May 10, 2015

Pulau Kakaban : Do's and Dont's

0 Comments
Catatan: saya akan sangat senang sekali jika teman2 mau membaca dan membagi tulisan ini ke teman2 lainnya. Terutama yang berminat untuk mengunjungi Pulau Kakaban. Ini adalah salah satu kontribusi saya untuk menjaga kelestarian pariwisata alam Indonesia. Mari menjadi wisatawan yg lebih bertanggung jawab.

Pulau Kakaban adalah salah satu pulau yang tergabung dalam Kepulauan Derawan, Kab. Berau, Kalimantan Timur, Indonesia. Salah satu objek wisata yang ditawarkannya adalah danau air payau yang didalamnya dihuni oleh ribuan ubur-ubur yang tidak menyengat manusia. Tidak dapat dipungkiri sensasi berenang bersama ubur-ubur adalah pengalaman yang tidak dapat dilupakan. Dan seiring dengan makin populernya Pulau Kakaban, banyak sekali wisatawan yang berkunjung untuk mendapatkan sensasi ini. Sayang sekali meningkatnya wisatawan tidak didukung dengan edukasi dari pemerintah ataupun pihak terkait untuk menjaga kelangsungan wisata alam ini.
Tulisan ini saya buat karena kesedihan saya ketika berkunjung ke Pulau Kakaban. Kebetulan travel yang saya gunakan merupakan travel yang cukup bertanggung jawab, sehingga sebelum berangkat guide pun memberitahu kami apa yang boleh dan tidak boleh kami lakukan ketika berenang di danau ubur-ubur. Namun yang saya lihat, bersamaan dengan group travel kami, ada pula group-group lain yang entah karena ketidakpeduliannya atau ketidaktahuannya justru melakukan hal-hal yg dilarang yang dapat membahayakan kelangsungan hidup ubur-ubur. Kurangnya kontrol dari penjaga konservasi pun membuat wisatawan bisa melakukan apapun sekehendak mereka. Sebelum saya berenang di dalam danau ubur-ubur saya sudah melihat banyak sekali ubur-ubur yg sudah kehilangan kakinya (cacat), bayangkan jika sebagian besar wisatawan yang datang adalah wisatawan yang tidak peduli. Bisa jadi beberapa tahun ke-depan ubur-ubur Pulau Kakaban hanya tinggal kenangan.


Berikut ini adalah daftar do's dan dont's yang diberikan oleh tour guide saya:
  • Menyentuh ubur-ubur diperbolehkan
  • Jangan mencium ubur-ubur. Karena dapat menyebabkan bibir gatal
  • Berenang di dalam danau dan disekitar ubur-ubur juga diperbolehkan, akan tetapi lakukan hati-hati dengan gerakan yang tenang (jangan gedebar gedebur) - terus terang jika kamu berenang kamu akan merasakan jika kamu telah menendang atau menyenggol ubur-ubur secara tidak sengaja
  • Jangan terjun/melompat ke dalam danau
  • Jangan menggunakan Fin, karena dapat memotong/melukai ubur2
  • Jangan menggunakan sun block / produk ber-spf lainnya
Sederhana bukan? Dengan tindakan sederhana ini kita pun dapat menikmati sambil menjaga kelestarian danau ubur-ubur Pulau Kakaban



Note: I'll be very happy if you guys are willing to read and share this article especially to those who are interested to visit Kakaban Island. This is my way to contribute on the sustainability of Indonesia's tourism. Let's be a more responsible tourist.

