Sebagai veteran dalam melaksanakan persalinan melalui SC (Caesar / C-Sect) saya ingin berbagi sedikit pengalaman yang saya alami. Tapi sebelumnya disclaimer dulu ya. Melalui posting ini, niat saya murni hanya berbagi pengalaman saya yang sudah melakukan 3 kali SC. Dan terus terang saja tiap kali melakukan tindakan SC ini saya selalu mendapatkan hal baru. Saya tidak mengajak ataupun menganjurkan pembaca untuk melakukan persalinan melalui SC. Namun besar harapan saya, setelah membaca post ini, calon mama yang karena satu dan lain hal harus melakukan tindakan persalinan SC memiliki ketenangan batin dan tidak terlalu khawatir selama proses persalinan.
Jadi karena satu dan lain hal, ke-tiga anak saya harus menghembuskan nafas pertama dunia ini melalui proses persalinan C-Sect. Dan setiap proses persalinan pun membawa kenangan tersendiri buat saya. Oke, kita mulai saja dari pertanyaan paling mendasar yang biasanya sering ditanyakan penjenguk seputar persalinan saya.
1. Sakit gak sih pas operasi?
Terus terang selama proses persalinan, sudah pasti dokter akan memberikan obat bius. Jadi sudah pasti, selama operasi dilakukan tidak merasakan sakit apa-apa. Bius yang saya dapatkan adalah bius spinal, disuntikkan melalui tulang punggung, mematikan rasa dari perut hingga ujung kaki, dan saya masih sadar selama menjalani proses persalinan. Banyak yang bilang disuntik dari punggung sangat sakit, tapi buat saya masih bearable, malah lebih ngeri pas disuruh melengkungkan punggung, dan dokter memijit2 ruas tulung punggung saya untuk mencari bagian mana yang akan disuntik bius. Jadi fix ya, selama proses operasi gak kerasa apa.
2. Kalau habis operasi sakit berapa lama?
Selama 24 jam setelah operasi saya diberikan pain killer melalui infus. Jadi walaupun ada rasa sakit, cuma seperti nyeri biasa. Dari skala 1-10, rasa sakitnya mentok di 2. Lewat 24 jam pun, saya masih diberikan obat pain killer oral, kira-kira untuk 3 hari ke depan.
Setelah tidak pakai pain killer bagaimana? Rasa sakitnya masih mentok di 2, cuma mungkin karena bekas sayatan sesar tepat dibagian bawah perut agak sedikit tidak nyaman ketika harus ubah posisi dari berbaring ke duduk, atau duduk ke berdiri (samalah seperti punya luka pas di lutut atau di sikut). Dan ketika perut agak sedikit kekocok karena batuk, bersin ataupun ketawa suka khawatir gitu, takut jaitan lepas. Rasa tidak nyaman ini akan hilang paling tidak setelah jahitan di lepas (kurang lebih 2 minggu setelah operasi).
Oiya kalau misalkan perut terasa suka mules-mules, inipun wajar ya, karena ketika kita melakukan operasi caesar kan rahim tidak melakukan kontraksi seperti proses persalinan per vaginam. Jadi biasanya ada tambahan obat induksi dari dokter untuk membantu pengecilan rahim, aktivitas meyusui bayi pun juga membantu proses pengecilan rahim ini.
3. Di rumah sakit berapa lama?
Tiga hari setelah operasi saya diperbolehkan pulang oleh dokter. Malah biasanya stay lebih lama di rumah sakit justru karena dedek bayi nya belum selesai observasi oleh DSA atau ada indikasi bilirubin tinggi.
4. Habis operasi boleh langsung jalan-jalan?
Setelah operasi biasanya kita harus terus dalam posisi berbaring selama 24 jam. Kepala tidak boleh diangkat, harus terus menempel pada bantal. Pertamanya saya kira ini dikarenakan jaitan yang belum menempel, tapi berdasarkan informasi sesedokter anestesi yang masih saudara ternyata ini disebabkan oleh tindakan bius melalui spinal. Khawatirnya mual dan pusing jika mengangkat kepala atau berdiri disaat efek obat belum benar2 menghilang. Lewat 24 jam sudah bisa beraktivitas seperti biasa ya, bahkan diwajibkan untuk sudah bangan dari tempat tidur.
