December 07, 2014

Decoupage 101 : Mengkombinasikan Decoupage dengan Photo Transfer

25 Comments
Setelah beberapa kali membuat hasil karya decoupage, kayanya kurang seru kalau hanya tempel lagi tempel lagi.
Beberapa waktu yang lalu saya sempat menemukan satu channel youtube yang isinya tutorial untuk mentransfer foto ke permukaan kayu. Teknik ini bisa dilakukan pula untuk permukaan kanvas dan lain-lainnya. Jadi instead of mencetak foto tersebut di permukaan yang diinginkan, sebaliknya kita cukup hanya memindahkan foto yang sudah kita cetak di kertas ke permukaan yang kita inginkan. Sebelum membaca lebih lanjut, *spoiler alert* kira-kira begini lah hasil jadi dari tutorial crafting kali ini. 
Hasil Akhir

Hasil akhir lebih detail
Bagaimana,, cukup tergiur?? Pada tutorial hari ini, saya akan membagi semua langkah-langkah dari A - Z sehingga mencapai hasil akhir yang diinginkan. Mulai dari :
1. Memperisapkan Foto yang akan digunakan (print)
2. Melakukan Foto Transfer
3. Teknik painting yang saya lakukan
4. Proses decoupaging

Mari kita mulai dengan bahan-bahan terlebih dahulu.
Bahan untuk foto transfer :
- File soft copy foto yang ingin dicetak
- Aplikasi computer : Photoshop
- Laser jet printer (jika tidak ada bisa ke tukang cetak/print terdekat seperti snappy, revo, dll. pastikan anda meminta foto dicetak menggunakan printer laser bukan tinta)
- kertas hvs putih
- heavy matte gel medium (banyak video tutorial yang menyarankan untuk menggunakan mod podge khusus photo transfering. Tetapi ada juga beberapa video yang menggunakan gel medium. Berhubung mod podge sangat langka, akhirnya saya pakai gel medium yang cukup banyak ditemukan di toko buku bagian cat&lukis)
- spons
- air

Bahan untuk decoupage:
- Talenan (hari ini permukaan kayu yang saya gunakan adalah talenan, but please feel free to explore)
- Cat akrilik (kali ini saya menggunakan warna chamomile, periwinkle ice, spring stream, -pink candlelight, persian green, star gold)
- lem decoupage
- Cat varnish
- kertas decoupage / servietten
- kuas
- gunting
- spons 
- Stencil

Bahan-bahan yang digunakan

Persiapan Foto
  1. Buka file yang ingin kamu edit di aplikasi Photoshop. Note : Sebetulnya edit ini dilakukan jika kamu ingin mengubah tone foto menjadi black&white atau sepia, serta mem-flip foto sehingga memiliki angle yang diinginkan. Perlu diketahui teknik foto transfer yang akan digunakan, mengakibatkan efek mirroring pada hasil akhir. Singkat nya adalah, benda yang sebelumnya pada saat dicetak berada di kanan, setelah ditransfer akan berada di kiri. Jika kamu sudah cukup bahagia dengan file soft copy foto yang dimiliki, bisa langsung print fotonya dan lanjut ke bagian tutorial berikutnya.
  2. Untuk memberikan efek B&W : Klik Image > Mode > Grayscale. Atau bisa juga dengan cara klik Image > Adjustment > Desaturate
  3. Untuk memberikan efek sepia : klik Image > Mode > Grayscale. Kemudian klik Image > Mode > RGB Color. Tambahkan filter foto dengan cara klik Image > Adjustments > Photo Filter. Ketika dialog box photo filter muncul silahkan pilih menu filter : Sepia. Ubah "set density" sehingga memberikan efek Sepia yang diinginkan. Jangan lupa tick box "Preserve Luminosity". Setelah semua terasa pas, klik "OK"
  4. Cara mem-flip foto : tekan ctrl+T pada keyboard, pada bagian atas aplikasi akan muncul beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk mentransform bentuk foto. Berikan tanda minus (-) pada box yang mengatur persentase lebar (W)
  5. Save dan foto siap dicetak. 
  6. Ingat! Cetak menggunakan printer laser, agar foto tidak luntur ketika ditransfer
Mentransfer Foto
  1. Letakkan foto di atas permukaan yang akan digunakan
  2. Tandai lebar dan luas foto pada permukaan dengan pensil
  3. Sisihkan foto, Oleskan gel medium pada permukaan yang sudah ditandai sebelumnya.
  4. Perlahan-lahan dan dengan hati-hati, tempelkan foto di atas gel medium dengan bagian yang bergambar menghadap ke bawah (bagian yang dapat kamu lihat adalah bagian kertas yang putih/kosong)
  5. Ratakan kertas, pastikan tidak ada gelembung udara yang terperangkap
  6. Tunggu hinggal gel medium kering
  7. Setelah kering, ambil segelas air dan basahkan spons
  8. Gunakan spons basah untuk meneteskan air pada kertas, lakukan berkali-kali hingga seluruh permukaan kertas basah
  9. Kemudian perlahan-lahan gosok-gosok kertas dengan lembut menggunakan jari
  10. Bagian kertas yang basah tersebut perlahan-lahan akan terkelupas, menyisakan foto yang telah tertempel ke permukaan kayu.
  11. Lakukan dengan perlahan-lahan, agar foto tidak ikut terkelupas semuanya.
  12. Setelah semua kertas terkelupas, oleskan cat varnish pada foto yang telah tertempel di permukaan kayu

Proses membuat decoupage
  1. Cat seluruh permukaan talenan menggunakan warna dasar. Pada kali ini saya menggunakan warna Chamomile yang warnanya sangat beige menyerupai kayu.
  2. Kemudian setelah cat dasar kering. Saya pun menggunakan tiga warna cat (spring green, pink candlelight, periwinkle ice) dan spons untuk pengaplikasiannya. Untuk memberikan kesan cloudy.
  3. Pertama-tama, tuangkan cat secukupnya pada palet.
  4. Kemudian celupkan sedikit ujung spons pada masing-masing warna. Pada tahap ini akan terlihat pada spons 3 warna yang berbeda tetapi sinkron.
  5. Petel (atau bahasa inggris nya Dab) sponsnya di atas permukan kayu. Jangan disapukan ya. Dengan begini, masing-masing warna akan tetap terlihat stand out tidak bercampur membentuk warna baru.
  6. Tunggu hingga kering.
  7. Lakukan transfer foto, seperti langkah-langkah yang sudah saya jabarkan di atas.
  8. Sampai tahap ini talenan sudah hampir separuh jadi. Selanjutnya adalah memberikan efek wash. Jika dilihat pada foto talenan yang lebih detail, talenan berwarna sedikit kuning dan glittery tetapi samar-samar. Hal ini dapat dilakukan dengan menyapukan warna Star Gold namun dengan opacity yang rendah.
  9. Pertama-tama encerkan cat akrilik dengan air secukupnya.
  10. Ambil spons, celupkan pada campuran tersebut dan sapukan pada permukaan kayu.
  11. Tunggu hingga kering.
  12. Sekarang kita sudah bisa menempelkan kertas decoupage untuk mendekorasi.
  13. Potong bagian kertas decoupage yang diinginkan. Tempel menggunakan lem decoupage.
  14. Setelah kering lapisi lagi kertas yang sudah ditempelkan menggunakan lem decoupage.
  15. Gunakan template stencil untuk menambah dekorasi pada talenan (dalam hal ini saya menggunakan template stencil dari Bo Bunny dengan cat Persian Green)
  16. Tunggu hingga kering, lapisi talenan dengan cat varnish.
  17. Selesai!