Kakaban Island is one of the island at Derawan Archipelago, Berau Regency, East Borneo Province, Indonesia. One of the tourist attraction at this place is a brackish water lake filled with harmless-to-human jellyfish. Swimming with this jellyfish is undeniably one of most extraordinary experience. As Kakaban Island is getting more popular, lots of tourists are coming to get hold of the sensation. Unfortunately, the increasing tourist is not well supported with education to maintain the sustainability by the government and other stakeholders

During my visit to Kakaban island I was lucky enough to get a responsible travel agent. We were briefed on what we can and cannot do while swimming in the stingless jellyfish lake. But once we get there, it actually saddens me that not all travel agent and tour guide are as responsible and caring as ours. And the lack of control from the caretaker allows the tourists to do everything as they like inside the lake. Before I swam into the lake I've seen there were lost of crippled jellyfish (lots of them lose their legs), and can you imagine what will happen if most tourists who came were not aware of what they're not supposed to do inside the lake. It is most likely that few years from now, the jellyfish of Kakaban Island might become extinct.



Here's a list of do's and dont's that were shared by our tour guide before:
  • Touching jellyfish is OK but do it gently
  • Don't kiss jellyfish, your lips will get itchy
  • Swimming in the lake is OK and DO it gently. DON'T stroke your legs and arms vigorously. Actually when you swim you can feel if you have accidentally hit or kick a jellyfish
  • Don't jump/dive into the lake
  • Don't use fins, as it will cut/hurt the jellyfish
  • Don't use sun block or any othe products with spf

Simple ain't it? With this simple do's and dont's we can enjoy yet also maintain the sustainability of stingless jellyfish lake at Kakaban Island.


Take nothing but picture. Leave nothing but footprints. Kill nothing but time.

January 01, 2015

Money Origami : Cara Cepat Rangkai Mahar Sendiri

0 Comments
Kerajinan tangan yang pertama kali saya buat mungkin adalah satu box money origami yang saya rangkai sendiri untuk pernikahan saya hampir 3 tahun yang lalu. Duluuuu sekali, mana saya pernah kepikiran buat merangkai-rangkai uang. Tapi setelah Mas Suami melamar dan menentukan tanggal serta menyebutkan sejumlah nominal uang untuk mahar, saya pun kepikiran untuk merangkai nya. Sebetulnya ini sedikit terinspirasi dengan cerita "Souvenir Pernikahan Mbak Lulu Tobing". Saya pikir lucu juga kalau uang tanda cinta ini dirangkai jadi satu buket bunga. Seperti biasa, inspirasi terbesar saya adalah dari youtube dan google. Setelah merangkai semalem suntuk, kira-kira beginilah tampilannya (foto diambil baru2 ini, bukan saat hari H,, jadi harap maklum jika terlihat sedikit penyok2):
Money Origami : Flower Box + You&Me Frame
Cukup ciamik kan? Terus terang setelah selesai membuat ini, saya hanya bisa tersenyum puas. My mahar may not be of much value to other people, but I know it is put together with love, just like my marriage would be which worth more than the world to me. 
Buat teman2 yang sudah mendekati hari H, dan ingin merangkai sendiri mahar nya, berikut ini saya kasih diagram-diagram untuk membuat beberapa bentuk dasar cantik yang bisa digunakan. Jika ingin bentuk origami yang lebih canggih, bisa mampir ke sini dan ke sini.

1. Bunga
bahan yang dibutuhkan:
- 3 lembar uang
- pipe cleaner / kawat



2. Kupu-kupu
Bahan yang dibutuhkan:
- 2 lembar uang dengan warna/nominal berbeda
- pipe cleaner/kawat




3. Hati Sederhana
Bahan yang dibutuhkan:
- 1 lembar uang

Gampil surampil kan. Para capeng gak perlu pusing lagi mikir gimana biar maharnya keliatan cantik. Selamat mencoba!


powered by GiftBox4U by Mayang

December 07, 2014

Decoupage 101 : Mengkombinasikan Decoupage dengan Photo Transfer

27 Comments
Setelah beberapa kali membuat hasil karya decoupage, kayanya kurang seru kalau hanya tempel lagi tempel lagi.
Beberapa waktu yang lalu saya sempat menemukan satu channel youtube yang isinya tutorial untuk mentransfer foto ke permukaan kayu. Teknik ini bisa dilakukan pula untuk permukaan kanvas dan lain-lainnya. Jadi instead of mencetak foto tersebut di permukaan yang diinginkan, sebaliknya kita cukup hanya memindahkan foto yang sudah kita cetak di kertas ke permukaan yang kita inginkan. Sebelum membaca lebih lanjut, *spoiler alert* kira-kira begini lah hasil jadi dari tutorial crafting kali ini. 
Hasil Akhir