5. Apakah bisa melakukan IMD saat operasi caesar?
Jawabannya adalah bisa! Walaupun mungkin durasi melakukan IMD tidak selama ketika melakukan persalinan per vaginam. Karena ruangan operasi kondisinya sangat dingin, sedangkan adek bayi yang baru lahir belum terlalu pintar untuk mengatur suhu tubuhnya sendiri. Selain itu, karena kondisi tangan kanan dan kiri yang penuh dengan infus dan alat monitor jantung dll, proses IMD dan kesempatan bonding sangat bergantung dengan ketekunan DSA. Terus terang saya baru mengalamai proses IMD saat operasi pada persalinan ke-dua saya. Itupun karena DSAnya perempuan, kebetulan waktu persalinan pertama DSA nya laki-laki, mungkin risih kali ya kalau harus membantu proses IMD. Nah, kalau ini adalah proses persalinan pertama kamu dan terpaksa harus SC pastikan dengan pihak RS kalau proses IMD dapat dilakukan di ruang operasi.
6. Katanya 24 jam pertama harus berbaring, nyusuin bayinya gimana?
Selama tidak boleh duduk, nyusuin bayinya ya sambil bobok-an. Jadi walaupun tidak boleh mengangkat kepala, kita boleh kok miring ke kiri atau ke kanan. Badan mungkin masih agak sedikit kaku karena pengaruh obat, jadi jangan lupa minta bantuan suster atau keluarga ya. Kalau menyusui sambil bobok-an begini rawan penyakit ngantuk. Stay alert, kalau perlu minta bantuan agar dibangunkan oleh yang menunggu jika terlihat kita tertidur pulas saat menyusu. Karena bayi masih sangat kecil dan lemah, khawatirnya hidung tertutup payudara saat sedang menyusu.
7. Berapa sih biaya operasi SC?
Biaya persalinan sangat bergantung dengan RS yang kita tuju serta dokter yang menangani. Yang pasti biaya persalinan SC lebih malah dari biaya persalinan per vaginam (hehe). Dan sebagai kisi-kisi nih, dalam kurun waktu 6/7 tahun biaya paket persalinan di RS bisa naik hingga 50% (pertahun kira-kira naik sekitar 8%). Jadi buat yang berencana, boleh loh sudah mulai hitung-hitung biaya dari sekarang.
8. Apakah ada komplikasi setelah melakukan persalinan SC?
Dari segi luka jahitan, persalinan saya dan perawatan pasca persalinan berjalan lancar. Luka jahit tidak infeksi dan sembuh dengan cepat. Namun memang pastinya ada bekas jahit yang cukup terlihat (karena mungkin saya juga ada history keloid). Jika kamu juga ada riwayat / keturunan keloid ada baiknya informasikan dokter yang akan melakukan tindakan. Biasanya benang yang digunakan adalah benang operasi yang harus dicabut lagi setelah persalinan kemudian akan diberikan obat salep tambahan untuk menghambat pembentukan keloid.
Komplikasi yang cukup bikin deg2an justru terjadi saat perawatan 1x24 jam setelah persalinan. Waktu itu adalah dosis terakhir untuk pemberian obat lambung dan painkiller lewat infus. Obat pertama yg disuntikkan adalah obat lambung, kemudian ketika dimasukkan obat painkiller, tiba2 saya merasa dada sedikit sesak dan kerongkongan gatal sekali ingin batuk. Saya pikir itu hanyalah batuk biasa. Baru terasa beda ketika 5 menit kemudian mata sebelah kanan saya terasa agak berat dan ternyata bengkak. Langsunglah panggil suster untuk periksa, karena saya yakin ini adalah reaksi alergi obat. Alhamdulillah tertangani dengan cepat, pemberian anti alergi walaupun sempat sedikit susah (karena ternyata, tangan saya yang diinfus mulai bengkak juga) tetapi akhirnya semua obat bisa masuk. Within the night, pernafasan sudah lega, dan keesokan harinya mata pun sudah tidak bengkak. Terus terang sebelum persalinan saya tidak ada riwayat alergi obat, paling-paling hanya debu, dingin, dan unknown reason (makanan tapi gak tau makanan apa😁). Nah kalau kamu ada riwayat alergi seringan apapun, komunikasikan ke dokter ya, agar penanganan yang diberikan juga tepat.
Sekian sedikit sharing dari saya. Semoga artikel ini dapat membantu mamas mama akan bersiap melakukan tindakan SC.
Remember c-section doesn't make you any less of a woman.