NOTE:
- Ketika melakukan transfer foto, wajar jika bagian foto akan sedikit terkelupas. Oleh karena itu pastikan ketika mengeletek kertas lakukan dengan hati-hati sehingga yang terkelupas hanya sedikit. Personally efek terkelupas ini memberikan kesan vintage pada foto.
- Untuk menambahkan kesan girly, bisa ditambahkan pita dan baker's twine pada gagang talenan

Last but not least, selamat mencoba! And do feel free to explore. Terus terang proses decoupage kali ini saya banyak mencomot sana dan sini dari youtube dan google. 

powered by GiftBox4U by Mayang

October 28, 2014

DIY : Yuk Main Drum!

0 Comments
Pada umur tertentu ada saatnya anak kecil senang sekali bermain bunyi-bunyian dan menabuh. 
Apabila kita berkunjung ke toko mainan, banyak sekali ragam macam drum-druman mini ini. Ada yang bertema drum band, jadi lengkap dengan harmonika dan terompet nya. Ada pula yang bertema full set drum, biasanya untuk permainan anak yang lebih dewasa. Yang sudah mengerti cara menabuh drum dengan benar. Semuanya hampir pasti berharga 100ribu ++
Saya pernah belikan anak saya satu set, tetapi mengingat, anak kecil masih suka bereksperimen. Hampir pasti drum itu selain ditabuh pasti juga dibanting, pukulannya pun selain dipakai untuk memukul drum dipakai juga untuk memukul semua benda yang terlihat, bahkan bisa tiba2 berubah fungsi jadi sendok-sendokan. Walhasil, belum beberapa lama pun drum nya somplak. Sebel gak sih lihat mainan mahal tapi cepet rusak. Kalau kata gambar2 meme "Sakitnya tuh Disini" *sambil memegang dada*.
Akhirnya, daripada keluar duit lagi, dimanfaatkanlah barang seisi rumah untuk buat drum-druman. Prinsip dasar drum mainan anak adalah dipukul tidak sakit, berbunyi menarik.
Bahan dasarnya:
1. Kaleng (bekas susu, bekas kornet, bekas apa aja) / toples plastik (bekas sambel teri, bekas sambel kacang) / kemasan paperboard tube (bekas keripik Pring***)
2. Balon
3. Double tape
4. Lem
5. Gunting

Untuk bahan penghias:
1. Kertas crepe/kertas kraft/kertas tissue (tergantung di rumah adanya apa)
2. Cat akrilik / cat poster
3. Pita
4. Sticker dan bahan-bahan lain yang bisa digunakan untuk menghias

Cara buatnya:
1. Bersihkan wadah yang akan digunakan.
2. Berikan double tape pada ujung wadah yang terbuka
3. Gunting bagian atas balon (buang bagian balon yang menyempit)
4. Rentangkan balon sehingga menutupi bagian wadah yang terbuka

Sampai sini sebetulnya gendang sudah bisa dimainkan, karena sudah berfungsi sebagai alat yang berbunyi ketika ditabuh. Namun agar terlihat lebih rapih, sebaiknya dihias.

Cara menghiasnya:
1. Ukur luas bagian badan wadah yang akan ditutupi
2. Gunting kertas sesuai dengan ukuran bagian badan wadah yang akan dihias
3. Hias kertas sesuai dengan keinginan
4. Lapisi bagian badan wadah dengan double tape / lem
5. Tempelkan kertas sehingga melapisi wadah
6. Berikan pita pada bagian atas drum, untuk mempercantik sekaligus bisa dijadikan gantungan anak ketika bermain (seperti pemain drum band yang ditivi2 itu loh)

Selesai!
Drum atau gendang atau tetabuhan ini pun bisa langsung dimainkan.


Note. My Baby seneng banget sama balon yang digunakan untuk gendang ini. Dia memang paling gemes sama balon. Balon yang sudah ditiup pun senang dijajal sifat karetnya yang melar. Saya jadi takut sendiri, takut dia trauma dengan balon yang meletus di depan muka. Nah, dengan gendang ini, dia bisa eksplorasi sifat karet yang melar tanpa takut balon meletus apalagi karetnya kejepret ke muka.

October 26, 2014

Belajar : Foto Minuman Puanas

2 Comments
Disclaimer: Ini cuma coba-coba. Sharing hasil praktek dari hasil googling. Kalau gagal dapat foto yang sesuai, harap maklum, coba lagi. Karena sesungguhnya Practice Makes Perfect.

Selalu penasaran setiap lihat iklan kopi dimana kopinya difoto panas-panas dan uapnya pun terlihat eksotis. Sedangkan saya, tiap kali foto teh anget, cuma keliatan teh nya aja, kemana uapnya?!?!
Beruntunglah kita yang hidup di jaman modern. Mau belajar sesuatu yang baru gak susah, tinggal berselancar di dunia maya dan banyak sekali orang-orang ahli yang berbagi ilmu baik melalu video youtube atau blog.

Dari hasil berselancar ini saya pun mendapatkan banyak tips.
1. Uap dari makanan sifatnya tidak seperti asap rokok (atau asap kebakaran). Asap rokok itu berwarna cenderung hitam, sedangkan uap makanan berwarna cenderung putih. Jadi jika ingin mendapatkan hasil foto uap makanan, sebaiknya pilih background yang agak gelap dan sederhana sehingga uap terlihat lebih jelas.
2. Lighting is key. Pencahayaan, arah datang cahaya serta dimana kita menaruh moncong kamera adalah hal yang paling penting.


Links to tutorial:
- Kalau googling "Photography Steam" video ini hasil yang muncul paling atas.

LearnMyShot punya banyak video tutorial lainnya buat kita belajar cara ambil foto yang hits banget.
- artikel yang ini saya dapet boleh ngubek2 google sampai halaman belakang. Tutorial nya rumahan, jadi walaupun kamu tidak punya tiga lampu sorot seperti LearnMyShot kamu tetap bisa mengambil foto yang diinginkan. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, lightning is key, and natural light works best.

Percobaan saya:
Untuk emak-emak bekerja, yang pergi sebelum sinar matahari memberikan sinar terbaiknya dan pulang sesudah remang-remang bulan muncul, mengejar natural light tentunya menjadi opsi yang hanya bisa dilakukan saat weekend. Akhirnya saya pun bermodal:
- kain flanel hitam, berfungsi sebagai background
- lampu meja duduk, biar bisa mengatur datangnya cahaya
- meja kecil, alat bantu untuk menyangga dan menaruh properti
Setelah semua perbekalan ini, jangan berharap saya bisa tiba-tiba langsung jepret uap di jepretan pertama. Saya pun sempat kecewa, perasaan eh perasaan semua properti sudah lengkap kenapa masih belum kelihatan juga. Setelah re-posisi semua properti akhirnya dapet juga foto yang agak pas.
Ini dia hasil jepretan-jepretannya.

FOTO YANG GAGAL

FOTO CUKUP SUKSES

October 05, 2014

Decoupage 101 : DIY Celengan

3 Comments
Ceritanya saya mau ngajarin my baby menabung (aduh,, ambisius banget ya, bayi umur 1 tahun sudah diajari menabung). Well,, sebetulnya asal muasalnya lagi adalah, waktu saya dan keluarga sedang jalan-jalan naik mobil, my baby ini sangat tertarik dengan recehan yang tentu saja berserakkan di mobil. Kemudian, tak sengaja dia menemukan celah sempit somewhere in the car, dia pun asyik memasukkan recehan-recehan nya ke celah tersebut. (alhasil saya dan hubby yang puyeng gimana cara mancing itu seribu-an keluar dari celah tersebut). Pikir-pikir, kayanya dia lagi seneng masukkin benda ke wadah, alias recehan ke celah sempit. Kebetulan pula, nemu kaleng bekas di rumah, akhirnya saya pun punya ide untuk bikin piggy bank (atau lebih tepatnya celengan tapi tidak berbentuk babi).

