December 31, 2013

The 14 in 14 Project

0 Comments
So 2013 is coming to an end, and I felt like this time it just went by so amazingly  fast.
Aside from the fact that yes, I quit my first job this year, and yes I gave birth to my first lovely child this year, and yes I started a career in the beauty industry (imagine me!). 2013 was thrilling, extravagant, overwhelming and lots of things, and I'm super shocked it's going to be 2014 soon, yet I haven't got the time to scoop up the overwhelming memories and put it in a sweet box.
Therefore, I'm declaring to myself, that I will start a project next year.
The 14 in 14 project
What is it exactly? Okay, so as you may all know, I have signed up for a digiscrap forum online. Simply because they have all this cute goodies to make digital scrapbook. And I am eager to make and published one to preserve the memory. (eversince people use digi camera they don't print photos as much).
The forum had 13 in 13 project all the way 2013, and will soon launched the 14 in 14 project. And I'm determined to plunge in to the project.
How to do it? It's pretty easy actually.
1.  On the 14th of each month grab your camera and take 14 pictures of your everyday life
2. Scrap the moments
3. By the end of the year you'll have 12 layouts to capture 2014.

Wish me luck and I'll share with you what I came up with each month.

Let's hope this one doesn't end up in the toilet like the "30 days writing challenge" haha,,

December 28, 2013

Babies - When and How They Do It!

0 Comments
Disclaimer : Remember each baby is born different and unique. Don't compare yours to mine or even to anyone. One may have more interest on talking and others may build more skill on their motoric.

It's been quite a really long while since my last post. Inilah nasib menjadi emak2 yang nguli di bilangan segitiga emas. Sepertinya tiap hari hampir gak pernah ketemu matahari. Berangkat subuh pulang maghrib. Thankfully, saya masih bisa melihat tumbuh kembang my baby. And it is always amazing, seeing her learning new tricks every day. This is a collection of my baby's firsts, when and how she did it.

1. Roll Over Baby
Salah satu skill yang paling dinanti oleh mami adalah kapan bayi bisa tengkurap sendiri. It's like the first stepping stone to master other more advance skills. Kalau berdasarkan dsa nya my baby, ada beberapa bayi yang bisa tengkurap di umur 2 bulan, tapi kejadiannya sangat jarang sekali. Sebagian besar bayi (50%+) bisa melakukannya di umur 4 bulan. Untuk mempersiapkan bayi agar bisa segera tengkurap sendiri latihan yang perlu dilakukan adalah some tummy time setiap harinya. Berdasarkan buku2 dan artikel2 yang saya baca, tengkurapkan bayi secara berkala setiap harinya. Hal ini dapat membantu bayi untuk memperkuat otot leher dan punggungnya, sehingga bisa membantunya untuk bisa berguling.
What I do? Terus terang, terlepas dari beberapa saran yang tidak memperbolehkan ibu & ayah untuk melakukan ini, saya termasuk yang bandel untuk menidurkan bayi secara tengkurap. Sejak umur 1month+ my baby selalu saya baringkan tengkurap. Sebetulnya waktu itu alasannya karena my baby gampang kagetan, ternyata dengan dibaringkan tengkurap dia lebih tenang tidurnya. So this is like tummy time, but almost everytime my baby sleeps.
Her milestone. Waktu pertama kali ditengkurepin, my baby can barely even lift her head.Sekitar umur 3bulan+ dia sudah mulai bisa mengangkat kepala 45 derajat, lebih kuat dan lebih stabil. Beberapa minggu berikutnya, dia mulai bisa menggulingkan perut gendutnya, with a little encouragement. By 4 months, she's mastering the art of rolling over, tidak ada lagi tangan yang kejepit, atau bahu yang mengganjal, dan bergerak sesukanya mau tengkurap, mau telentang atau miring seperti berjemur di pantai.
Watchout. Hati2,, pada periode ini, kita selalu meremehkan kemampuan bayi. Kita masih menganggapnya belum bisa melakukan apapun, walaupun sebetulnya dia sudah bisa bergerak lebih cepat dan lebih leluasa. Pastikan kita meletakkan bayi pada posisi yang aman untuk menghindari bayi terjatuh dari tempat tinggi karena gerakan2nya.

2. I sit, I crawl, I stand, I walk
Kemampuan berikutnya setelah tengkurap adalah merangkak, duduk, berdiri dengan bantuan, berdiri sendiri kemudian berjalan. Dan seperti kemampuan sebelumnya, untuk dapat menguasai skill ini bayi perlu latihan.
What I do? Practice,, practice,, practice,, beruntungnya, my baby termasuk bayi yang mempunyai kemampuan motorik bagus. Dari kecil dia senang "menjambret" barang2 yang menarik perhatiannya, sebut saja kalung yang dipakai ibu saya, atau kacamata yang saya pakai. Kalau tidak hati2, tau2 sudah ditarik tangan mungilnya dan dibuang ke lantai. Oleh karena itu, untuk menstimulasi kemampuannya menggeser posisi tubuh saya pun menempatkan mainan2 kecil di luar jangkauannya. My baby pun akan tergerak untuk meraih mainan tersebut. Untuk melatih kemampuan berdiri, saya kebetulan punya box bayi konvensional yang terbuat dari kayu. Truthfully saya lebih memilih box bayi kayu karena memang lebih rigid, lebih aman, dan tiang kayunya yang pas dipegang bayi sebagai tumpuan untuk berdiri. Kalau tidak punya box bayi, jangan khawatir, ketika bayi Anda sudah memiliki insting untuk berdiri jadikanlah tubuh Anda sebagai rambatan dia untuk berdiri. All you need to do is lay on your bed/carpet sideways, and your baby can use your curves as their stepping stone.
Her milestone. Sejujurnya dari skill tengkurap hingga kemampuan merangkak dll itu terasa lama sekali. Jangankan merangkak atau duduk, untuk "ngesot" aja baru dilakukan my baby setelah 6m+.Waktu itu saya sampai gemes sendiri, kok my baby masih belum bisa duduk atau paling gak ngangkat pantatnya saat tengkurap *I think I'm becoming one of those tiger mama*. However once she got the art of sliding over suddenly she's able to lift her body with her arms and legs, then she starts to climb or reach everything to help her stand, then she masters the art of sitting down and crawling. Kalau ditanya seperti apa rasanya, rasanya seperti ditampar bolak balik. Seriously, rasanya tidak percaya si bayi kecil tiba-tiba bisa menguasai semuanya dalam waktu dua bulan. Belum selesai euphoria karena dia bisa merangkak, tiba2 sudah bisa berdiri. I felt like giving her a cake for that. haha,,
Watchout It's not getting any easier. Karena kemampuan bayi yang semakin mudah bermanuver, mami pun harus semakin waspada. Jangan batasi ruang geraknya namun bersiaplah menangkap jika bayi terjatuh. Apalagi jika terjatuhnya terjengkang ke belakang, bahaya bagi bagian kepalanya. Oleh karena itu saya selalu memposisikan diri saya di belakang bayi, karena seringkali saat dia belajar merambat, tiba2 menjatuhkan dirinya ke belakang untuk duduk.

3. The day they don't want to be with anyone but you
Sejak kecil, my baby selalu dibilang smiling baby, atau sumeh kata kakak2 yangkung yangtinya. Setiap di bawa jalan2 ke mall, dia bisa ketawa dan teriak2 kegirangan karena diajak main cilukba sama penjaga toko. Semua orang sampai bilang "aih,, ini anaknya ramah banget". Tiap ketemu teman2 pun mereka selalu ingin gendong, dan my baby pun senang2 saja digendong orang2 tidak dikenal. Tapi tiba2 suatu hari cerah, my baby berubah 180 derajat. Kalau tidak kenal jangan coba2 ngajak main, apalagi coba2 gendong, dia langsung nangis histeris. Pertamanya saya khawatir, kok tiba2 dia jadi takut orang gini ya, apa kurang gaul ya my baby. Tapi berdasarkan dsa nya, jangan khawatir, it's natural for babies to do that. Ketika bayi tidak menyukai orang yang tidak dikenalnya adalah hal yang wajar, berarti dia sudah mengenali orang2 yang selalu berada disekitarnya. Itu bahkan tanda utama bahwa bayi tidak mengidap autisme.
What I do? Nothing but to shower my baby with love
Her milestone My baby mulai mengenali orang sekitar umur 7 bulan. By the time she was 7months old, she always smile and jot up and down every time she saw me or her dad comes home from work. Spreading out her hand asking for a lift from us. It is always a pleasure to see her finally recognizing you and doesn't want to be with anyone but you.
 