June 28, 2020
September 15, 2019
Today vs Yesterday : Persiapan Melahirkan, Menyusui dan Merawat Bayi
Tak disangka setelah beberapa saat, tahun ini saya pun menahbiskan diri saya dengan gelar Emak-Anak-Tiga. Berkaca dari pengalaman pertama melahirkan sekitar 6 atau 7 tahun lalu, banyak sekali perubahan yang terjadi, mulai dari pelayanan rumah sakit, kebiasaan berbelanja kebutuhan bayi, sumber ilmu parenting dan lain-lain. Hal ini tentu saja tidak lepas dari revolusi industri digital yang berkembang sangat pesat beberapa tahun belakangan ini.
Hari ini saya mau share sedikit, mengenai pengalaman persiapan serta saat persalinan yang ke-tiga ini. Siapa tau bisa menjadi contekan untuk mama-mama baru di luar sana.
1. Belanja-belanja kebutuhan bayi
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah share beberapa toko yang saya datangi untuk berbelanja kebutuhan bayi saya. Daftar lebih lengkapnya bisa klik di sini. Tentu saja, semua toko yang saya datangi ini semua nya adalah toko offline. Enam tahun lalu, marketplace belum menjadi trend seperti sekarang. Kalaupun ada yang menawarkan transaksi online lewat web belanja ataupun media sosial, rasanya akan berpikir dua kali sebelum bertransaksi. Takut kena tipu. Namun untuk mama baru, sebaiknya memang melakukan belanja offline. Yakin lebih puas karena bisa melihat secara langsung barang yang dibeli. Bisa berinteraksi face to face dengan penjual, proses menawar dan minta diskon pun menjadi lebih enak kalau belanja banyak.
Beberapa rekomendasi toko offline tambahan saya adalah Fany Baby di ITC Kuningan dan Mae Bebe di bilangan Bintaro (Seberang STAN). Harga cukup bersaing, dan koleksi barang pun cukup komplit. Yang pasti kalau berbelanja ke-dua toko tersebut harus siap berdesak-desakan dengan emak2 lainnya ya. Jika malas berdesakan, bisa memilih untuk berbelanja online, keduanya membuka toko online di Shopee. Recommended, karena walaupun berbelanja lewat Shopee, kecepatan packing super cepat dan bisa dikirim menggunakan same day service untuk area Jakarta.
2. Belanja-belanja kebutuhan mama
Waktu hamil dan melahirkan anak pertama, terus terang saya sangat kesulitan mencari celana & baju hamil / menyusui. Kalaupun ada, harga lumayan mahal, model agak jadul dan kurang stylish. Hingga seringnya saya mencari baju hamil di tempat jual baju biasa namun dengan model yang tidak menekan perut dan size extra extra large. Baju menyusui pun sering mengandalkan kemeja, yang walaupun bisa dipakai untuk menyusui namun agak terlalu ribet dan terbuka saja. Sekarang rasanya lebih mudah membeli kebutuhan celana & baju hamil / menyusui. Brand stylish namun lumayan ramah kantong seperti Uniqlo pun sudah mengeluarkan seri maternity wear, yang selain modelnya menarik bahannya pun nyaman.
Untuk baju menyusui akhirnya saya pun berkenalan dengan beberapa brand lokal. Salah satunya adalah Mamigaya. Kisaran harga bajunya mulai dari 90K hingga 250K tergantung model baju. Desainnya pun cukup beragam, mulai dari casual hingga formal, kutungan hingga hijab friendly, basic colors hingga penuh corak. Cakepnya lagi, sebagian besar bajunya fit to XL jadi sangat bumil friendly. Cakep kedua, Mamigaya sering mengadakan sale untuk baju2-nya yang defect. Kisaran harganya pun meluncur tajam mulai dari 59k dan jarang2 di atas 100K. Namun sekali lagi barangnya DEFECT ya, masih layak pakai tetapi biasanya kualitas bahan tidak sesuai standar (agak tipis, kurang halus, dll), ada sedikit noda, kusut, barang rekondisi, ada bolong kecil, atau barang sampel produksi. Kalau emak-emak tidak masyalah dengan kondisi-kondisi tersebut di atas silahkan cus meluncur ke intstagramnya MamigayaSale. Ohiya, stock defect maka barang-barangnya pun tidak ready stock ya. Biasanya Mamigaya akan melakukan big batch sale di waktu-waktu tertentu, stocknya pun rebutan dengan emak-emak lain karena harganya sungguh terjun melintir. Untuk tahu kapan jadwal big batch sales berikutnya di-follow aja akun IG nya ya.