Bahan yang dibutuhkan:
- Kaleng bekas
- Cat akrilik
- Lem decoupage
- Kuas
- Sikat Gigi
- Palu
- Paku
- Paper napkin (untuk doimisili Jakarta, saya baru saja menemukan penjual decoupage napkin, paper dan alat2 decoupage lainnya yang based di Jakarta, harga bersaing dannn pengiriman gak pake lama. Silahkan langsung cek ke sini ya)
- Perfect Pens - Ranger (optional)
- Embossing dust (optional)



Caranya:
1. Pertama-tama karena namanya kita akan buat celengan, tentukanlah dimana bukaan celengan berada. Tandai, kemudian gunakan paku dan palu untuk membuat lubang.
2. Setelah beberapa kali mencoba buat decoupage, saya pun menyadari bahwa bahan-bahan seperti kaleng, gelas atau wadah2 dengan permukaan halus ini jika di cat menggunakan cat akrilik akan cenderung ngletek, alias cat nya gak mau nempel. Jadi sebaiknya permukaan dilapisi dulu dengan base coat atau cat primer (biasanya berupa spray). Tetapi berhubung saya ini orang yang seadanya, maka saya pun menggunakan lem decoupage sebagai gantinya. Karena menggunakan lem decoupage, hasilnya jadi sedikit agak bertekstur.
Kaleng dilapisi Decoupage Glue
2. Setelah lem kering, kaleng pun siap dicat menggunakan warna favorit.
3. Tahap berikutnya adalah menempelkan decoupage napkin ke kaleng. Decoupage napkin memiliki bahan yang lebih tipis daripada decoupage paper, selain itu terdiri dari 3 layer (3 ply napkin). Setelah pola yang diinginkan digunting, pastikan 2 lapisan napkin di bawah dilepaskan, karena kita hanya akan menempel 1 layer saja, yaitu bagian napkin yang bercetak motif.
4. Hati-hati ketika menggunakan napkin, karena lebih tipis maka lebih mudah robek. Aplikasikan lem pada bagian kaleng yang ingin ditutupi decoupage, kemudian tempel kertas napkin sedikit demi sedikit untuk memastikan tidak ada kerut dan gelembung udara yang terperangkap.
5. Apabila ada bagian yang belum ter-tempel, tunggu lem kering sebelum menambahkan lapisan lem lagi.
6. Untuk menambah sedikit aksen, saya pun menempelkan tulisan "-My Baby's Name- Bank". Pilih kertas printer tipis, tambahkan tulisan/gambar yang Anda inginkan menggunakan Perfect Medium Pen dari Ranger. Taburkan embossing powder diatasnya, rapihkan dan panaskan dengan emboss gun. Voila! you got a cool text to add . Gunting dan tempelkan pada kaleng.
7. Untuk menambah tekstur, Anda pun dapat menggunakan sikat gigi untuk memercikkan cat pada permukaan kaleng
8. Setelah semua tertempel dengan baik dan benar, berikan lapisan Varnish ke seluruh permukaan kaleng.
9. There you go!

Selamat mencoba!





powered by GiftBox4U by Mayang

Watercolor 101 : Basic Watercoloring by Sibebo

0 Comments
Semenjak follow akun instagram WorkshopKittyKitz, saya jadi keranjingan belajar segala macam ilmu kerajinan tangan. Nah kali ini, saya pun coba-coba ikut kelas dasar mewarnai menggunakan cat air. 
price : IDR 250,000 sudah termasuk alat-alat dasar untuk melukis (palet, kuas, beberapa lembar kertas khusus melukis cat air, and a multipurpose canvas bag to wrap it all)
when : workshop ini biasa dilakukan tiap bulan oleh WorkshopKittyKitz, untuk jadwal nya bisa langsung ke link berikut
The teacher : Pengajar nya adalah Nella Mareti (Sibebo). Mbak lulusan ITB mengajarkan basic watercoloring dengan jelas dan sangat asik sekali. Kebetulan kelas yang dibukanya adalah kelas kecil (sekitar 5-6 orang), jadi dalam waktu yang sangat singkat semua murid are well handled.
The modul : ada kelas menggambar bunga, dan ada kelas menggambar buah.

Apa yang dipelajari?
Terus terang niyya,, sejak dari SD dulu, saya bukan ahli gambar, saya pun bukan ahli mewarnai. Setiap disuruh menggambar saya biasanya hanya menggambar dua buah gunung, dengan matahari di tengng : Gambarnya bagus kok, karena setiap orang punya sah dan hamparan sawah. Tok. Til. Pemilihan warna saya pun sama sekali gak bagus. Saya sangat terpaku hanya pada satu warna coklat untuk menggambar batang pohon, dan warna hijau tua untuk menggambar dedaunan, langit haruslah biru muda dan matahari kuning terang. Bayangkan dengan hasil mewarnai teman saya yang langitnya campuran warna biru muda dan tua, matahari yang kuning keemasan dan ke-oranye2an. Serta gambar pohon yang tak lupa dilengkapi dengan bayangan2nya. Nah belajar dengan Mbak Nella ini sebetulnya seperti belajar to free your mind. Beberapa kali dia bilang "gambarnya bagus kok", karena semua ada style nya masing2. Jadi tidak ada ukuran yang eksak untuk mewarnai dan menggambar yang bagus. Sekarang kita masuk ke inti pelajarannya ya:

  • Sebelum belajar mewarnai, pelajaran pertama adalah menyesuaikan diri dengan kuas yang dimiliki. Untuk beginner, kami diberikan kuas round tip ukuran 8. Kenapa round tip? karena round tip ini lebih versatile untuk beginner. Kalau kita mau membuat garis tipis cukup posisikan brush tegak lurus, kemudian jika ingin mewarnai bidang yang lebih luas bisa diposisikan lebih miring. Jadi selayaknya pelajaran menyesuaikan, kita pun diminta mewarnai satu bidang kertas. Kemudian membuat garis-garis dengan berbagai macam posisi kuas.
  • Setelah itu kita pun masuk ke teknik mewarnai. Pertama-tama kami diminta membuat gradasi warna. Jadi setelah membuat goresan dengan cat air, kuasnya dicuci bersih kemudian mewarnai pun dilanjutkan dengan cat air yang tersisa di kertas. Hasilnya pun jadi ombre sekali.
  • Setelah itu kita belajar mewarnai wet on wet. Teknik ini adalah mencampur dua warna sebelum cat air sebelumnya kering. Sehinga hasilnya pun lebih blending. Tidak sengaja kami juga belajar wet on dry. Kalau dengan teknik wet on dry hasil warna yang dihasilkan lebih blocking.

  • Teknik mewarnai berikutnya adalah solid coloring. Kami diminta menggambar lingkaran, segitiga, dan segi empat dengan hasil warna yang merata. 
  • Nah, setelah belajar semua teknik mewarnai. Kami pun mempraktekkannya dengan jelly bean berikut. Tiap teknik menghasilkan efek yang berbeda.