Hasil akhir lebih detail
Bagaimana,, cukup tergiur?? Pada tutorial hari ini, saya akan membagi semua langkah-langkah dari A - Z sehingga mencapai hasil akhir yang diinginkan. Mulai dari :
1. Memperisapkan Foto yang akan digunakan (print)
2. Melakukan Foto Transfer
3. Teknik painting yang saya lakukan
4. Proses decoupaging

Mari kita mulai dengan bahan-bahan terlebih dahulu.
Bahan untuk foto transfer :
- File soft copy foto yang ingin dicetak
- Aplikasi computer : Photoshop
- Laser jet printer (jika tidak ada bisa ke tukang cetak/print terdekat seperti snappy, revo, dll. pastikan anda meminta foto dicetak menggunakan printer laser bukan tinta)
- kertas hvs putih
- heavy matte gel medium (banyak video tutorial yang menyarankan untuk menggunakan mod podge khusus photo transfering. Tetapi ada juga beberapa video yang menggunakan gel medium. Berhubung mod podge sangat langka, akhirnya saya pakai gel medium yang cukup banyak ditemukan di toko buku bagian cat&lukis)
- spons
- air

Bahan untuk decoupage:
- Talenan (hari ini permukaan kayu yang saya gunakan adalah talenan, but please feel free to explore)
- Cat akrilik (kali ini saya menggunakan warna chamomile, periwinkle ice, spring stream, -pink candlelight, persian green, star gold)
- lem decoupage
- Cat varnish
- kertas decoupage / servietten
- kuas
- gunting
- spons 
- Stencil

Bahan-bahan yang digunakan

Persiapan Foto
  1. Buka file yang ingin kamu edit di aplikasi Photoshop. Note : Sebetulnya edit ini dilakukan jika kamu ingin mengubah tone foto menjadi black&white atau sepia, serta mem-flip foto sehingga memiliki angle yang diinginkan. Perlu diketahui teknik foto transfer yang akan digunakan, mengakibatkan efek mirroring pada hasil akhir. Singkat nya adalah, benda yang sebelumnya pada saat dicetak berada di kanan, setelah ditransfer akan berada di kiri. Jika kamu sudah cukup bahagia dengan file soft copy foto yang dimiliki, bisa langsung print fotonya dan lanjut ke bagian tutorial berikutnya.
  2. Untuk memberikan efek B&W : Klik Image > Mode > Grayscale. Atau bisa juga dengan cara klik Image > Adjustment > Desaturate
  3. Untuk memberikan efek sepia : klik Image > Mode > Grayscale. Kemudian klik Image > Mode > RGB Color. Tambahkan filter foto dengan cara klik Image > Adjustments > Photo Filter. Ketika dialog box photo filter muncul silahkan pilih menu filter : Sepia. Ubah "set density" sehingga memberikan efek Sepia yang diinginkan. Jangan lupa tick box "Preserve Luminosity". Setelah semua terasa pas, klik "OK"
  4. Cara mem-flip foto : tekan ctrl+T pada keyboard, pada bagian atas aplikasi akan muncul beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk mentransform bentuk foto. Berikan tanda minus (-) pada box yang mengatur persentase lebar (W)
  5. Save dan foto siap dicetak. 
  6. Ingat! Cetak menggunakan printer laser, agar foto tidak luntur ketika ditransfer
Mentransfer Foto
  1. Letakkan foto di atas permukaan yang akan digunakan
  2. Tandai lebar dan luas foto pada permukaan dengan pensil
  3. Sisihkan foto, Oleskan gel medium pada permukaan yang sudah ditandai sebelumnya.
  4. Perlahan-lahan dan dengan hati-hati, tempelkan foto di atas gel medium dengan bagian yang bergambar menghadap ke bawah (bagian yang dapat kamu lihat adalah bagian kertas yang putih/kosong)
  5. Ratakan kertas, pastikan tidak ada gelembung udara yang terperangkap
  6. Tunggu hinggal gel medium kering
  7. Setelah kering, ambil segelas air dan basahkan spons
  8. Gunakan spons basah untuk meneteskan air pada kertas, lakukan berkali-kali hingga seluruh permukaan kertas basah
  9. Kemudian perlahan-lahan gosok-gosok kertas dengan lembut menggunakan jari
  10. Bagian kertas yang basah tersebut perlahan-lahan akan terkelupas, menyisakan foto yang telah tertempel ke permukaan kayu.
  11. Lakukan dengan perlahan-lahan, agar foto tidak ikut terkelupas semuanya.
  12. Setelah semua kertas terkelupas, oleskan cat varnish pada foto yang telah tertempel di permukaan kayu