3. Informasi seputar merawat bayi dan perkembangan anak
Jaman dulu, informasi mengenai merawat bayi dan perkembangan anak selalu saya dapatkan dari melalap buku. Beberapa buku seri ayahbunda yang sangat-sangat recommended seperti: 9 Bulan yang Menakjubkan, Perawatan Bayi Baru; buku2 mengenai MP-ASI (bisa klik di sini), bahkan hingga Parenting for Dummies (iya, saya dulu bodoh untuk urusan parenting, sekarang pun masih belum cukup berilmu) gak tanggung-tanggung saya baca. Setelah beberapa bulan melahirkan, akhirnya saya pun berkenalan dengan group-group di facebook yang diasuh oleh dokter, aktivis AIMI maupun ibu-ibu muda peduli. Beberapa group facebook yang menurut saya layak untuk di-follow adalah:
Group-group tersebut bersifat tertutup, sehingga admin harus memverifikasi akunmu terlebih dahulu sebelum bisa join. Jangan mutung kalau approvalnya lama ya, karena tentu saja para pengasuh group ini pun pasti juga punya kesibukan masing-masing (berterimakasihlah mereka masih menyediakan waktu untuk berbagi ilmu secara online). Pastikan juga kamu tidak pakai akun klonengan untuk join, jadi lebih gampang di-approve.
Makin kesini, proses pencarian ilmu saya pun merambah ke instagram. Ada beberapa DSA yang sering sekali berbagi ilmu melalu instragram, seperti Dr Tiwi yang namanya sudah sangat dikenal dikalangan ibu-ibu muda dan Dr. Meta Hanindita dokter / mantan penyiar yang penjelasan sangat nonjok di hati. Ke- dua dokter ini pun sudah meluncurkan beberapa buku terutama mengenai pola makan anak, MPASI, serta bagaimana cara merawat bayi.
4. Growth Chart & Vaksin
Beberapa tahun lalu saya sempat men-share bagaimana saya mengatasi kegalauan mengenai tumbuh kembang anak (artikelnya bisa klik di sini dan di sini). Tentu saja hal ini saya atasi dengan memantau berat tubuh, panjang tubuh, lingkar kepala, jadwal vaksin serta baby milestones. Tiap bulan setelah jadwal check up ke dokter, pasti saya plot pertumbuhan anak di growth chart untuk memastikan perkembangannya sesuai. Tidak lupa pula men-checklist vaksin yang telah dilakukan dan memasang reminder di kalendar untuk jadwal berikutnya.
Namun seiring dengan berkembangnya teknologi, semua pemantauan yang dulu dilakukan manual ini sekarang bisa dilakukan melalui aplikasi yang diterbitkan oleh IDAI, namanya PRIMAKU (bisa langsung di-download melalui Play Store dan App store). Baru saja saya install aplikasi ini, dan sungguh ku amaze sama aplikasinya. Saya sudah mem-plot perkembangan tinggi, berat, serta lingkar kepala anak ke-tiga saya beberapa bulan terakhir di aplikasi ini, dan setiap kali saya input data selalu ada notifikasi apakah semua parameter tersebut normal atau ada indikasi anak kekurangan/kelebihan gizi. Ketika ada data yang tidak normal pun aplikasi ini langsung menganjurkan kita untuk segera konsultasi ke DSA.
Fitur ke-dua aplikasi PRIMAKU adalah jadwal vaksin anak sesuari rekomendari IDAI 2017. Jadi ketika kita pertama kali memasukkan data anak (tanggal lahir), aplikasi akan secara otomatis menghitung setiap kapan anak harus diberi vaksin apa. Jika sudah melakukan vaksin, saya pun tinggal memasukkan data kapan vaksin tersebut dilakukan dan menggunakan jenis vaksin apa.
Fitur ke-tiga kita bisa melakukan screening apakah tahap perkembangan anak sesuai dengan umurnya. Yes, di dalam aplikasi ini terdapat KPSP (Kuesioner PraSkrinning Perkembangan) Anak. Selain itu juga terdapat informasi mengenai tahapan perkembangan anak serta bagaimana untuk menstimulasi nya.
Menurut saya aplikasi PRIMAKU ini merupakan terobosan yang sangat baik dari IDAI untuk membangun generasi bangsa yang lebih cemerlang. Jadi emak-emak baru, jangan lupa didownload ya aplikasinya. Sangat bermanfaat!
Akhirul kalam, sungguh tak terasa ngocehku sangat panjang di sini ya. Masih banyak sebetulnya yang ingin dibagikan, ditunggu ya tayangan artikel-artikel berikutnya mengenai review Rumah Sakit (karena saya sudah melakukan 3 kali persalinan di RS ini) serta pengalaman bersalin saya (supaya emak2 anak satu gak deg-deg an).