4. Mumbling baby
Waktu saya mengantar my baby untuk vaksin PCV1 pas umur 7 bulan, dsa nya my baby banyak bertanya mengenai tumbuh kembang my baby, dan salah satu pertanyaannya adalah mengenai kemampuan bicaranya. Pada umur tertentu, bayi harus sudah bisa mengeluarkan bunyi-bunyian dengan mulutnya, berusaha meniru apa yang dikatakan orang sekitar. Pada umur 7 - 8 bulan harusnya bayi sudah bisa mengeluarkan bunyi yang repetitif.
What I do? Hehe,, terus terang saya jaraaang banget ngajak ngobrol my baby. I'm not that talkative mother kind. Tapi begitu dikasih tau bu dokter, saya sering ajak my baby bicara. Atau paling tidak bilang da da da da, ba ba ba ba, mengajak dia untuk ikut mengeluarkan bunyi-bunyian.
Her milestone Hasilnya?? ya my baby emang jarang banget bersuara. Waktu umur 3 bulan memang dia suka babbling, but then she suddenly become more quiet. Saya pun sedikit khawatir karena pas umur 7 bulan dia masih belum mau ber tatata, atau ber dadada. But fortunately it doesn't last very long, she started to babble more actively at 8 months old.

Well,, that's a collection of my baby's firsts. Rasanya seperti baru kemarin, menyetir mobil ke kantor dengan perut bulat dan merasakan tendangan kungfu di perut tiap jam 3 pagi. Hari ini, saya masih menyetir dengan perut bulat (karena nasi) dan merasakan tendangan kungfu di perut jam 3 pagi (karena my baby tidur dengan posisi seenak jidat). Walaupun begitu, it always feels amazing to watch her grow up, mastering a skill day by day. And today, she's 9months old, 3 more months to her first birthday. yeayy,, Here's a video of her clapping because she's happy that you are reading this post.

video



Note. If you want to know more about baby's milestone. You can download a checklist file from CDC here and baby milestones & stimulants here. And you can also visit tumbuhkembang.net. Banyak artikel mengenai stimulan yang tepat bagi bayi serta kuesioner pra-skrinning untuk melihat apakah kemampuan bayi sesuai dengan usianya.

September 25, 2013

Review : Widya Wiyata Pertama

0 Comments
Waktu jaman baca Bobo dulu, selalu ada satu halaman yang berisi tentang pengetahuan alam & kehidupan. Dikemas dalam satu rubrik "Mengapa Begini? Mengapa Begitu?". Kemudian seinget saya, di TV pun sering muncul tayangan selama 5 menit dengan kartun anak laki-laki yang bertanya "Mengapa Begini? Mengapa Begitu?". Dan ternyata ini adalah salah satu bentuk pemasaran terselubung seri ensiklopedia untuk anak-anak.
Kalau hanya sekedar ensiklopedi, rasanya rumah saya memiliki seri ensiklopedi yang cukup komplit. Mulai dari sejarah, seni, pengetahuan alam, hingga perilaku manusia. Saya ingat, betapa antusiasnya dulu ketika saya masih SD melahap buku-buku yang sudah disediakan dengan susah payah oleh orang tua saya. Dan saya pun ingin sekali menularkan gemar membaca ke my baby.

Ketika ada salah seorang teman di BB grup membicarakan tentang ensiklopedi WWP, saya pun langsung pasang mata. Apalagi setelah tahu bahwa buku Widya Wiyata Pertama ini adalah tidak lain buku ensiklopedi yang dulu sangat ingin saya miliki (tapi belum kesampaian). Seiring dengan berkembangnya jaman, tidak lengkap rasanya kalau membeli ensiklopedi hanya mendapatkan buku tidak dilengkapi dengan fitur-fitur lain. Oleh karena itu, buku WWP terbitan terbaru pun sekarang dilengkapi dengan Walter. Apa itu walter? Jadi walter adalah suatu alat yang terdiri dari pena pemindai serta pengeras suara. Walter ini akan memindai bagian-bagian tertentu (ditandai dengan lingkaran berbentuk seperti matahari) dari buku dan kemudian akan memberikan informasi mengenai topik yang kita baca melalui suara. Sepintas mirip talking pen, bedanya adalah talking pen hanya bisa membaca apa yang tertulis di dalam buku. Jadi misalkan di buku tertulis "Ini Ibu Budi" dia akan membaca "Ini Ibu Budi" dengan nada yang sedikit kaku. Sedangkan Walter akan memberikan informasi dengan cara yang berbeda. Misalkan di buku tertulis "Ini Ibu Budi", bisa jadi nanti narasi yang keluar dari Walter adalah suara wanita yang berkata "Halo! Aku Ibu Budi!".
Some of the book with Walter

Pemindaian menggunakan Walter
Seri Ensiklopedia WWP terdiri dari 24 buku yang terbagi menjadi 4 kategori Kehidupan, Alam, Sains, dan Dunia. Beragam banget kan topiknya ditambah lagi cara pembahasannya pun begitu ringan dan dibumbui halaman berwarna warni dan gambar menarik. Dilengkapi dengan Walter semakin interaktif lah kegiatan baca membaca ini. Yang paling penting, setiap pertanyaan biasanya disertai dengan kolom "Bagi Orangtua", ini adalah informasi tambahan bagi orangtua agar bisa menjelaskan lebih elaborate. Kemudian beberapa pertanyaan juga disertai kegiatan "Cobalah ini", nah ini bisa jadi eksperimen kecil-kecilan bagi anak dan orangtua agar bisa lebih memahami penjelasan yang diberikan. Jangan salah loh! Bahkan di seri buku ini, ada satu buku khusus yang isinya adalah percobaan-percobaan sains yang bisa dilakukan anak dan orangtua.
Bagaimana reaksi my baby??
PRECIOUS!!! Mengingat usianya yang baru 5.5bulan, memang mungkin belum terlalu paham dengan isi bukunya. Tetapi dia sangat suka melihat gambar-gambar yang ada di dalam buku. Favoritnya adalah mendengarkan serta mencari sumber suara Walter. Keponakan saya yang sudah berumur satu tahun pun tidak kalah interestnya mendengarkan ocehan si Walter, bahkan dia bisa menari-nari jika kebetulan yang keluar adalah lagu.
Satu set ensiklopedia tidak pernah terasa murah. Tetapi rasa mahalnya harga buku tersebut akan terbayar jika my baby nanti memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Mami-mami yang sangat tertarik untuk menjajal buku ini bisa loh mampir ke boothnya PT Tiga Raksa di Mom n Baby Fair tanggal 26 - 29 September 2013.  Terus terang saya sendiri butuh waktu lama sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli. Setelah mendengar presentasi teman (yang kebetulan sales Tiga Raksa) saya malah jadi tergiur untuk beli seri buku lainnya. Ahh,, mami yang satu ini memang mudah di persuasi ya,, :P

September 22, 2013

Instax - Add On Lens

0 Comments
Saya baru saja meng-upgrade kegiatan foto-foto pakai instax menjadi lebih fun.
Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, kamera Fujifilm Mini Instax 25S ini dilengkapi dengan close-up lens. Jadi jika ingin mengambil gambar dalam jarak 35-50 cm bisa pakai lensa ini agar gambar yang dihasilkan tidak blur. Tetapi lensa tambahan ini tanpa filter, jadi hanya berwarna bening.
Namun setelah kembali browsing2 di toko kamerapolaroid.com, saya menemukan add on close up lens dengan warna. Nah,, disinilah kegiatan foto-memoto menjadi lebih fun.
Pertama-tama saya harus mengingatkan bahwa Fujifilm tidak menyediakan film khusus untuk efek B&W ataupun Sephia, sehingga semua foto yang dihasilkan oleh instax selalu berwarna. Pengaturan apperture dan shutter speed pun bisa dibilang otomatis, there's nothing or very limited thing you can do about it. Mau diedit di photoshop pun,, hadeuh ribet banget gitu ya,, so this colored lens are a very recommended add on to make it more fun.
Paketnya datang dalam 4 warna pilihan: hijau, merah, oranye, biru. Perlu diingat lensa berwarna ini bukan produk resmi dari Fujifilm ya,,
Instax + Colorful close up lens


Berikut ini adalah hasil jepretan saya menggunakan berbagai macam lensa tersebut.
Red Lens - burning effect

