’gue harus sampe puncak, no matter what’. Sedangkan dulu gue emang cuma pengen coba2. Kaya’ apa siy naik gunung, keliatannya seru, keren. Makanya waktu itu di tengah2 perjalanan gue sempet merasa ’apakah gue salah mengambil keputusan, kenapa juga gue mau diajak2 naik ke sini’. But now, it’s different.

Banyak hal yang gue dapetin. Gak bisa diuraikan satu per satu. It just feels extraordinary. No matter how many times you go there, no matter how many times you’ve reached the top, that sense of glory will always be there. Sempat terngiang-ngiang perkataan seorang temen di dalam bus selama perjalanan pulang. ‘gue paling suka di gunung, pemandangan paling indah itu ada di gunung, pantai mah gak ada apa2nya. Soalnya untuk melihat keindahan gunung itu lo harus usaha dulu. Itu maknanya, untuk melihat sesuatu yang indah perlu usaha’. Gue menyerap kata2 dia dalam arti luas. It’s as simple as one two three. When you want something, you just gotta work things out to get it. (secara halal tentunya)


Tim ekspedisi -ehm..ehm..lagi- komplit


Tim ekspedisi menuju Puncak Gunung Gede

Originally posted on September 15, 2006

 

Fioritura Fiori Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template