Until next time!
Hari ini saya mau share sedikit, mengenai pengalaman persiapan serta saat persalinan yang ke-tiga ini. Siapa tau bisa menjadi contekan untuk mama-mama baru di luar sana.
1. Belanja-belanja kebutuhan bayi
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah share beberapa toko yang saya datangi untuk berbelanja kebutuhan bayi saya. Daftar lebih lengkapnya bisa klik di sini. Tentu saja, semua toko yang saya datangi ini semua nya adalah toko offline. Enam tahun lalu, marketplace belum menjadi trend seperti sekarang. Kalaupun ada yang menawarkan transaksi online lewat web belanja ataupun media sosial, rasanya akan berpikir dua kali sebelum bertransaksi. Takut kena tipu. Namun untuk mama baru, sebaiknya memang melakukan belanja offline. Yakin lebih puas karena bisa melihat secara langsung barang yang dibeli. Bisa berinteraksi face to face dengan penjual, proses menawar dan minta diskon pun menjadi lebih enak kalau belanja banyak.
Beberapa rekomendasi toko offline tambahan saya adalah Fany Baby di ITC Kuningan dan Mae Bebe di bilangan Bintaro (Seberang STAN). Harga cukup bersaing, dan koleksi barang pun cukup komplit. Yang pasti kalau berbelanja ke-dua toko tersebut harus siap berdesak-desakan dengan emak2 lainnya ya. Jika malas berdesakan, bisa memilih untuk berbelanja online, keduanya membuka toko online di Shopee. Recommended, karena walaupun berbelanja lewat Shopee, kecepatan packing super cepat dan bisa dikirim menggunakan same day service untuk area Jakarta.
2. Belanja-belanja kebutuhan mama
Waktu hamil dan melahirkan anak pertama, terus terang saya sangat kesulitan mencari celana & baju hamil / menyusui. Kalaupun ada, harga lumayan mahal, model agak jadul dan kurang stylish. Hingga seringnya saya mencari baju hamil di tempat jual baju biasa namun dengan model yang tidak menekan perut dan size extra extra large. Baju menyusui pun sering mengandalkan kemeja, yang walaupun bisa dipakai untuk menyusui namun agak terlalu ribet dan terbuka saja. Sekarang rasanya lebih mudah membeli kebutuhan celana & baju hamil / menyusui. Brand stylish namun lumayan ramah kantong seperti Uniqlo pun sudah mengeluarkan seri maternity wear, yang selain modelnya menarik bahannya pun nyaman.
Untuk baju menyusui akhirnya saya pun berkenalan dengan beberapa brand lokal. Salah satunya adalah Mamigaya. Kisaran harga bajunya mulai dari 90K hingga 250K tergantung model baju. Desainnya pun cukup beragam, mulai dari casual hingga formal, kutungan hingga hijab friendly, basic colors hingga penuh corak. Cakepnya lagi, sebagian besar bajunya fit to XL jadi sangat bumil friendly. Cakep kedua, Mamigaya sering mengadakan sale untuk baju2-nya yang defect. Kisaran harganya pun meluncur tajam mulai dari 59k dan jarang2 di atas 100K. Namun sekali lagi barangnya DEFECT ya, masih layak pakai tetapi biasanya kualitas bahan tidak sesuai standar (agak tipis, kurang halus, dll), ada sedikit noda, kusut, barang rekondisi, ada bolong kecil, atau barang sampel produksi. Kalau emak-emak tidak masyalah dengan kondisi-kondisi tersebut di atas silahkan cus meluncur ke intstagramnya MamigayaSale. Ohiya, stock defect maka barang-barangnya pun tidak ready stock ya. Biasanya Mamigaya akan melakukan big batch sale di waktu-waktu tertentu, stocknya pun rebutan dengan emak-emak lain karena harganya sungguh terjun melintir. Untuk tahu kapan jadwal big batch sales berikutnya di-follow aja akun IG nya ya.