Orange Lens - Vintage sephia effect

Green Lens
Blue lens - Cooling effect

Jika menggunakan lensa2 berwarna ini, perlu diperhatikan pula banyaknya cahaya yang ada disekitar objek foto. Contohnya jika menggunakan lensa biru yang berwarna gelap, jika dilakukan di tempat gelap, maka foto yang dihasilkan pun akan lebih gelap. Saat ini favorit saya adalah lensa oranye, karena menghasilkan kesan vintage which I like very much.
Jika kamu memiliki Instax Mini 7S, lensa add on yang dijual secara bebas lebih beragam. Selain colored lens seperti yang saya punya ini, juga ada Holga lens yang memberikan efek2 mirip Lomo Holga, ada juga fish eye lens,, ahhhh pokoknya macam2 lah,, (hehe,, sempet nyesel sedikit kenapa kemaren beli yang Mini 25S).
Anyway,, silahkan mencoba dan bereksplorasi dengan colored lens. Recommended menurut saya,,

August 07, 2013

Balada Bernama Fitri

0 Comments
Selama bulan puasa ini setiap sahur saya dan keluarga selalu mantengin Metro TV. Berhubung besok sudah lebaran, pagi ini ada satu pembahasan menarik mengenai asal muasal kata Eid Al Fitr.
Kata Fitr pada Eid al Fitr berarti sama dengan Iftar (memecah puasa atau breaking the fast) dan sama-sama berasal dari kata Futoor yang artinya adalah breakfast (kalau di Indonesia diterjemahkan jadi sarapan). Tetapi kalau ditilik lebih jauh kenapa sarapan jika di bahasa inggriskan menjadi breakfast. Break sendiri artinya memecahkan/memutuskan sedangkan Fast berarti puasa. Memang setiap malam kita selalu berpuasa bukan, setelah makan malam ada jeda sekitar 12 jam sebelum kita sarapan di keesokkan harinya. Oleh karena itu saat sarapan pun disebut memecah puasa. Oleh karena itu Eid Al Fitr berarti Hari raya memecah/menyelesaikan puasa (Festive of breaking the fast).

Saya dan sekeluarga pun mulai panik. Loh, jadi idul fitri itu tidak berarti hari raya yang suci? Berarti selama puluhan tahun hidup kita telah salah kaprah dengan arti idul fitri? nah lho,, nah lho,, Terus bagaimana nasib anak-anak yang sudah diberikan nama Fitri? Dikira suci tapi ternyata arti katanya buka puasa.

Eniwei,, hari ini tetaplah hari terakhir puasa (insya Allah penganut pemerintah maupun muhammadiyah, ngopor ayamnya bareng). Saya pun mengucapkan selamat hari raya idul fitri, mohon maap lahir batin yaaaa,,

August 05, 2013

Merencanakan Liburan Berdasarkan Golongan Darah

0 Comments
Hihihi,, bener banget niy comic strip di atas.
Saya termasuk golongan A, biasanya kalo udah mau rencana liburan gitu saya yang jadi seksi sibuknya. Mulai dari ngumpulin massa, buat itinerary, buat budget, booking ini itu, cari informasi ini itu, pokoknya dari A sampe Z. Eh ujung-ujungnya gak jadi gara-gara si anu disuruh nglembur, si ani disuruh nganter emaknya kondangan, si ano gak ada duit.
Nasib jadi orang bergolongan darah A kayanya.

August 02, 2013

Instax - Mainan Baru si Mamak

3 Comments
Sudah lama sebetulnya ingin beli kamera non SLR, setelah kemarin pocket camera adventure saya yang tahan air dan tahan dingin itu raib diambil tangan-tangan jahil (hiks,, padahal sayang banget sama itu kamera). Tapi kok ya, gak minat untuk beli pocket camera yang biasa-biasa saja. Tiba-tiba di tengah hari bolong, datanglah ilham untuk membeli kamera instant. Beberapa bulan lalu waktu mampir ke tukang cetak foto sempet tergiur sama pajangan-pajangan kamera instannya.
Setelah browsing-browsing, cek-cek harga,, akhirnya jatuhlah pilihan pada Fujifilm Instax Mini 25S. Setelah jatuh hati tahap berikutnya adalah membuat proposal dan menghasut my hubby agar dapat ACC untuk pengeluaran modal. Kenapa saya memutuskan untuk membeli kamera instan?

It's a more fun way to take a picture
Saya bukannya bosan dengan kamera *yang seharusnya* profesional saya. Bagaimana tidak D80 + fix lens akan membuat semua orang jatuh hati. Kombinasi yang sangat cocok untuk mengambil foto close up dan mengabadikan kegiatan my baby. Tapi kamera instan adalah cara yang lebih fun untuk mengambil gambar. Settingannya mungkin tidak secanggih kamera SLR tetapi seru sekali ketika habis cekrek, fotonya langsung jadi. Gak perlu pindah-pindahin lagi ke laptop, dan bisa langsung di share. Habis foto sama Uti, cekrek,, langsung fotonya dikasih Uti. habis foto sama Atung, cekrek, fotonya langsung dikasih ke Atung. Gak perlu tunggu di-tag temen di fisbuk, hihihi,,
Sebetulnya ini adalah salah satu cara saya untuk semakin semangat bikin scrapbook. Karena langsung jadi mau gak mau kan harus saya bikinin album. Kemudian ini juga membantu saya dalamn memilah-milah setiap momen penting. Bayangin kalo pake kamera digital kan, satu pose bisa 10 kali ambil tu (kurang ke kiri, kurang terang, senyumnya kurang manis, dan sebagai macamnya) nah kalau pake kamera instan males aja gitu jepret berkali2 objek yang sama. Justru kemungkinan akan ketidaksempurnaannya itu yang menjadikan instant camera menjadi lebih fun.

I got a good online deal
Setelah browsing lapak instant camera di google, ada satu web yang direkomendasikan oleh sebuah blog. Lapaknya dimarih nih. Saya pun mampir ke lapak tersebut, compare-compare pula dengan lapak2 lainnya. Ternyata eh ternyata,, wow! Ada paket ramadhan. Untuk semua barang-barang di bawah ini, hanya 1,4jt saja.
Selain itu, lapaknya komplit banget, jadi makin semangat buat belanja.

Why Fujifilm Instax Mini 25S??

Mungkin dari pemirsa sekalian ada yang bertanya, kenapa beli model itu sih,,Jawabannya sederhana, saat ini saya melihat Fujifilm sebagai produsen kamera yang paling serius menggarap pasar kamera instan. Oleh karena itu pembelian mudah, ada garansi, kontinuitas produk pun terjamin. Biar gimana kamera instan kan sangat bergantung dengan supply filmnya, lha kalau ada kamera tapi susah banget beli filmnya ya sama aja bohong.
Kenapa 25S? Terus terang Fujifilm mengeluarkan banyak seri ada 7S, 8S, 25S, 50S dan 210. Untuk 4 seri pertama foto yang dihasilkan adalah ukuran credit card, sedangkan 210 menghasilkan foto yang lebih lebar. Lalu kemudian pertanyaan selanjutnya adalah apa bedanya antara seri S yang satu dengan yang lainnya. Biar lebih tercerahkan baca di sini aja ya,, Yang pasti saya ambil 25S karena seri ini mengakomodasi pengambilan gambar vertikal maupun horizontal, kemudian ada additional close up lens, serta ringan jika dibandingkan seri lainnya.

The Downside of the Road
Tidak ada yang sempurna dari sebuah produk, heheheh,,
Harga beli kamera instan Fujifilm, tidak dapat dipungkiri sangat murah sekali. Kisaran harganya antara 800ribu sampai 1,5juta. Akan tetapi running cost nya cukup mahal, satu pak film isi 10 lembar biasa dibanderol 65ribu. Jika ingin memakai film dengan frame yang lebih lucu semacamnya Disney Princess, Winnie The Pooh, Hello Kitty, maka harganya menjadi 100ribu lebih. Harga satu foto pun menjadi 6.500  - 10.000 IDR/pcs, bandingkan sama cetak foto digital yang biasanya hanya 1.500 IDR/pcs sudah 4R lagi.
Selain itu ada paralax effect ketika menggunakan kamera instan. Artinya ketika kita melihat pada viewfinder komposisi gambar sudah sesuai yang kita inginkan, eh begitu gambar keluar ternyata posisinya miring sedikit ke kiri atau ke kanan. Ini bukan salah tangan atau mata kita loh! Tetapi memang ada isu pada keakurasian saat melihat melalui viewfinder.