Proses membuat decoupage
  1. Cat seluruh permukaan talenan menggunakan warna dasar. Pada kali ini saya menggunakan warna Chamomile yang warnanya sangat beige menyerupai kayu.
  2. Kemudian setelah cat dasar kering. Saya pun menggunakan tiga warna cat (spring green, pink candlelight, periwinkle ice) dan spons untuk pengaplikasiannya. Untuk memberikan kesan cloudy.
  3. Pertama-tama, tuangkan cat secukupnya pada palet.
  4. Kemudian celupkan sedikit ujung spons pada masing-masing warna. Pada tahap ini akan terlihat pada spons 3 warna yang berbeda tetapi sinkron.
  5. Petel (atau bahasa inggris nya Dab) sponsnya di atas permukan kayu. Jangan disapukan ya. Dengan begini, masing-masing warna akan tetap terlihat stand out tidak bercampur membentuk warna baru.
  6. Tunggu hingga kering.
  7. Lakukan transfer foto, seperti langkah-langkah yang sudah saya jabarkan di atas.
  8. Sampai tahap ini talenan sudah hampir separuh jadi. Selanjutnya adalah memberikan efek wash. Jika dilihat pada foto talenan yang lebih detail, talenan berwarna sedikit kuning dan glittery tetapi samar-samar. Hal ini dapat dilakukan dengan menyapukan warna Star Gold namun dengan opacity yang rendah.
  9. Pertama-tama encerkan cat akrilik dengan air secukupnya.
  10. Ambil spons, celupkan pada campuran tersebut dan sapukan pada permukaan kayu.
  11. Tunggu hingga kering.
  12. Sekarang kita sudah bisa menempelkan kertas decoupage untuk mendekorasi.
  13. Potong bagian kertas decoupage yang diinginkan. Tempel menggunakan lem decoupage.
  14. Setelah kering lapisi lagi kertas yang sudah ditempelkan menggunakan lem decoupage.
  15. Gunakan template stencil untuk menambah dekorasi pada talenan (dalam hal ini saya menggunakan template stencil dari Bo Bunny dengan cat Persian Green)
  16. Tunggu hingga kering, lapisi talenan dengan cat varnish.
  17. Selesai!

NOTE:
- Ketika melakukan transfer foto, wajar jika bagian foto akan sedikit terkelupas. Oleh karena itu pastikan ketika mengeletek kertas lakukan dengan hati-hati sehingga yang terkelupas hanya sedikit. Personally efek terkelupas ini memberikan kesan vintage pada foto.
- Untuk menambahkan kesan girly, bisa ditambahkan pita dan baker's twine pada gagang talenan

Last but not least, selamat mencoba! And do feel free to explore. Terus terang proses decoupage kali ini saya banyak mencomot sana dan sini dari youtube dan google. 

powered by GiftBox4U by Mayang
 

Fioritura Fiori Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template