3. Informasi seputar merawat bayi dan perkembangan anak
Jaman dulu, informasi mengenai merawat bayi dan perkembangan anak selalu saya dapatkan dari melalap buku. Beberapa buku seri ayahbunda yang sangat-sangat recommended seperti: 9 Bulan yang Menakjubkan, Perawatan Bayi Baru; buku2 mengenai MP-ASI (bisa klik di sini), bahkan hingga Parenting for Dummies (iya, saya dulu bodoh untuk urusan parenting, sekarang pun masih belum cukup berilmu) gak tanggung-tanggung saya baca. Setelah beberapa bulan melahirkan, akhirnya saya pun berkenalan dengan group-group di facebook yang diasuh oleh dokter, aktivis AIMI maupun ibu-ibu muda peduli. Beberapa group facebook yang menurut saya layak untuk di-follow adalah:
- Room For Children - Group ini diasuh oleh para Dokter Spesialis Anak yang sangat peduli dengan kesehatan anak Indonesia. Informasinya pun sangat beragam mulai dari tumbuh kembang anak, psikologi anak, hingga penyakit pada anak. Posting di wall seringnya terbatas, namun ini tidak menutup kesempatan emak-emak untuk menggali ilmu. Setelah jadi member, sering-seringlah baca note yang sudah dipublish oleh para dokter tersebut. Sebagian besar pertanyaan kita biasanya terjawab. Kindly note, group ini dibuat bukan untuk menyembuhkan penyakit anak atau konsultasi online ya. Jika anak sakit tetap harus di bawa ke dokter untuk diperiksa secara menyeluruh.
- Homemade Healthy Baby Food (HHBF) - Group ini diasuh oleh para Mama yang peduli untuk menyediakan makanan MP-ASI homemade kaya gizi. Untuk inspirasi resep, aturan pemberian MP-ASI dan pertanyaan-pertanyaan lain seputar pemberian makan pada anak dapat terjawab di group ini. Seperti biasa jangan malas untuk membuka FILES yang sudah dibuat oleh para admin ya. Banyak ilmu bermanfaat yang didapatkan di group ini.
- Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia - Group ini tentu saja diasuh oleh AIMI. Informasi mengenai pemberian ASI pun sangat lengkap dibahas tuntas di group ini. Beberapa pertanyaan mengenai kebiasaan menyusu bayi di hari-hari awal kehidupan bayi yang biasanya sering bikin emak2 galau pun terjawab di sini.
Group-group tersebut bersifat tertutup, sehingga admin harus memverifikasi akunmu terlebih dahulu sebelum bisa join. Jangan mutung kalau approvalnya lama ya, karena tentu saja para pengasuh group ini pun pasti juga punya kesibukan masing-masing (berterimakasihlah mereka masih menyediakan waktu untuk berbagi ilmu secara online). Pastikan juga kamu tidak pakai akun klonengan untuk join, jadi lebih gampang di-approve.
Makin kesini, proses pencarian ilmu saya pun merambah ke instagram. Ada beberapa DSA yang sering sekali berbagi ilmu melalu instragram, seperti Dr Tiwi yang namanya sudah sangat dikenal dikalangan ibu-ibu muda dan Dr. Meta Hanindita dokter / mantan penyiar yang penjelasan sangat nonjok di hati. Ke- dua dokter ini pun sudah meluncurkan beberapa buku terutama mengenai pola makan anak, MPASI, serta bagaimana cara merawat bayi.
4. Growth Chart & Vaksin
Beberapa tahun lalu saya sempat men-share bagaimana saya mengatasi kegalauan mengenai tumbuh kembang anak (artikelnya bisa klik di sini dan di sini). Tentu saja hal ini saya atasi dengan memantau berat tubuh, panjang tubuh, lingkar kepala, jadwal vaksin serta baby milestones. Tiap bulan setelah jadwal check up ke dokter, pasti saya plot pertumbuhan anak di growth chart untuk memastikan perkembangannya sesuai. Tidak lupa pula men-checklist vaksin yang telah dilakukan dan memasang reminder di kalendar untuk jadwal berikutnya.
Namun seiring dengan berkembangnya teknologi, semua pemantauan yang dulu dilakukan manual ini sekarang bisa dilakukan melalui aplikasi yang diterbitkan oleh IDAI, namanya PRIMAKU (bisa langsung di-download melalui Play Store dan App store). Baru saja saya install aplikasi ini, dan sungguh ku amaze sama aplikasinya. Saya sudah mem-plot perkembangan tinggi, berat, serta lingkar kepala anak ke-tiga saya beberapa bulan terakhir di aplikasi ini, dan setiap kali saya input data selalu ada notifikasi apakah semua parameter tersebut normal atau ada indikasi anak kekurangan/kelebihan gizi. Ketika ada data yang tidak normal pun aplikasi ini langsung menganjurkan kita untuk segera konsultasi ke DSA.