Buat yang hobi fotografi tidak menyesal lah punya satu kamera instan. Seriously taking pictures are more fun with this camera. Making social back to real life rather than virtual.
Aduh,, males rotate fotonya liat miring aja gak papa yaaaa,, hohohoho,,

August 01, 2013

Galau-Galaunya Mami

0 Comments
Prolog : Saya sering cerita bukan bahwa kalau jadi emak2 newbie itu banyak galaunya, banyak paniknya, banyak histerisnya. Hehehe,, nah,, postingan kali ini bermaksud untuk sharing yang mungkin dapat mengurangi kegalauan, kepanikkan, dan kehisterisan emak2 newbie. Ini adalah surat cinta dari emak galau untuk emak galau lainnya.

Sebagai emak newbie, galau itu wajar, panik itu biasa. Mengapa tidak? kita sudah merawat baik2 janin yang dulu hanya sebesar kacang ijo dalam perut selama 9 bulan. Tentu saja kita menginginkan yang paling baik ketika dia suadah melihat dunia. Banyak baca buku dan browsing artikel medis di internet buat tambah ilmu teori, tapi kok ya prakteknya beda banget sama ilmu teorinya. Hihi,, jangan kuatir mami,, mami tidak sendirian kok, buat emak2 galau itu wajar!
Berikut ini adalah kegalauan-kegalauan yang sering didiskusikan oleh emak2, baik online maupun offline.

1. Anak saya kok gak chubby??
Ini kegalauan yang paling utama dialami oleh emak2. Kalo dibandingin sama anak tetangga yang mirip boboho,, aduhh anak saya kok cuma segede linting ya. Pokoknya tidak selayaknya bayi2 yang di iklan2 yang cabidut banget itu,,
Berat memang jadi indikator utama kalo si kecil makan/minumnya banyak. Tapi berat bukan satu-satunya indikator pertumbuhan loh mamihh. Inget gak tiap kali kita periksa ke dokter selain timbang berat badan juga ukur panjang badan dan lingkar kepala. Jadi sebaiknya diperhatikan pula faktor2 pertumbuhan lainnya. Selain itu dilihat juga faktor keturunan dari emak bapaknya. Kalau bapak dan ibunya termasuk yang berbadan langsying,, tidak menutup kemungkinan kalo babynya pun berbadan langsying.
What I do? Untuk memantau apakah pertumbuhan my baby normal saya mendownload beberapa chart pertumbuhan. Ada yang dari CDC, ada yang dari WHO, ada yang dari Depkes, bahkan juga referensi-referensi dari buku-buku tentang kesehatan anak maupun grup/milis mengenai kesehatan anak. Kemudian setiap habis check-up dari RS atau Posyandu saya plotkan-lah berat, tinggi serta lingkar kepala my baby terhadap chart2 tersebut. Ada satu chart yang bilang berat my baby berlebih, ada yang bilang berat my baby normal, begitu pula mengenai tinggi serta lingkar badannya. Tidak secara konsisten masuk ke dalam kategori tertentu. Artinya mamiiihhhh,, tidak ada standar yang sangat baku! Ingat setiap bayi itu unik, pertumbuhan bayi kita tidak hanya diukur oleh grafik. Selama mami merasa bayi mami cukup minum, tidak usah khawatir. 
Bagaimana caranya mami tau bayi mami cukup minum? Lihat dari banyaknya kencing dan pup. Kalau kata dokter saya dulu, selama minum ASI jika tidak pup tidak apa2, selama kencing minimal 6x. Taunya kencing 6x darimana? kan pake pampers,, Makanya mami, jangan ragu untuk sementara pakai popok kain unuk mengetahui apakah asupan bayi cukup. Cucian banyak dikit gak apa2 lah,, :)
Lalu bagaimana dengan bayi yang minum sufor? Kebetulan my baby pengasup sufor, yang saya lakukan untuk memonitor adalah mencatat setiap asupan minumnya setiap hari selama 24jam. Kemudian buat chartnya di excel,, dari situ bisa keliatan trend minum serta rata2nya. Begitu mulai di bawah rata2 langsung warning. Rule of thumb nya adalah, bayi membutuhkan 150-200ml susu per kilogram berat bayi. Jadi jika mamih memiliki bayi dengan berat 3kg maka kebutuhan minum selama 24jam adalah sekitar 450 - 600 ml. Itu hanya kira2 loh ya mamih,, jangan lupa dilihat bayi nya memang masih ingin minum atau sudah cukup.

2. I suddenly become the poop expert
Kebiasaan emak2 adalah memperhatikan frekuensi serta bentuk poop anak. Maklumlah karena bayi belum bisa ngomong kalau sakit, jadinya indikator sehat atau tidak biasanya dari panas tubuh, tangisan, serta poop. Jadi gak salah dan gak berdosa kalau tiba-tiba mamih2 sekalian ini jadi poop expert. Sampai ada cerita salah satu teman yang anaknya dicurigai infeksi, sehingga tiap hari dia bbm atau facebook message dokternya update bentuk poop anaknya yang terakhir. Guess what!! Si dokter menjawab dengan singkat, padat, dan jelas "Saya rasa saat ini BAB adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan". Hihihi,, dokternya bosen juga kali ya, tiap hari dikasih laporan tinja bayi.
Oleh karena itu, jangan khawatir mamih,, tidak BAB 1 atau 2 hari tidak apa2, jangan langsung panik. Perhatikan saja dulu si kecil. Jika agak encer tidak perlu panik juga, just take note, mungkin si kecil sedang memberikan reaksi alergi terhadap asupan yang diterimanya. Berbahaya jika:
- Bayi tidak buang air hingga 1 minggu lebih
- Mencret yang disertai muntah2 (khawatir virus/bakteri dan dehidrasi)
- Tinja berwarna putih atau mengandung darah
What I do? Selain memonitor asupan susu, saya juga take note kapan my baby terakhir poop. Mengenai bentuk tidak saya catat, hanya diperhatikan saja kalau2 ada yang aneh. Kalau misalkan my baby sudah 2 hari gak poop, biasanya saya bantuin. Sambil olahraga kaki dan pinggul, bisa angkat kaki bayi sehingga perutnya tertekan. Seringnya siy, dia langsung kentut2 bau, terus gak lama lagi poop lah my baby.

3. Anak saya gak mau tidur!
Nah,, kalau yang ini kebiasaan my baby banget. Mungkin karena dia gak pernah denger lagunya Bang Rhoma yang "Begadang Jangan Begadaaaaangggg" makanya dia susah banget tidur. Apalagi 1 - 3 bulan pertama dalam kehidupan my baby, kayanya kok baru aja ditaruh di kasur, udah ngek melek lagi. Dan kalau malam,, jangan tanya,, saya sampai bingung menjawab pertanyaan "memangnya kalau malam bangun sampai berapa kali?". Yang ada juga my baby gak tidur2 dari maghrib sampai tengah malam. Emaknya sampe teparrrrr,,
Setelah serius konsultasi sama DSA, jangan khawatir mamihhh!!! Bayi baru lahir memang masih jet lag, jadi kalau misalkan malam dia tidak tidur ya memang karena jam biologisnya belum terbentuk. Sewajarnya bayi tidur adalah 10 - 16 jam per hari. Tidak terus menerus ya, jadi bisa hanya tidur 1 jam, 2 jam, atau 3 jam. Ingat! Kebanyakan tidur juga bukan berarti lebih baik loh. Karena pernah ada kasus salah satu kenalan saya, anaknya sukaaaa sekali tidur. Eh pas diperiksa ke dokter ternyata malah kurang gizi, karena dia anteng banget walaupun lapar, akhirnya asupannya pun kurang.
What I do? Seperti biasa, saya pun juga mencatat kegiatan tidur my baby. I just have to make sure, dia bener2 tidur tidak kurang dari 10 jam per hari. Bahkan saya buat standar sendiri paling gak my baby harus tidur 12 jam sehari. Percaya deh mami, kegiatan catat mencatat ini dijamin akan menghilangkan kegalauan mami dalam sekejap.
Kemudian percaya juga, pada waktunya baby mami pasti akan bisa tidur malam dengan tenang. Terbukti! :)

4. Kapan vaksin ya?
 Sekarang ini sering beredar artikel antivaks di dunia maya. Terus terang saya sangat pro vaksin, lha wong terbukti meningkatkan kekebalan tubuh kok. Vaksin lah bayi Anda sebelum menyesal setelah baby jatuh sakit nanti. Bukan ngedoain loh, tapi kita kan harus berjaga-jaga ya thooo,,
Untuk jadwal vaksin bisa mengacu pada time table vaksin rekomendasi IDAI tahun 2011 di bawah ini:
What I do? Konsultasikan jadwal vaksin anak secara mendetail dengan DSA. Jangan ragu untuk bertanya dan meminta keterangan mengenai vaksin yang sifatnya fardlu 'ain maupun sunnah. Terutama untuk vaksin yang sunnah ya, jika mamih tidak meminta biasanya dokter tidak memberikan, oleh karena itu diskusikanlah opsi2 nya dengan DSA. Jangan sampai menyesal mami, karena begitu jadwal (umur maksimum) vaksin terlewat atau kurang pengulangannya maka akan berkurang atau bahkan tidak ada efikasinya sama sekali.