Tips & Trik dari Mbak Nella
  • Sifat dari watercolor itu memang memberikan efek warna yang transparan. Jadi jika ingin mewarnai agak lebih tebal, setelah sapuan layer pertama, tunggu kering, kemudian sapukan lagi layer cat kedua agar warna lebih tebal.
  • Jika memberikan efek warna pastel, jangan campurkan warna putih dengan cat lain yang diinginkan, karena instead of memberikan efek warna lebih muda malah akan menjadi lebih butek. Untuk warna lebih muda, tambahkan air sehingga cat menjadi lebih encer.
  • Jika ingin memberikan efek splatter, cukup celupkan kuas pada cat warna pilihan. Kemudian jentikkan kuas dengan jari.
  • Tidak ada takaran khusus untuk mengencerkan cat air. Akan tetapi setidaknya encerkan cat sehingga tidak terasa kesat lagi. 
  • Sifat cat air akan mengalir dan meresap dimana ada air. Salah satu teknik lagi yang kita pelajari adalah, menggambar dengan kuas yang dibasahi oleh air bersih. Kemudian untuk mewarnainya kita cukup memberikan tetesan-tetesan cat air, dan me-miring2-kan kertas sehingga seluruh area tertutupi. Anehnya ya, si cat air ini tidak keluar dari area kertas yang sudah kita basahi, dan hasilnya pun memberikan efek gradasi yang unik.

Since it's practice makes perfect, saya pun meluangkan sedikit waktu setiap minggu untuk menguasai watercolor.
Jadi,, jreng,,jreng,, inilah hasilnya, kombinasi antara watercolor dan calligraphy (nanti kapan2 saya share juga Calligraphy 101 nya)

September 14, 2014

Decoupage 101: Apa dan Bagaimana

37 Comments
Kalau saya lihat instagram, akhir2 ini kayanya happening banget teknik "decoupage" di art and crafts section. Tetapi memang tampaknya teknik decoupage ini segala bisa, alias barang bekas atau sesuatu yang simpel bisa disulap jadi apa aja, ala shabby chic hayuk, ala vintage bisa, retro mode on oke. Saya pun kabita kepengen nyoba. Browsing2 youtube tampaknya mudah sekali buatnya, dengan efek yang dihasilkan pun sangat WOW. Ketika coba, memang mudah, bahannya gak banyak, dan hasilnya sesuai ekspektasi.

Apa Decoupage
Buat yang belum familiar, kita mulai dari yang paling dasar dulu ya. Apa itu decoupage? Decoupage ini sebetulnya adalah seni dekorasi dengan cara menempel potongan-potongan kertas pada permukaan sebuah benda, kemudian dicat untuk memberikan efek yang diinginkan. Kemudian tidak lupa di-varnish agar potongan kertas seolah-olah benar2 menyatu dengan objek tersebut. Kegiatan varnish ini dapat dilakukan berlapis-lapis sehingga mendapatkan efek menyatu.

Bagaimana Decoupage
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melakukan decoupage adalah sebagai berikut:
- lem decoupage (yang terkenal sih merek mod podge, tapi sekarang ada versi lokalnya yang lebih bersahabat)
- cat akrilik
- decoupage paper (atau potongan kertas lain yang desainnya kamu sukai, potongan kertas dari majalah misalnya. Keep in mind, semakin tebal kertas, semakin banyak varnish yg harus digunakan agar gambar terlihat menyatu pada objek)
- Cat Varnish (glossy atau doff sesuai selera)
- Cat Primer (Opsional)
- Paint Brush (ini tergantung selera juga bisa dipilih apakah mau menggunajan roller brush, foam brush, atau kuas lukis biasa. Pilihlah alat yang akan memberikan coverage paling baik untuk setiap medium)
- Objek utama (tidak ada batasan barang apa yang dapat di-decoupage, tetapi untuk pemula sebaiknya memilih barang yang tidak banyak lekuk dan rigid dulu seperti kotak tissue, nampan, casing HP, dll. Kalau sudah ahli bisa merambah furniture, sepatu, dan barang-barang lain yang ingin di uplift.
- shrink wrap (opsional, fungsinya untuk meluruskan dan menghilangkan gelembung yang mungkin terperangkap saat kita menempel kertas pada objek. Shrink wrap memastikan tempelan, menempel sesuai dengan lekukan objek.
Cara melakukan decoupage sangat mudah.
Pertama lapisi objek dengan cat primer, kemudian lapisi dengan cat akrilik warna kesukaan mu. Biarkan hingga kering.
Kedua, mulai menempel decoupage paper satu persatu dengan menggunakan lem decoupage. Gosokkan shrink wrap di atas kertas yang telah ditmpel untuk memastikan kertas tertempel dengan rata dan baik
Ketiga, pelan-pelan, oleskan kembali lem decoupage di atas permukaan kertas. Hati2 kertasnya jangan sampai menempel pada kuas dan robek. Biarkan hingga kering
Keempat, beri lapisan varnish. Tunggu hingga kering. Berikan lagi beberapa layer lapisan varnish, sehingga memberikan efek yang diinginkan.
Selesai!

Dimana??
Bahan Decoupage
Nah,, sekarang ini banyak toko online yang menjual acid-free decoupage paper, serta acrylic paint dengan warna yang sangat shabby chic. Semuanya produksi lokal oleh Kay&MeStories. Untuk yang domisili Bandung bisa memesan melalui BagusBagusWrapping. Toko online yang berbasis di Bandung ini memiliki koleksi lengkap dari Kay&Me. Tidak hanya kertas dan catnya, tersedia pula bahan2 kayu (seperti rak, box, mini cabinet, atau jam) untuk digunakan sebagai objek yang akan diberikan decoupage.
Tutorial Class
Terus terang saya belum pernah mengikuti tutorial class decoupage. Pernah beberapa kali ingin mengikuti kelas dari Stephanie La Maison saat dia membuka kelas di Jakarta, tetapi waktunya gak pernah pas. Akhirnya saya pun harus cukup puas dengan belajar via youtube. Banyak sekali channel youtube yang menawarkan inspirasi decoupage, salah satunya adalah Patti Elhoff (saya sampai subscribe loh). Tema yang diangkat Patti adalah upcycle melalui decoupage. Jadi buat teman2 yang merasa banyak barang rongsokkan gak terpakai di rumah, coba yuk kita upcycle dengan decoupage.

Eksperimen Saya
Ini pertama kalinya saya coba sesuatu dengan decoupage.
Kebetulan pas ada wajan yang nyaris dibuang, pas liat tutorial terbaru dari patti, dan passss banget BagusBagusWrapping re-stock kertas decoupage nya.
Jadilah saya coba2 buat shabby chic frying pan buat mempermanis dapur.
Yang saya buat ini versi sederhana (maklum namanya juga baru coba), tanpa efek antik dan bahan seadanya. Tapi lumayan juga hasilnya. Besok mau coba lagi bikin yang lain! :)

Note. Kertas decoupage yang digunakan patti agak berbeda dengan yang dijual di Indo. Versi impor ini bahannya lebih tipis, mirip seperti napkin. Nah! Buat tambahan ide, kalau kamu ketemu napkin dengan motif lucu, bisa loh dijadikan decoupage. Selamat mencoba!


powered by GiftBox4U by Mayang

August 19, 2014

Tutorial : Creating Glitter Effects in Photoshop (Freebie Alert!)