Fitur ke-dua aplikasi PRIMAKU adalah jadwal vaksin anak sesuari rekomendari IDAI 2017. Jadi ketika kita pertama kali memasukkan data anak (tanggal lahir), aplikasi akan secara otomatis menghitung setiap kapan anak harus diberi vaksin apa. Jika sudah melakukan vaksin, saya pun tinggal memasukkan data kapan vaksin tersebut dilakukan dan menggunakan jenis vaksin apa.
Fitur ke-tiga kita bisa melakukan screening apakah tahap perkembangan anak sesuai dengan umurnya. Yes, di dalam aplikasi ini terdapat KPSP (Kuesioner PraSkrinning Perkembangan) Anak. Selain itu juga terdapat informasi mengenai tahapan perkembangan anak serta bagaimana untuk menstimulasi nya.
Menurut saya aplikasi PRIMAKU ini merupakan terobosan yang sangat baik dari IDAI untuk membangun generasi bangsa yang lebih cemerlang. Jadi emak-emak baru, jangan lupa didownload ya aplikasinya. Sangat bermanfaat!
Akhirul kalam, sungguh tak terasa ngocehku sangat panjang di sini ya. Masih banyak sebetulnya yang ingin dibagikan, ditunggu ya tayangan artikel-artikel berikutnya mengenai review Rumah Sakit (karena saya sudah melakukan 3 kali persalinan di RS ini) serta pengalaman bersalin saya (supaya emak2 anak satu gak deg-deg an).
Until next time!
Label:
Parenthood,
Ramblings
May 18, 2018
Bikin Paspor Nyaman, Cepat, Mandiri
Yuuhuu Readers,, :)
Hari ini mau sedikit berbagi nih tentang pengalaman dengan kantor imigrasi. Terus terang saya termasuk orang yang berasumsi kalau berurusan dengan lembaga pemerintahan itu na'udzubillah ribetnya. Jadi ceritanya saya ingin buat paspor untuk anak-anak saya. Waktu ada rencana untuk bikin paspor udah kebayang penuhnya Kantor Imigrasi Jakarta Selatan (which is kantor imigrasi paling rame seantero Jakarta, and sadly closest to home also), yang katanya kalau mau dapat nomer harus antri dari jam 5 subuh. Walaupun konon kabarnya ada antrian prioritas untuk balita, ya tetep aja gitu gak mungkin kan saya harus datang jam 5 pagi bawa dua balita, ambil nomer antrian terus masih harus nunggu sampe jam 8 pas Kantor Imigrasi buka, dan masih harus nunggu berjam-jam dari satu loket ke loket lain.
Fakta pertama. Apparently sekarang ini ternyata ada yang namanya Unit Layanan Paspor, yang kurang lebih fungsinya kaya Kantor Cabang Pembantu yah kalo di perbankan. Jadi kalau cuma urusan perpanjang paspor atau bikin paspor baru, bisa ke Unit Pelayanan Paspor saja. Fungsi ULP memang untuk mendekatkan dan mempercepat proses pelayanan paspor ke masyarakat. Tetapi kalau paspor hilang atau rusak tetap harus ke Kantor Imigrasi ya, ULP tidak bisa melayani. Dan ternyata lagi KanIm Jakarta Selatan punya dua unit ULP yang ternyata salah satu nya lebih dekat lagi ke rumah. Langsung lah kantor ULP ini yang saya tuju untuk membuat paspor.
Kalau mau lihat list kantor imigrasi dan ULP yang terdekat dengan tempat mu bisa ke sini.
Fakta kedua. Yang paling saya takutkan adalah ANTRIAN MENGULAR. Dan ternyata, sekarang sistem antrian online imigrasi sudah cukup mumpuni. Jadi sebelum berencana bikin paspor silahkan daftar di antrian.imigrasi.go.id. Jangan lupa bikin username ya, kalau tidak salah saya pernah baca untuk satu username ini hanya bisa digunakan untuk 5 kali apply daftar. Jadi misalkan kuota kamu untuk daftar sudah habis harus buat username baru (keliatannya ini mungkin untuk mencegah calo juga kali ya,,). FYI lagi nih, kuota antrian akan diupdate setiap hari Minggu, jadi misalkan kamu sudah niat memang mau apply bikin/perpanjang paspor silahkan cek kuota antrian di hari Minggu.