Sekian reportase galau hari ini. Sebetulnya masih banyak lagi galau-galau lainnya, tapiiii dibahas lain kali aja ya. Masa mau diborong dalam 1 posting, hehehehe
Semoga hilang sebagian galau2nya mami!
 Remember every mother is facing the same thing. Mami tidak sendirian, jadi it's oke to be galau for a moment.

Note: Sehubungan dengan beberapa permintaan, growth chart bisa diunduh di sini
1. Lingkar Kepala
2. Berat & Tinggi Badan
3. Cara Baca CDC Growth Chart

July 22, 2013

Moments of My Life

0 Comments
Can't believe that I'm a quarter plus three years today. And here I am, slightly different from what I imagine myself would be when I was 5 years old. To look back is to cherish, to learn and to be grateful.

1. My first road trip
I remember about 10  - 12 years ago, when I arranged my first road trip with friends. No parents, no chaperones, no limit. It's not like we do something out of the line. But it was a moment of sisterhood. Gaining trust from your parents is not easy, and that was the day my parents let a 16 year old girl, travel 500km + with her clique unguarded. Now that they know I'm a girl who is responsible enough to take care of myself, traveling permit becomes easy after that.

2. My first taste of summit
You might have read my post about Mt. Gede and Mt. Pangrango. It was a thrill to be able to climb up to the top. It may not be the most challenging uphill to climb, but then again for someone like me it's an achievement. The trip to Mt. Gede was a trip for life. To start something from zero with only one goal in mind, To Reach the Top! And when I did, and went back home safely the spirit last through a lifetime. Somethings may be hard, but you just got to believe in yourself that you can make it through. When you think you should go back, there is NO way back. The only way is up! And now, I'm just waiting for a chance to climb another mountain. Let's just pray that it'll be soon.

3. The Future that I was Afraid of
When I was about to graduate high school and went to college there was an anxiety that start to build in my stomach. The anxiety grew stronger after I went through college and about to finish my study. It was like losing faith, and not sure of where to go or what to do. For almost 23 years, what you did for life was studying, getting by test after test. And now comes the day of real life, in which you don't know what trouble lies ahead. In college you have this test that will come quarterly or biannually or by the end of your 4 years study. But in real life, you don't have that pattern of assurance. Trouble comes everyday, and not to mention what if you end up jobless. The uncertainty becomes certain. Here I am, at the moment of "The Future that I was Afraid of", apparently the anxiety had build me to become the woman I am today.

4. The Songs of My Life
As Long As You Love Me will always bring me back to ISY. The day where I live in a foreign country. It was only a year, but it was the most unforgettable year of my life. Not only I found my hidden passion for music there, but I also improve my English, a lot! I Gotta Feeling will always bring me back to the day when I started my first professional job. It was my third month, the song was a top billboard list, played over the radio constantly as I made the Jakarta-Bandung trip to finish my postgraduate program as well as surviving the management trainee projects.
My life is always filled with music. Some songs are very strong that it always trigger certain memories.

5. The Love of My Life
It's a circle of life, just like Rafiki said it in Lion King. I thought the day of me being a parent is so far away down the road, but apparently I'm down that road already. There she is my firstborn baby. As hard headed as her mom, and as cute as a button. A living person that I love unconditionally, and take care of sincerely.





Happy birthday to me! The past 28 years was a challenge, a thrill, a joy, and here's to more beautiful years to come.

July 06, 2013

Nursery Rhymes (Indonesia Boleh Inggris Boleh)

0 Comments
Lagi bingung-bingungnya ngajak main my baby tiba-tiba nemu satu mainan baru di tumpukkan kado yang belum dibuka.

Jreng,,jreng,, Piano Portabel,,
Bagaikan ketemu segenggam emas deh,, Langsung pencet-pencet tuts nya buat nyanyi lagu anak-anak. My Baby pun juga hepi banget, kadang-kadang ber"au-au" seolah2 pengen ikutan nyanyi. Setelah dimainin ternyata banyak lagu yang udah lupa, kalau gak lupa nadanya lupa liriknya. Akhirnya nemu ide lah buat nyatet semua lagu-lagu anak yang bisa dimainkan dalam 1 oktaf saja ke dalam 1 buku yang berjudul "My Baby's Songbook". Pikir-pikir lumayan juga punya buku ini, kalau-kalau mamaknya lagi pergi dan My Baby rewel, orang rumah bisa segera pencet-pencet tuts piano biar My Baby hepi.

Kapan-kapan kalau sudah selesai nyatetnya saya buat versi digitalnya ya,, Biar bisa di-sharing ke pemirsah semuah yang susahhh banget nyari lagu nursery yang nadanya cuma 1 oktaf.
Udah ah,, mamak'e mau pencet2 piano portabel lagi. uhuyy,,

June 25, 2013

It's Not Goodbye

0 Comments


Saying goodbye to your first professional job is never easy. Especially when you started out as a trainee. You somehow create a bond with the company who willingly employ a fresh graduate as you are, and promised you a bright management career ahead (if you qualified further). Moreover you also created a bond with fellow trainees, with whom you shared the ups and downs of being a trainee. To me, the company is not only my first professional job, but it was also a first for everything. My first encounter with supply chain, my first professional fight, my first professional panic, my first company outing, my first time to win a video competition and obviously the place where I met my first (and only!) lovely hubby
Well, as we all know, nothing is forever and so does this employee-company relationship. When the time comes, you just have to decide to move on and leave all things behind. I remembered about 3 and a half years ago, thanks to a certain director who’s willingly to employ me eventhough I’m still at my last year of postgraduate program. Giving me the privilege and flexibility to work while completing my study. It seems like yesterday when I’m sent to the suburbs of Bandung, on and off a small truck, doing things I would never consider doing my whole life. Second guessing my abilities, as I always know, I don’t have the heart to do my first project. But the thought of one day doing what I love, is what kept me going. Eventually everything must come to an end. After two months, the first project is completed. And eventually, we come to this day, when I depart with my first professional job. .
Whatever we do, it is all for a cause. We decided something because we believe that something new is a greater good for us.
Moving on from a relationship is never easy. But you just have to do it, especially when you believe it is what’s best, and whatever ahead will be better.

June 17, 2013

MP-ASU - Never Too Early,,,

0 Comments
Menjadi emak2 baru tidaklah mudah pasti banyak panik dan khawatirnya. Anak ngangkat kepala takut lehernya kecetit *padahal emang udah waktunya ngangkat kepala*, anak bersin2 langsung khawatir flu *padahal reflek karena banyak orang belum mandi disekitarnya*.
Beruntunglah saya yang punya banyak sahabat yang sudah punya banyak anak duluan *see,, menikah/punya anak belakangan ternyata ada untungnya juga kan,, hehehe,,*, jadi saya pun punya banyak tempat untuk sharing ilmu serta konsultasi di saat darurat sebelum beneran konsultasi ke ahlinya.
Salah satu topik yang paling hot dibahas adalah MPASI (Makanan Pendamping ASI),,
Loh,, loh,, kok udah mikirin makan aja? my baby kan baru 2 bulan. Well, for me it is NEVER TOO EARLY,, to learn! Beruntungnya saya punya sahabat emak2 yang juga rajin sharing dan diskusi di forum publik, akhirnya saya pun diperkenalkan dengan HHBF dan BLW buat nambah ilmu ber MPASI *atau ber MPASU (makanan pendamping air susu) kalo di kasus saya mah*. Grup ini bukan hanya sekedar grup sharing resep, tapi juga memotivasi untuk selalu memberikan yang terbaik buat si kecil. Sampai akhirnya,, *jreng,,jreng,,* saya pun membeli banyak buku kitab untuk semakin mantap persiapan MPASU nya. (yup,, ini salah satu bahaya laten OL shopping saya selama cuti)