1 Comments
Okay, for most of the time, I have been using photoshop to edit pictures, color correction, saturation & sephia effect, or photo collages. I have never once try to design something from it. And so, since I'm into this thing called digital scrapbooking (I never thought it could be this addicting), I hop into one forum to another, and I found this one tutorial in PixelScrapper on how to create the glitter effects in photoshop.
For those of you who have been fooling around with photoshop, you'll find the tutorial easy to follow, it's all about getting the right texture, the correct level of opacity and how you blend each layers. There's definitely no right and wrong in doing this, because it is just a mix and match into your taste. In order to create the glitter papers all you need is 7 layers in your workbook. Here's the list from bottom to top layer.
Layer 1. is the color of your choice
Layer 2. is a layer filled with "Towel" pattern (to give the first texture to your glitter), and use the "Overlay" blending mode
Layer 3. is a copy of Layer 2 with blending mode set to "Soft Light"
Layer 4. is a layer filled with soft gray color (experiment with the gray shades!)
Layer 5. is a copy of layer 2 set to "Overlay" blending mode
Layer 6. is  another layer with the color of your choice, set the opacity to 30%
Layer 7. is a layer filled with "Web" pattern set to "Overlay"
Tadah! You got what you want.
For more detail tutorials you can visit the PixelScrapper Forum, and see how the discussion evolves. There're more tutorials from the community to take your glitter papers to the next level.

Last but not least, I have a glitter papers freebie. The glitter papers coordinate with a new bundle kit from Marisa Lerin, which is called Slovenia. I have never been to Slovenia (let alone setting my foot in Europe), but I have once visit Shrek's house & castle at Far Far Away Land (Universal Studio), and guess what, the kit works just perfect to capture it. It's a great kit to capture any fairytale or renaissance theme you got. But, what I've learned so far is, you don't have to get caught up in the kit's theme that you limited the usage of it. Sometimes the wrong kit works super well for the wrong picture (This is not a lie! I've tried it!). Okay, you must be getting tired already. Here's a layout inspiration using the Marisa Lerin's Slovenia bundle kit.


And obviously, the freebie you've been waiting for!
(Click image to download)


August 10, 2014

Space Exploring? Visit an Observatory

0 Comments
Though I love math, science such as physics and astronomy were never my strength subjects when I was in school. I always fail to understand the equation of gravity or any theory about heat, layers of the sky, or even type of clouds. But visiting a science museum never fails to amaze me. 
In Indonesia, we have a Planetarium right at the heart of Jakarta. And the famous Boscha Observatory in Bandung is sometimes open for public. Although I never really got a chance to visit the observatory (seems like everytime I went to Bandung, the observatory is always close). But the one observatory that will always be in my heart will be the Griffith Observatory Museum, LA, USA. I went there about 15+ years ago when I was just an elementary student. And even back then, the museum was filled with interactive experiments about the outerspace. Right at the front lawn, there's a statue of famous scientists such as Newton etc, and when you step a foot inside, you were greeted by a giant pendulum. And Griffith is the place where I first saw a solar telescope. It was gigantic!
Last July, one of PixelScrapper designer, Sheila Reid, release a Space Explorer bundle. And at first glance, the kit reminds me of the visit to Griffith Observatory Museum. I wish,, I really wish, that Indonesia has such a museum like it. It doesn't have to be as grand, well maintained is the least we expect.
Nonetheless, here's a sneack preview the bundle kit.

I've created a desktop calendar for August Desktop Calendar using the kit, and mix with a template layout from Marisa Lerin. Obviously featuring my picts from the Griffith Observatory.

You can grab the quick page following below link (clik on image). I have created 3 quick page to better suit your monitor size.



July 22, 2014

The Indonesian Guide to Shanghai Traveling

0 Comments
Truthfully, I don't know where to start this entry. The experience itself is kinda overwhelming for me.
Maybe I'll just divide this post into the preparation 101, how to get around, where to go. SO let's start.

Preparation 101
Lucky for me, my hubby and parents have been to Shanghai before. So I got a few of advises before I went there. Besides that Uncle Google also offers various informative websites. Nevertheles, here's a list to help you prepare your trips.
  • Periplus Map : sometime I ask my dad why he has a collection of map (you name it, he has it). But when I'm going to Shanghai, I guess I have to thank him for having it in the first place. Let's just say, I have the map memorized before I even went there. And also it helps me to better prepare my itinerary.
  • Google it! Most of you would definitely go to tripadvisor for advise. But for specifically China tourism I would suggest you to visit this page : http://www.chinatouristmaps.com/travel/shanghai.html. Let's just say that I got whatever I need from that page. I didn't get lost in Yuyuan Garden, Xintiandi or any other tourism site because of the detail tourism map of each area. And don't forget to sneak a peak at their itineraries, you'll be able to match it with the time you want to spend in Shanghai.

Going Around Shanghai
First off, when you get to Shanghai you don't need to worry how to get around. There're various choices of transportation mode you can choose of. Each has it's ups and downs.
  • Taxi : seems to be the most convenient type of transportation you can use. You only need to give the address to the driver then doze off or enjoy the Shanghai scenery and voila you'll be there. However, do be cautious. First, like most cities in China, not many taxi drivers can speak english fluently. Most of the time, when you give an address you need to show it written in Chinese character instead of latin. Second, during rush hour, there's not so many taxi around. Eventhough you flag your hands up and down, and the taxi light is on signaling that they're not taking any passenger, none of them would stop. Which leads us to third, sometimes the taxi doesn't want to use meter. They'll just name the price before you hope on, and it will be two sometimes three times higher than what you will pay using meter.
  • Metro : The Shanghai metro covers a large area of Shanghai, the network is extensive. Although not as clean as Singapore's MRT, but it's a good choice for low budget roundabouts. Not to mention it's extremely fast. No traffic, just be prepare that you need to exercise your feet, changing lines, up and down the stairs, and get a bit crushed in the Metro. But, don't be afraid, the Shanghai Metro is perfectly bilingual, unless you have an issue with map reading, I would suggest you at least try to get around using Metro.
  • The Big Bus : IMO for tourists, I guess the Big Bus will be one of the preferable choice. The double decker bus is open from 9.00 AM to 6.00PM. With 100RMB you will get a 1 day pass, means you can just hop on and hop off the bus at any stations. They have 3 bus lines, which cover almost all the Shanghai landmarks. When you get on the bus, they will give you a map of the tourist sight and a headset so you can listen to the Shanghai introductory along the way. It's easy to spot the Big Bus station, you can buy the ticket on the spot or if you'd like to plan you can also book via their web. Apparently available in other countries too.

Where to Go

  • Madame Tussaud : I never went to Madame Tussaud before, and was a bit doubtful if Shanghai has one. And apparently they do! Luckily it was only two doors away from my hotel in West Nanjing, so visiting Madame Tussaud is definitely the first thing we do. Like any other Madame Tussaud the museum is filled with wax figures of famous people from celebrities to athletes, royals to innovators. What makes Madame Tussaud Shanghai different? It is filled with Chinese celebrities, such as Fan Bing Bing, Jackie Chan, Vicky Zhou and many others. Don't forget to bring your selfie stick (tongsis) when you visit Madame Tussaud, it's definitely the place to get selfies with your favorite celebs.
  • The Bund Area : The Bund area is a nice place to enjoy the Shanghai skyline. Right by the Huangpu River which was the busiest river for trading back in the time. Featuring old buildings with European architecture used to serve as merchant banks. On the other side of the Huangpu river is the Pudong district, featuring the famous Oriental Pearl TV Tower, which was the tallest building in Shanghai until 2008 when they completed Shanghai World Financial Tower. At night you can enjoy both building lit up from the bund area, with the Huangpu River cruise boat cruising here and there (also lit up, so it's kinda festival of light in the night)
  • The Oriental Pearl TV Tower : I went here the first day I came, which was on a weekend. It was so packed with tourists (mostly locals), and I have to queue at least 1km (1.5hour) to get to the observation deck. The tower has 3 observation deck which is at 90m (filled with binoculars at every corner), at 259m where they have the skywalk, and at 315m where they have the space capsule. Oriental Pearl Tower has a 360 degree observation deck, means you can go around the observation deck and enjoy every corner and crooks of Shanghai. For 160RMB you can get up to the skywalk observation desk. It's worth the try, having the sensation of standing up above a clear glass watching the busy street. For 220 RMB you can get up to the highest observation desk. Sadly I bought only the 160RMB ticket, and can't tell you what it feels like at the space capsule.
  • The Bund SightSeeing Tunnel : To go back and forth between the bund area and the oriental tv tower, you don't only get to use the taxi. There's another fun way to go, it is through the Bund sightseeing tunnel. If you get to the bund, just look for a stair way down that says "Bund Sight Seeing Tunnel", it's near the intersection with Nanjing Road. For a roundtrip ticket you have to pay 70RMB, but you can buy a one way ticket as well. You can also buy the Bund Tunnel ticket bundled with tickets to other tourism site such as Oriental Pearl TV Tower, SWF Tower, the Marine Park. What's inside? It's basically an underground tunnel dividing the Huang Pu River. The tunnel's wall are filled with laser lamps, and you'll be entertained by the laser light show.
  • YuYuan Garden : Now this is actually one of my favorite place in Shanghai. How can I not love! It's a beautiful place with a very chinese architecture. It's like I'm suddenly in a Kungfu Boy comic. Around the garden is filled with shops selling souvenirs, local delights, authentic tea, and many others. Moreover the garden itself is beautiful, with 30RMB per person it's heavenly. Try to enter the garden during low season, I believe you can imagine yourself as a Han Dynasty poet wandering around the garden looking for inspiration, listening to the sound of silence. I can't get enough of the YuYuan Garden & the surroundings that I visit the place twice (yes,, twice!!) during the trip.
  • Religious Sites : As a Chinese country, Shanghai is influenced by confucianism and buddhism. There're some famous temples that worth the visit. Just to look around, enjoying the golden roof, jade buddha, or observing people praying and making a wish by throwing coins. I visited two, there was the Reclining Jade Buddha, the temple was a bit far off from the city, therefore taking the Big Bus was an advantage. The temple was filled with Buddha statue and all the other Gods. At 4 PM, I was able to witness the monks doing their daily prayer. There's another one at the corner of Yan'an street right straight from Nanjing Road. It was called the Jing'an Temple. The temple is slightly smaller, but not less majestic. The roof, the top of Pagoda is all coated in gold. Eventhough you are new to the neighborhood you can immediately spot the Jing'an Temple from far away.
  • Nanjing Lu : I believe this is the most famous road all over Shanghai. The East Nanjing part is strictly for pedistrian only. You can see the place is kinda the heart of the city. It's always filled with people. And on weekend nights, it's the sea of people out there. What to do here? Obviously shopping! It's like 2km of shopping malls, from international brand to local brand, everything is here. Two blocks away from Nanjing Lu is the Fuzhou Lu. Basically known as the cultural street. Why? Well simply because the street is filled with stationery shops, And,, if you're a fan of chinese calligraphy, it's the best place to get the "four treasures of study" at a bargain. Moreover we have lots of books shop and book cafes on the street.
  • Xintiandi : Basically the most uptown area across Shanghai, filled with branded designs, variety of international and a bit expensive cuisine. Yes, it's a place where the expatriates hangout. What's interesting is the architecture of the street. Build on the French Concession Area, entering Xintiandi is like suddenly you're in Europe, complete with the European fountain, outdoor cafes, brick road and brick wall. The site of The First National Congress of the Communist Party is also nearby. 
  • Around People's Park : People's Park is probably the best meeting point if you'd like to meet up with a friend. When you call it People's Park it's definitely for the people of Shanghai. I manage to get a stroll by the park. It's busy, as it is the intersection of 3 busy metro lines, and right at the corner of Nanjing Lu. But it's also busy with kids playing the carousel, or senior residence gathering and exercising together. I guess People's Park really is the Central Park of Shanghai. Just a walk on the outer side of the park you can find Shanghai 3 popular buildings : The Shanghai Urban Planning Exhibition Hall, The Shanghai National Museum, The Shanghai Grand Theatre. Too bad, I don't have the time to visit all, just manage to enjoy the building from the outside.
I guess that's about all the interesting sites I manage to visit. There are tons of others though. If you're interested in Chinese history you can visit the Sun Yat Sen Residence, or if you're familiar enough with Chinese literature & poetry, you can also visit Taikang Lu. I also heard from a friend that the botanical garden is worth a visit, although a bit far from the centre of the city. If you're staying a while longer you can also sign up for a trip to nearby cities like Shuzou or Huangzhou which are famous with their waterfrons cities (almost like the Venice of Asia).

Tips
  • Yes! It's always crowded. China is one of the most populated country in the world so don't be surprise if it's always crowded. Especially during summer holiday and weekends, be prepare to queue at every favorite tourist attraction (I learned this the very first day I arrive). I got to witness the swarming sea of people moving from West Nanjing to East Nanjing trying to reach The Bund in the afternoon. It's like a mountain spitting lava, that's how Nanjing Road looks like.
  • Limited English. Not many Chinese know how to speak English. Most of the time I went shopping, they will show you the calculator the agreed price. Some strangers had come up to me, mistaken me as  local, asking me (I don't know what) something about their Nikon camera or Instax camera, but when I said "Sorry,," they will immediately retract and waving their hands no longer interested to ask. 
  • The cleaning forces are superb! Yes I have to give them thumbs up for this one. At a place where cleanliness is not a habit (truthfully I saw a lady squating at side of a busy street just because she needs to take a loo, and yes spitting on the street is not forbidden here), the cleaning forces do manage to get all the trash out from the street. I even get hushed once, because I spill crumbs on the road, and the cleaning lady wanted to sweep it away. 
Last but not least, are you ready for the sneak peak? Well here's one made using TripWOW.


July 19, 2014

Sand & Beach - Freebie

0 Comments
It's Summer Madness at PixelScrapper!!
We have the Summer Layout Madness throughout July in which everyone is invited to set a digiscrap target and enjoy the pack with a different theme everyday. It is so much fun, you can still hop on for the ride, as July is not ending yet.
And to top it of, Elif Sahin (one of our designer) is launching a Sand & Beach bundle kit this weekend. The perfect kit to capture your holiday at the beach. Hey! It's summer we all need a little tan during summer.
Here's a sample layout created by me.

Ain't that fun?
The bundle consist of 5 different kit: elements, solid papers, patterned papers, journal cards & stamps.

Last but not least! Here's a stack paper & cluster freebie created using the Sand & Beach kit by Elif Sahin.

Enjoy!

July 16, 2014

Say Hello to the New Addition for Pixel Scrapper Team!

0 Comments
After one year going around the web searching for the perfect digiscrap community out there, I finally set my foot on PixelScrapper. I never thought I would ever be more involved in the forum, but yet here I am. Applying for a spot on the team earlier this month, and now I'm officially part of the cheer team! :)
For starter, Marisa Lerin one of our designer is publishing a new kit called Road Trip this July 14th. The perfect kit to embelish your road trip/travelling photos. And as Indonesian, I would say this kit will match perfectly well with the "Mudik" excitement we're going to face in less than 2 weeks. So here's a sneak peak of Marisa Lerin's new bundle (image is linked)

And, here's a sample layout and a quick page freebie for you! (click image for the QP freebie)

The pictures are from my Shanghai vacay/business trip last week, which I promise will make another post for you about the Shanghai roundabouts.