1. Homemade Healthy Baby Food

Finally setelah berdiri selama beberapa tahun penggagas2 HHBF meluncurkan satu buku. Buku yang baru terbit akhir bulan Mei ini langsung diserbu oleh member2 groupnya. Saya juga ikut2an beli, lebih karena penasaran apa itu HHBF.
Di buku perdana ini HHBF menjelaskan secara singkat bagaimana memulai MPASI, makanan apa? kapan mulai? bagaimana memulai? seberapa sering makan? dan kegalauan-kegalauan lainnya saat bayi harus mulai diberikan makanan pendamping. Kemudian ditambah pula dengan tulisan2 inspiratif ibu2 yang ber-HHBF baik working mom ataupun bukan, suka memasak ataupun tidak, full ASIX atau menyerah dengan sufor. Dibumbui pula dengan sedikit resep yang aman untuk baby 6m - 12m yang sudah diuji coba oleh dapur ibu2 HHBF.
Kumpulan resepnya dikemas dengan sangat menarik
Setelah membaca buku ini, kesannya,, saya makin semangat untuk memberikan homemade healthy baby food ke anak saya nanti. Saya menyerah dengan sufor di minggu ke-3 dan tidak *terlalu* suka memasak! Tapi saya percaya pada waktunya nanti saya harus memberikan makanan terbaik buat anak saya. No instant food, karena anak saya bukan generasi instan!

2. Makanan Bayi Sehat Alami - Wied Harry Apriadji
Setelah ngubek2 grup HHBF, ternyata ada satu suhu dunia persilatan makanan sehat yang sering dijadikan acuan ibu2 di group tersebut, yaitu Pak Wied. Penasaran, saya pun mampir ke toko buku terdekat untuk mencari bukunya Pak Wied ini. Ternyata eh ternyata begitu sampe di bagian "parenting/bayi" bukunya Pak Wied ini buanyak buanget, mulai dari makanan bayi, makanan balita, makanan bekal pre-school, DIY bento, DIY cake, makanan sehat nusantara (saya jadi lieur dan ngileur). Setelah liat2 saya pilih dulu satu buku yang paling saya butuhkan saat ini.
Sampe rumah langsung saya buka, penjelasannya pun sangat detil. Do's and Dont's dalam memberi makan bayi usia 0 - 12 bulan. Di buku yang saya beli ini juga tersedia berbagai macam resep serta sampel jadwal menu. Enlightening buat ibu2 yang gak kreatif dan jarang masuk dapur macem saya ini, hohoho,,

3. Seri AyahBunda : Puree
Buku ini saya beli jauuuuuhhhh hari sebelum my baby lahir. Jadi ceritanya waktu saya lagi asik2nya mengandung my baby, saya suka banget melahap buku seri AyahBunda (karena menurut saya isinya komplit dan informatif sekali). Hehe,, saya sampe inget temen saya yang ngomong,, "mayanghwa,, udah lu mikirin ngeluarin tu baby aja dulu, kalo mikirin dia mau dikasih makan apa mah masih lama". Habis gimana dong,, saya gak sabar banget pengen ngajarin my baby pegang sendok, hohoho,,
Oke, sesuai dengan judulnya buku ini berisikan variasi makanan bayi dalam bentuk pure, bubur lembut, ataupun nasi tim (jadi agak gak cocok untuk penganut BLW ya, karena gak ada resep finger food). Buku ini juga menjelaskan dengan detil bagaimana menyimpan bahan2 makanan tersebut. Mana yang boleh dibekukan mana yang tidak boleh. Tidak boleh di sini bukan berarti makanan basi, tetapi lebih karena merubah tekstur atau penampakan makanan, jadi memang sebaiknya disajikan fresh.
Buku ini cocok banget buat working mom (yang harus nyetok makanan di freezer) dan ibu2 yang *sekali lagi* gak kreatif dan jarang masuk dapur, karena juga tersedia sampel jadwal menu untuk si dede bayi. Buku ini combine dengan bukunya Pak Wied, saya jamin langsung bisa memberikan makanan yang variatif buat si dede nanti.

4. 500 Baby & Toddler Foods
Buku ini juga saya beli jauuuuhhh hari sebelum my baby lahir. Pertama kali liat buku ini di Gunung Agung, udah mau beli, tapi akhirnya di taruh lagi mengingat kayanya masih lama buat masak2 bikin makanan bayi. Tapi apa daya, bukunya terbayang-bayang sampai rumah, akhirnya begitu mampir lagi ke mall disempetin lah ke Kinokuniya.
Isinya? Jangan tanya, variatif sekali banyak resep untuk finger food jadi sangat cocok untuk emak2 yang penganut Baby Led Weaning. Selain itu juga banyak resep kebule-bulean macemnya goulash, pie, baked fruits, omelette, pasta, risotto dan lain lain. Pokoknya kalau bosan dengan cita rasa nusantara bisa beralih ke buku ini untuk cari inspirasi. Oiya resep yang disediakan di sini sangat family friendly, jadi gak khusus untuk anak, hanya memodifikasi sedikit bisa langsung disantap oleh orang dewasa.

nih,, menunya internasional banget kannn,
Masih 4 bulan lagi menuju hari H. Sudah siap tempur? Saya rasa belum, masih separuh jalan. But I'm learning more and more each day. Kalau begitu untuk menyemangati diri sendiri, saya ucapkan Selamat Persiapan MP-ASU! Hosh!

June 12, 2013

Latest DIY : Digital Scrapbooking

0 Comments
Waktu lagi ngubek-ngubek internet cari inspirasi-inspirasi untuk project scrapbooking berikutnya tiba-tiba saya kecantol di website Urban Mama bagian DIY. Eh,, ternyata scrapbooking ada versi digitalnya. Saya pun ngiler liat sampel-sampel digital scrapbook di artikel tersebut. Full colour dan scrapbook banget gitu,, Akhirnya *seperti biasa* saya jalan2 ke mbah Google cari "Free Digital Scrapbooking Template". Alhamdulillah ketemu page2 berikut :

Freedigitalscrapbooking.com
Shabbyprincess.com
designsbymeganturnidge.com

Dibagikan secara gratis semua kebutuhan untuk digital scrapbooking, mulai dari Paper, Alpha, dan elemen2 lainnya. Namanya juga gratis beberapa item memang limited, semacam add on dari thematic template yang berbayar. Tapi so far memenuhi kebutuhan untuk mix dan match. Bonusnya lagi,, saya dipandu untuk ke link berikut :

www.kevinandamanda.com

yang membagikan berbagai macam font. Gratis! Di blog ini pun si empunya punya project Font For Peas yang bertujuan mengubah tulisan tangan pembacanya menjadi digital font yang bisa di download. Yang perlu dilakukan hanya mensubmit tulisan tangan kita *sesuai persyaratan yang telah dijabarkan oleh empunya blog*, kemudian tunggu balasannya. Jika tulisan tangan kita cukup menarik, maka dia akan menambahkannya ke koleksi Font For Peas.

Lanjut lagi,, kalau mau lebih advance cari gratisan atau cari inspirasi bisa mampir ke:

gottapixel.net

Di lapak ini berkumpul desainer2 digital scrapbook dari berbagai macam negara. Ada online store yang menyediakan designer kit baik gratis maupun tidak. Kalau gak mau susah payah, ya mending beli aja designer kit nya dengan harga variatif mulai dari 1$ hingga 3$. Kalau mau susah payah, store ini membagikan kit gratis setiap bulannya.Tapi,, untuk mendapat satu set komplit kita harus bolak balik ke page tersebut tiap hari untuk daily download. (emang sih,, no free lunch). Selain itu juga ada forum tempat berbagi bersama fellow scrapbook-er *coba2 join,, siapa tau ada yang mau bagi2 freebies,, hehehe*


Nyombong2 dikit niy,, hehehe,,
Berikut adalah salah satu hasil karya mix n match saya untuk digital scrapbooking.
Oiya satu lagi,, untuk membuat ini, gak perlu program khusus hanya cukup punya keahlian Adobe (elements boleh,, photoshop boleh,, image ready boleh,,). Selamat mencoba!


p.s. yok,, dikomen-dikomen,, hasilnya kurang garem apa kurang gula? 

June 04, 2013

Bahaya Laten : Emak2 Stay at Home

0 Comments
Disclaimer : Posting ini tidak bermaksud untuk men-stereotype-kan, mengelompok-ngelompokkan apalagi mendiskreditkan profesi stay at home mom. Tulisan ini hanyalah curahan hati penulis belaka, yang tiba2 jadi stay at home mom dan sungguh sangat menikmatinya *at least for now*.