July 01, 2014

July! Happy Ramadhan!

0 Comments
Hello,, hello,, 
First I'd like to say happy ramadhan, for those of you who will be fasting for this one whole month. May the month of Ramadhan filled with rahmah and baroqah.
Second, I can't believe it's July already! July is the month of birthday for almost everyone in my family. It's like a never ending celebration for us. As most of chinese origin families, every birthday we always eat noodles. Why? they say it is so we can have a long life. Maybe the length of a noodle is an inspiration to resemble a long life. :)
Next, I'm sharing a desktop calendar for July with you. I'm using a kit from the PixelScrapper : June Blog Train, the theme is "Oh Baby Baby". If you're just having a baby or would like to give a digiscrap gift to your friend who just gave birth, this is the perfect theme to use. As for me, as I'm celebrating "my 29th day" this month, I'm using this kit to reminiscence my younger year as a baby.

P.S. I'm sneaking one picture of my baby boo here. Can you tell which one it is.




June 01, 2014

It's June Already!

0 Comments
It's June already! Means we already halfway to the end of the year. Work related wise, means it's already time for Mid Year Review and 2015 pre-budget. Adapting this to our daily life, means it's time for us to take another look for 2014 resolution check list, and start to build baseline for 2015 (oh, I'm talking totally like a demand planner now). 

Last month we had the interNational Scrapbooking Day, and I spent the day by joining a workshop by Gudily. Which I still owe a DIY tutorial for you. For those of you who doesn't know Gudily, it is an online store which sell masking tapes by mt tape, and some other party supplies such as paper straws, paper plates, wooden cutlery, etc. If you want to buy offline, they have assorted collection dropped at Koloni108, Bandung. Now on the workshop, we created some pop up greeting cards & decorations. Which I promise I will make a post on, so you can have more DIY ideas. :)

Moving on,, we went to the zoo few days ago. And to tell you the truth, if you planned to bring a one year old to a zoo then you have to be prepared for the "zoo rush" which is like the "sugar rush". All day long, she wouldn't stop pointing, jumping up and down, babbling, and dancing. No sleep, no eat, all play! It was a tiring day, but aren't we glad that the kid has so much interest in wildlife animal. 

Therefore this month's desktop calendar is dedicated for the day at the zoo. I'm creating this layout using the template & the colaboration kit from Gotta Pixel designers blog hop. 


May 04, 2014

Read A Book a Day Keep the Knowledge to Stay

1 Comments
Siapa yang tahu sih kalau tanggal 23 April yang lalu merupakan Hari Buku Internasional?
Buku memegang peranan penting sehingga keberadaannya pun dirayakan secara worldwide.
Tidak salah rasanya jika ada pepatah yang mengatakan "buku adalah jendela dunia". Sebuah cerita bisa membawa kita ke belahan Eropa, Antartika, bahkan hingga ke luar angkasa dan negeri antah berantah. Begitu powerful nya sebuah buku, kalau kita lihat cerita-cerita jaman kolonial dulu, negara yang menjajah pasti akan melakukan pemusnahan buku di daerah jajahan. Semua ini dilakukan agar terjadi pembodohan massal. No history, no knowledge.
Tapi tahukan kamu, tindakan kriminal apa yang lebih buruk daripada membakar buku? Membakar buku lebih baik daripada tidak membaca buku sama sekali.
Nah,, mumpung belum terlambat, mari kita budayakan gemar membaca buku, dan kita tularkan ke lingkungan sekitar kita. Mulailah membaca dari sedini mungkin. Berikut ini adalah manfaat membaca(kan) buku pada anak yang dikutip dari berbagai sumber. Happy belated international book day!


Dua belas manfaat membacakan buku untuk anak:

1. Menumbuhkan minat baca seumur hidup. "Mengajak anak-anak secara aktif terlibat dalam proses membaca, dan membuat mereka berinteraksi dengan orang dewasa, adalah kunci untuk menumbuhkan minat dalam membaca," ujar BeAnn Younker, Kepala Sekolah di Battle Ground Middle School, Indiana, Amerika Serikat.
2. Berdasarkan data dari National Center for Education Statistics di Amerika Serikat, anak-anak yang orangtuanya rajin membacakan buku kepada mereka cenderung untuk menjadi pembaca yang lebih baik dan pintar di sekolah.
3. Membaca untuk anak-anak membantu mereka dengan mengenal bahasa dan mempercepat perkembangan bicara.
4. Memperluas kosa kata dan mengajarkan anak-anak bagaimana mengucapkan
kata-kata baru.
5. Membaca untuk balita mempersiapkan mereka untuk sekolah, di mana mereka harus mendengarkan apa yang dikatakan kepada mereka (mirip dengan apa yang mereka lakukan ketika sedang membaca).
6. Membaca untuk anak-anak yang lebih tua membantu mereka memahami tata bahasa dan struktur kalimat yang benar.
7. Anak-anak dan orangtua dapat menggunakan waktu membaca sebagai bonding time (memperkuat kedekatan). Ini kesempatan yang sangat baik untuk berkomunikasi langsung dengan mereka. Orangtua juga bisa memberikan perhatian secara maksimal pada anak.
8. Mengasah kemampuan anak untuk mendengarkan.
9. Rasa ingin tahu, kreativitas dan imajinasi semua dikembangkan ketika sedang membaca.
10. Membantu anak belajar bagaimana mengekspresikann diri mereka secara jelas dan penuh percaya diri.
11. Anak-anak bisa belajar bagaimanaa harus bersikap saat menghadapi situasi atau lingkungan baru. Membacakan buku untuk anak juga bisa membuat mereka lebih siap ketika mereka menghadapi kehidupan nyata.
12. Saat membaca, anak-anak dapat mengetahui ritme dan melodi bahasa bahkan sebelum mereka dapat memahami kata yang diucapkan atau ditulis.

Pesan Sponsor.
Ingin mulai membaca dan menularkan gemar membaca pada anak, tetapi bingung bagaimana memulainya? Bisa dimulai dengan koleksi hidangan bergizi dari Pelangi Mizan loh. Untuk katalog bukunya bisa mampir ke sini.
Selama bulan May 2014 promosi besar-besaran untuk buku Nabiku Idolaku, Halo Balita, Ensiklopedi Bocah Muslim, serta Confidence in Science. Bisa langsung menghubungi kami untuk info lebih lanjut.

May 03, 2014

May Calendar Quick Page

0 Comments
Hellow!!
We are a bit behind for the May calendar, forgive me, I have super bad wifi connection these past few days. So we are on the 5th month of the year already.
It's iNSD (interNational Scrapbooking Day) today, Happy iNSD! What are you up to for this iNSD? I'm joining a mttape workshop by Gudily today at the Handmade Movement Bazaar. I might share with you what I learn :)
May is  a special month for me, as I got married on this month. Woohoo! Happy anniversary to me! How my husband and I met is what I always thought as the real life version of "Everything will be beautiful in it's time". If I looked back there were so many times that we could've bump into each other, yet we just went by as strangers pass by. We have so many mutual friends in the same circle yet fail to realize each other existence. So I guess it really is fate that finally brought us together. In the spirit of celebrating my anniversary here's a vintage looking calendar made from the Pixel Scrapper blog train feebie. Plus, I'm sharing you a poem from my wedding invitation, it's an improved version from this one. Hope you like it.
What If?
You met someone who’s truly the opposite of you.
But despite the differences, you don’t mind any of it.
What If?
You met someone who’s not perfect.
But you feel like you can cope with their little imperfections.
What if?
You met someone who doesn’t ask you for the world.
But you’re willingly to give it anyway.
What if?
That someone you met is me.
And that someone I met is you.
Then let’s consider us lucky.
because in this world of confusion and uncertainty,
we two have found each other

How to's:
1. You need 5 pictures for this calendar
2. Put one picture on top of the clipping mask layer
3. Right click on the picture layer and choose "create clipping mask"
4. Adjust accordingly
5. On the put text layer, you can change the text to any quotes you like, by default it's a poem I've shared before.

Note. Image is linked.

April 21, 2014

Scrapbooking : Ink 101

0 Comments
Punya hobi itu menyenangkan tetapi juga berbahaya.
Setelah selesai dengan proyek DIY Banner untuk pesta ultah anak, saya pun segera memulai proyek yang tertunda setahun yaitu : My Baby First Years Album.
Semua bahan hampir bisa dibilang lengkap, mau pita2 lucu ada, sticker2 timbul komplit, puncher2 unik sudah stok, kertas bermotif setumpuk. Tapi kok semakin saya larut dengan proyek ini, semakin banyak saya ingin mencoba menambahkan media-media baru. Dan akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba "ink-ing".
Dalam kegiatan scrapbooking tinta tidak hanya digunakan memberikan warna pada kegiatan stamping dan stenciling, tetapi juga dapat memberikan kesan "worn out" atau "distress" pada kertas. Selain itu beberapa jenis tinta juga dapat digunakan sebagai dasar untuk embossing.
Nah,, dengan semangat berabagi nih (karena saya juga baru tau, kalo ternyata jenis tinta untuk paper craft itu ada banyak banget), bisa langsung scroll down ke bawah ya jenis2 tinta dan kegunaannya.

1. Chalk Ink
Chalk ink, adalah jenis tinta yang dapat menimbulkan pewarnaan yang berkesan lembut seperti goresan kapur. Chalk ink merupakan tinta dengan dasar air. Tinta ini sangat cepat kering jika diaplikasikan pada permukaan yang berpori (kertas), oleh karena itu sangat cocok digunakan sebagai pewarna background dan aplikasi langsung pada kertas. Karena mudah kering, tinta ini tidak cocok untuk embossing, dan it's basically permanent once it dried. Kita tidak dapat merubah atau meng-alter warna nya lagi. Tinta ini juga dapat digunakan pada permukaan glossy, akan tetapi proses pengeringannya akan sedikit lebih lama.
Contoh merek : VersaMagic

2. Dye Ink
Tipe tinta dye ink, memiliki campuran dasar tertentu yang menyebabkannya waterproof ketika kering. Tinta membutuhkan waktu pengeringan sedikit lebih lama dibandingkan dengan chalk ink.Tipe tinta ini sangat baik untuk men-cap outline suatu gambar yang kemudian dapat diwarnai dengan menggunakan tinta air ataupun spidol. Perlu diperhatikan tinta ini tidak baik digunakan untuk media berbahan kain dan plastik.
Contoh merek : Memento

3. Pigment Ink
Pigment ink tidak mengandung pewarna, akan tetapi terdiri dari pigmen padat yang biasanya ditahan oleh bahan berdasar glycerin. Tinta ini tidak meresap kedalam kertas, akan tetapi mulai mengering dari bagian atas permukaan. Oleh karena itu tinta ini paling lama membutuhkan waktu untuk kering. Karena fiturnya ini, maka pigment ink sangat cocok jika digunakan dengan embossing powder (bubuk yang dapat memberikan kesan emboss pada gambar, kapan2 dibahas cara praktek embossing ya,, :P). Pigment ink tidak akan kering jika digunakan pada media glossy, kecuali menggunakan "heat gun" untuk mengeringkannya. 
Contoh merek : VersaColor

4. Fast Drying Pigment Ink
Beberapa jenis pigment ink menggunakan bahan dasar resin dan bukan gliserin. Tinta tipe ini membutuhkan waktu lebih cepat untuk kering, sehingga tidak cocok untuk digunakan embossing karena tinta bisa jadi sudah kering sebelum kita sempat menaburkan bubuk emboss di atasnya. Beberapa jenis merek walaupun fast drying tetap dapat digunakan untuk embossing, dan beberapa jenis merek lainnya dapat kering dengan sempurna pada media plastik tanpa harus dikeringkan dengan heat gun. 
Contoh merek : Archival Brilliance

Nah sekian cerita2 tentang jenis2 tinta yang dapat digunakan. 
Untuk lebih jelas bisa liat video youtube di bawah ya:

April 02, 2014

A Happy Mom Makes the Family

0 Comments
It's late night, and I found this article shared on Facebook news feed. 

A Letter From A Working Mother to A Stay At Home Mother, and Vice Versa

It seems a never-ending argument. Picking which one is better, is like discussing which comes first between a chicken and egg. Stay at home moms are often judged as the woman without passion with so much free time while the babies are quietly playing with their toys. While working moms are often judged as a "part-time" mother, who is deliberately free to take care of their kids and family on weekdays, and burden the family needs to grandmas or the help.

Being on the working moms side, I may sometimes feel that I don't spend much time with the family. Imagine spending 14 hours for work (including the traveling time), spending only 10 minutes in the morning, and 30 minutes in the evening to catch up with your family. So I set up a few ground rules for myself.

1. It is Quality over Quantity. Having so limited time at home on weekdays, I have made a pledged to myself that no works are to be brought home. When you're at home, leave your works in the office. Home is a place where you can put down the weight from the "work bucket" for awhile.

2. If it's going to take you away from your family, you better love it! Sometimes people find a job just because of the money, just to find something to do, etc. But whatever the motivation is, you better make sure to yourself that you're happy doing it. Look, you're trading hours of watching your baby's first step with hours of doing what your boss told you to do. So it better be something that's worth it, something that you are willing to do over the sacrifice.

3. Your family is not an excuse to not excel in your career. I have a single friend, she rarely stay at work late, and bring her work home unless it's super urgent, yet she still is one of the top employee in the company. Always doing her job right and on time. The key is, when you're at work be efficient. We often put more energy on the coffee breaks, lunches and stopping by each other cubicles rather than putting the energy on our work. Then at the end of the day, we make excuses that there's so little time to work, you can't take more load as you need to go home right away and take care of your family. Well, we have got to stop making family excuses, work more efficiently and effectively. 

Just in time, couple weeks ago the HR division in my company just held a "Woman Empowerment" Talk Show as part of their diversity program. They invited a psychologist to fill in the time. One of the discussion was the Juggling Balancing Act for working woman. The psychologist reminded us that women works for a reason, and you need to remember why you are working, whether it's for family income, passion, or self actualization. If the world despise you, then you just have to remember that the role of a mother is just the community's perception on the role between men and women. Being a mother doesn't make you more responsible on your child's well being, the father has just as much responsible as you have. Luckily, the pyschologist also brings up the term of happiness, yes! It's all a matter of what makes you happy. A mother is the one who creates the atmosphere of the family. When momma ain't happy, ain't nobody happy. 

In the end, it's just a matter of choice. Being a career woman doesn't make you less of a mother, nor being a stay at home mother makes you less of a visionaire woman. Do what you think you need to do, avoid living in despair when you're old for not doing things or be more productive when you're young. Bottom line is be happy.
Remember the story of a father and a kid with their donkey. No matter what you do, there will be other people who criticize what you do, and we're not living by their standard. Your life, your choice, your rule. For me, it's all about loving my family, loving my job, and loving my life!
 

Fioritura Fiori Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template