Wah,, gak kerasa, udah dua bulan lebih jadi -part time- stay at home mom (baca: working mom yang lagi cuti panjang karena maternity). Dan ternyata menjadi -part time- stay at home mom itu banyak bahaya latennya. Kenapa? Well mostly karena kita sudah terbiasa jadi emak2 yang pergi sebelum matahari terbit pulang setelah matahari terbenam. Kemudian tiba2, jadi emak2 yang 24 jam terkurung di dalam rumah, hanya ditemani laptop, layar TV, sofa empuk, dan my baby yang adorable but very2 demanding.

Kadang2 kalau my baby sudah mimik, sudah mandi, sudah tenang dan tidur lelap,, jadi bingung mau ngapain. Nonton TV, rasanya kok acaranya itu lagi itu lagi ya. Browsing internet di laptop,, keliatannya saya sudah menjelajah dunia maya dari ujung ke ujung. Kalo tidur di sofa empuk, lama2 pegel juga punggung dan mata. Hahaha,, Sampai akhirnya timbullah bahaya2 laten tersebut.

Bahaya 1. Unleashing Hidden Talent
Kita mulai dari yang paling tidak berbahaya dulu ya, yaitu tiba2 memiliki bakat terpendam the artsy craftsy type. Berhubung my baby punya Mbah yang tinggalnya jauh sekali, sampe2 baru ketemu sekali dari lahir sampe umur 2 bulan, akhirnya saya berniat membuat satu bundel album untuk si Mbah nya itu. Eits,, gak seru kalau album aja, tinggal print foto terus selip2in,, akhirnya dibuatlah semi scrap book. Kenapa semi? karena masih amatir, dan pakai album foto biasa pula, hanya ditambah sedikit hiasan di sana dan di sini. Pokoknya belum secanggih scrapbook yang diliat di toko2 lah,, :D
Selain bakat terpendam untuk buat2 scrapbook, ada lagi bakat lain yang terasah, yaitu bakat fotografi. Hahahaha,, Objek fotonya? Apalagi kalau bukan my baby yang lagi lucu2nya itu. Rasanya seisi rumah ini jadi studio foto amatir. Bukan cuma my baby yang jadi objek, sampe2 my baby's apparel juga ikut2an eksis. Habis saya suka gak tahan, kalau dapet hadiah dari orang2 kok kayanya imut2 banget. Ternyata yang imut2 itu bukan cuma bayi ya,, sepatu bayi, baju bayi, pita bayi, kaus kaki bayi, sarung tangan bayi,, semua ikutan imut2.

*mau lihat hasil jepretan my baby saya? bisa mampir ke sini, turut mem-feature karya2 saya lainnya (tsahh)*

Bahaya 2. Ketagihan main game & puzzle
Hobi lama yang tiba2 muncul kembali selama masa cuti. Saking crispy nya di rumah, akhirnya one fine day menyempatkan diri lah mampir ke plaza terdekat. Dengan se-carik kertas berisi list belanjaan titipan ortu, sempet2in pula mampir ke toko jualan games PC. Niatnya cari Nancy Drew edisi terbaru (untuk nostalgia), tapi malah ketemu game detektip2 lainnya, dan malah beli The Sims (sungguh tidak fokus). Saking ngeborongnya pas mau bayar mbaknya ngomong "buat anaknya ya tante?". Saya pun terpana anak saya kan baru lahir, masa udah maen beginian, "gak buat saya" saya jawab. Dia pun nyambung "Emang kalo dari muda udah biasa main game, tuanya pasti main game juga ya tante, kaya sodara saya juga begitu". 
Hiks, saya pun menangis dalam hati,, aduh emang muka saya udah gak layak buat main PC games ya? 

Bahaya 3. Shop till you Drop
Siapa bilang shopping itu harus keluar rumah, mampir mall mewah. Shopping yang paling berbahaya justru adalah Online Shopping. Semenjak jaman eBay dan Amazon.com berbelanja pun mengalami revolusi. Walaupun mungkin pada awalnya orang ragu untuk melakukan online shopping *takut ditipu, takut kecuri data credit card nya, dan keraguan-keraguan lainnya* tapi lambat laun keraguan itu hilang seiring dengan good experience yang dialami customer plus peningkatan keamanan dari host online shopping nya. Bisnis online pun makin menggiurkan, banyak lapak online yang makin berkibar mulai dari kaskus, multiply, tokobagus.com, blibli.com. Sampe2 sekarang MLM juga ikut2an menjaring jejaring lewat jaringan dunia maya (waspadalah! :D)
Eh,, ini kayanya udah ngelantur pembahasan, mari kita kembali ke jalan yang benar. 
Jadi intinya adalah online shopping itu sungguh berbahaya, apalagi buat saya. Aliran kas masuk yang tidak pernah telat (baca: gaji) selama cuti hamil, yang mengendap di tabungan karena otomatis tidak ada pengeluaran digabungkan dengan keluangan waktu menghasilkan online shopping till you drop. Apalagi di fesbuk sering berseliweran suggest page, yang isinya group lapak online. Yang sering muncul di feed saya adalah lapak pernak pernik bayi, tergiur untuk buka dong, dan 80%nya selalu berakhir dengan saya ngeborong di lapak tersebut *ya ampunnn,, eling may,, eling,,*. Mulai dari bento tools sampe buku2 bayi dan mainan bayi. (kapan2 saya review ya, hasil praktek bento tools serta pamer buku2 dan mainan bayi nya,, hehehe,,)
Sekali lagi saya tekankan OL shopping itu sungguh berbahaya karenaaa,,
pertama. transaksi yang terjadi secara online. setelah order kita tinggal transfer atau masukkin data credit card. Tidak ada lembaran uang fisik yang harus keluar dari dompet. Nah, ini bahayanya, karena semua transaksi terjadi lewat sistem kita pun makin gampang ngeluarin duit. Karena gak berasa belanja banyak. Lain halnya kalau kita belanja ke mall dan harus ngeluarin duit dari dompet. Masuk mall dompet tebel, keluar mall dompet masih tebel sih,, tebel sama bonbelanja dan uang receh kembalian!
kedua. OL shopping menawarkan 1001 kemudahan. Gak perlu keluar rumah, tinggal google2, klak klik klak klik,, transaksi selesai tunggu beberapa hari kemudian barang diterima. Bayangkan *lagi* kalau kita ke mall,, cari buku di toko buku di lantai 2 mall, yang satu lantai dengan toko buku tersebut adalah toko mainan, toko musik, dan toko gadget. Kemudian toko khusus sepatu ada di lantai 3, kalau lagi belanja laper harus mampir food court atau restaurant row dulu. Kebayang kan waktu dan tenaga yang harus dikeluarkan? Belum kalau udah ngubek2 satu mall barangnya gak ketemu, terpaksa pindah mall atau toko lain.


Epilogue : Aihh,, sudah lama sekali saya gak bikin posting-an sepanjang ini. Well this shows how much free time I have on hand. If anything good comes out of this maternity leave is *besides the fact that I can take care of my baby* that I found my way back to writing. Sudah lama sekali rasanya saya meninggalkan dunia tulis menulis,, jangankan menulis online, menulis offline saja sudah jarang. Jurnal saya jadi berdebu di sana sini. Tidak ada waktu, kalaupun ada rasanya lebih baik melakukan hal lain daripada menulis. Dan sekarang,, yee haw I get to write whenever I like and took picture whenever I feel like I want to. Selamat mengisi masa cuti yang semakin tipis ini dengan kegiatan yang lebih berguna! *cheers*

May 27, 2013

Parenting through Stand Up Comedy

0 Comments
Kalau mata masih melek, kadang-kadang saya dan suami menyempatkan untuk nonton Stand Up Comedy Indonesia yang sudah memasuki season 3. Dan puncaknya beberapa minggu yang lalu, SUCI 3 memasuki tahap grand finale, yang selain menampilkan 2 finalis juga dimeriahkan oleh comic2 Indonesia.

Yang paling menghibur saya ternyata bukan 2 finalis yang sudah berjuang untuk memenangkan titel comic terlucu versi SUCI 3, tetapi justru comic cilik yang menjadi selingan acara, yaitu Fathi Unru. Dia lucu bukan karena dia masih kecil tetapi memang materi yang dibawakannya *yang berkutat dengan dunia anak kecil* memang sungguh smart untuk comic cilik. Sesuai dengan judul blog kali ini, saya justru malah merasa tersentil oleh celothennya Fathi Unru.

Jadi di tengah cerita Fathi mengungkapkan kesedihannya setiap kali dia pulang sekolah. Ketika sampai rumah dia sudah bersiap-siap untuk bermain bersama teman2 sekomplek, tiba2 dia disuruh tidur oleh orang tuanya. Begitupun kalau malam, belum terlalu larut, malah sudah disuruh cuci kaki cuci tangan dan tidur duluan. Sedih rasanya,, padahal kan dunia anak2 adalah dunia bermain bukan dunia tidur. Apalagi kalau anak2 belum mau tidur, pasti langsung dinyanyiin "Kalau tidak bobo digigit nyamuk", kebayangkan bagaimana orang tua mem-bully anaknya agar tidur. Saya pun langsung tertawa terbahak-bahak. Ingin cerita lengkapnya bisa cek di sini.

Point of the story is, saya jadi inget kejadian beberapa hari setelah my baby lahir. Rasanya pengen dia tiduuuur terus *well memang sebetulnya babies harus banyak tidur sih*. Apalagi kalau malam, lebih baik minum banyak sebelum tidur, biar malem gak usah bangun2. hehehe,, maklum lah, bukan my baby aja yang masih jet lag, tapi emaknya juga. Saat itu agar my baby mau tidur pun, suami menyanyikan berbagai macam versi nina bobo mulai dari "digigit nyamuk", "digigit macan", "digigit kucing", "digigit zebra", pokoknya sampe semua nama binatang keluar untuk menggigit my baby. Ampuuuunnn,, ternyata saya dan suami telah mem-bully anak sedemikian rupa supaya mau tidur. And guess what, setelah denger banyolannya Fathi Unru, saya jadi anti nyanyiin lagu nina bobo sama my baby, saya nyanyiin lagu laen deh, atau mentok2 humming saja lagu Lullaby nya Brahms.

May 21, 2013

Halo! Halo Balita

2 Comments
Halo Balita!! Halo,, Halo,,
Halo Balita!! Halo,, Halo,,
Halo aku bisa,,
Aku bisa,,
Aku bisa,,
Aku bisa makan sendiri,, mandi sendiri,, pakai baju sendiri,,
Hore!!

Itu sepenggal lagu iklan Halo Balita yang bisa kita dengarkan di channel youtube Pelangi Mizan. Kurang lebih liriknya menyebutkan judul2 buku seri Halo Balita yang bisa kita bacakan ke anak2

Pertama kali mendengar testimoni mengenai Halo Balita dari seorang teman yang memiliki anak batita. Menurut dia satu set buku ini sangat menarik, dan menjadikan proses belajar dan bermain bersama anak menjadi lebih menyenangkan.

Akhirnya saya lihat2lah review mengenai Halo Balita yang diterbitkan oleh Pelangi Mizan. Sehubungan dengan cara pemasarannya yang melalu direct selling, tidak sulit untuk menemukan agen2 penjual Halo Balita di internet, serta testimoni2 orang tua & anak yang membaca Halo Balita.

Satu set Halo Balita itu sendiri, terdiri dari 25 jilid buku yang dikategorikan menjadi 3 bagian ( melatih kebiasaan & kemandirian anak, nilai2 dasar moral, dan pengenalan agama) ditambah 1 buku panduan orang tua, dan 1 buka besar Halo Balita dalam Bahasa Inggris. Selain itu untuk mempermudah proses membaca dan bercerita, satu paketnya juga disertai 3 buah boneka tangan dan kardus yang multifunction selain menjadi alat simpan buku juga sebagai panggung cerita. Untuk edisi terbaru dapat dibeli pula dengan terpisah talking pen.

Saya pun tidak ragu merogoh kocek untuk melakukan pembelian. Cukup mahal untuk hitungan buku anak2 (Rp 1.560.000) tapi melihat manfaatnya, sesuai dengan harga yang dikeluarkan. Kebetulan penjual yang saya hubungi menawarkan berbagai macam cara pembayaran seperti cash ataupun cicilan. Jadi pembeli pun bisa memilih mode pembelian yang sesuai dengan cash flow keluarga.

Buku Halo Balita ini fully hard copy, jadi bukan cuma sampul buku nya saja yang hard tetapi seluruh halamannya pun hard. Oleh karena itu buku ini aman dibaca oleh balita, alias waterproof dan tearproof, dijamin awet. Begitu paket datang ke rumah pun, gak kira2 beratnya sampai 8kg.

Berhubung my baby masih doyan tidur, saya belum uji coba secara keseluruhan. Paling hanya sesekali dibacakan sambil tidur. Buku ini baru diuji coba ke anak kakak saya yang umurnya hampir 1 tahun. Belum bisa membaca memang, tapi dia senang sekali membuka lembaran2 buku Halo Balita, mungkin karena halaman buku yang penuh warna terang sehingga menarik matanya untuk melihat. Hehehe,, saya jadi gak sabar nunggu my baby bisa asik sendiri sama paket Halo Balita nya, :)


Note. Bismillahirrahmanirrahim
Dengan semangat untuk mempermudah akses untuk buku berkualitas. Maka sejak bulan Feb '14 saya pun memberanikan diri untuk menjadi book advisor Pelangi Mizan. Bagi mommy2 yang gak sengaja mampir kesini, masih galau gelisah gundah gulana, dan ingin review lebih lanjut bisa SMS/WA saya di 0821 - 1324 - 4712.
Kalau mau lihat2 lagi image bukunya seperti apa, bisa cek ricek IG : @mayang_ds

Read the best books first, or you may not have a chance to read them at all.  - HDT

May 02, 2013

Tutorial : Cara Jitu Tangkap Lalat dengan Tangan Kosong

0 Comments
Tutorial ini sebetulnya adalah tutorial penting gak penting, karena masih ada seribu satu cara lain untuk menangkap lalat selain menggunakan tangan kosong. Namun jika situasi emergency (tidak ada tepokan lalat, lem lalat, dan alat2 pembunuh lalat lainnya) cara ini dapat digunakan. Selain mudah, cara ini bisa dibilang "lalat friendly" bagi orang2 yang ingin mengenyahkan lalat tanpa membunuhnya.

Metode ini adalah metode yang sangat mudah dipraktekkan, bisa dibilang I become a master of catching flies in one day. Jadi semuanya diawali dengan populasi lalat di dalam kamar yang tiba2 meningkat karena :
1. Pintu kamar sering dibuka
2. Kamar berisi objek2 yang mengundang lalat (bekas muntahan baby yang tidak/belum dibersihkan secara lengkap, tumpukkan diapers yang belum dibuang/dicuci)
Akhirnya tibalah di suatu sore dimana dua lalat dengan riang hati sibuk berterbangan di dalam kamar, dengan suara sayapnya yang sangat mengganggu. Sudah siaga dengan raket listrik di tangan, si lalat ini seperti tahu kalo yang punya kamar lagi pegang senjata. Tiap saya pegang raket dia terbang entah kemana, tiap raket saya taruh, tiba2 "ngeng" lewat di depan muka. Suami saya pun menggunakan metode lain, ketika melihat satu lalat sedang leyeh2 di atas guling. Berikut ini adalah cara jitunya:
  1.  Pastikan lalat sedang dalam kondisi tenang (duduk diam di satu tempat), apabila lalat sedang asyik terbang2 dapat dipastikan metode ini tidak akan berhasil
  2. Dengan cepat dan pasti, sambar lalat menggunakan tangan dari atas (ingat! dari atas! jangan dari samping kanan/kiri, dari depan, atau dari belakang)
  3. Lalat pasti ada di tangan anda
  4. Lepaskan lalat di luar kamar/luar rumah (tergantung selera anda)
Seperti yang kita ketahui, lalat sangat sulit ditangkap karena memiliki mata majemuk. Tidak seperti manusia yang ranah pandangannya terbatas, mata lalat ini bisa lihat kemana saja. Oleh karena itu lalat dapat dengan mudah menghindar dari serangan2 mengancam. Tetapi ternyata mata majemuk alalt ini pun ada celahnya, lalat ternyata memiliki helicopter view. Dalam artian, apabila ada serangan dari atas, lalat tidak dapat melihatnya (ini kata suami saya loh ya, saya juga baru tahu). Dan alhamdulillah sudah dibuktikan, dari 2 kali percobaan menangkap lalat dari atas, dua2 nya berhasil. Mungkin perlu dicoba juga di rumah teman2, berapa tingkat keberhasilannya dengan menggunakan metode tersebut. Selamat mencoba!

 

Fioritura Fiori Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template