Waktu itu saya mendaftar tanggal 29 April, kuota yang dibuka adalah untuk pendaftaran tanggal 3 Mei - 11 Mei. Tinggal klik kantor yang akan dituju, pilih tanggal, pilih jam (pagi atau sore) masukkan nama pendaftar dan NIK langsung dapat nomer antrian (jika kuota masih ada).
Fakta ketiga. Setelah 2 masalah teratasi, masalah yang terakhir adalah loket-loket yang banyak. Apalagi pas lihat flowchart yang di keluarkan oleh Kantor Imigrai seperti ini nih:
Terus terang liat panah kesana kemari, otak emak-emak saya langsung shut down, yang terlintas cuma banyak banget stop-stopannya. Tapi ya udah sih, bismillah yah, sehari sebelum jadwal pun disiapkan lah semua dokumen asli serta fotokopian yang harus diberikan saat pendaftaran. Ingat pastikan semua dokumen komplit ya, karena sayang banget nomer antriannya kalau harus antri lagi dari perndaftaran web awal karena dokumen yang salah ketik, kurang lengkap dan lain lain. Ternyataaaaaa,,, gak ada itu harus antri di berbagai macam loket. Jadi begitu datang ke ULP saya tinggal lapor ke front desk. Nah di front desk ini ada petugas yang memeriksa secara kasar apakah dokumen fotokopian yang kita bawa sudah lengkap (lengkap yaaa,, belum tentu benar), terus sama petugasnya dikasih map + form yang harus kita isi. Kemudian karena kita sudah daftar untuk dapat nomer antrian sebelumnya, kita tinggal tunjukkin QR code untuk pendaftaran kita. Petugas scan QR code tersebut, langsung dicetak deh nomer antriannya dari mesin printer. Selanjutnyaaaaa, kita tinggal tunggu nomer antrian kita disebut untuk masuk ke ruang verifikasi data, rekam sidik jari dan ambil foto. Di penghujung acara, petugas yang memverifikasi akan memberikan kita selembar kertas yang isinya adalah biaya yang harus dibayarkan serta virtual account untuk pembayaran biaya pembuatan paspor. Pembayaran bisa dilakukan di teller atau atm bank apa saja. Jadiii,, gak perlu khawatir yah biaya yang kita bayarkan masuk pungli. Kurang lebih proses verifikasinya sekitar 15 - 20 menit.
Selesaiiii,, dari ULP langsunglah kita cus ke atm terdekat. Paspor selesai dikerjakan dalam waktu 3 hari kerja setelah pelunasan saja . Gimanaaaa,, nyaman, cepat, dan mandiri kannn,, gak perlu lagi yah pakai calo-calo an. :)
Kali ini pelayanan kantor imigrasi saya kasih bintang 5. Sungguh perbaikan yang sangat besar, ini yang namanya melayani masyarakat. Semoga pelayanan seperti ini juga diikuti dengan lembaga pemerintahan lainnya yah.
Hari ini mau sedikit berbagi nih tentang pengalaman dengan kantor imigrasi. Terus terang saya termasuk orang yang berasumsi kalau berurusan dengan lembaga pemerintahan itu na'udzubillah ribetnya. Jadi ceritanya saya ingin buat paspor untuk anak-anak saya. Waktu ada rencana untuk bikin paspor udah kebayang penuhnya Kantor Imigrasi Jakarta Selatan (which is kantor imigrasi paling rame seantero Jakarta, and sadly closest to home also), yang katanya kalau mau dapat nomer harus antri dari jam 5 subuh. Walaupun konon kabarnya ada antrian prioritas untuk balita, ya tetep aja gitu gak mungkin kan saya harus datang jam 5 pagi bawa dua balita, ambil nomer antrian terus masih harus nunggu sampe jam 8 pas Kantor Imigrasi buka, dan masih harus nunggu berjam-jam dari satu loket ke loket lain.
Fakta pertama. Apparently sekarang ini ternyata ada yang namanya Unit Layanan Paspor, yang kurang lebih fungsinya kaya Kantor Cabang Pembantu yah kalo di perbankan. Jadi kalau cuma urusan perpanjang paspor atau bikin paspor baru, bisa ke Unit Pelayanan Paspor saja. Fungsi ULP memang untuk mendekatkan dan mempercepat proses pelayanan paspor ke masyarakat. Tetapi kalau paspor hilang atau rusak tetap harus ke Kantor Imigrasi ya, ULP tidak bisa melayani. Dan ternyata lagi KanIm Jakarta Selatan punya dua unit ULP yang ternyata salah satu nya lebih dekat lagi ke rumah. Langsung lah kantor ULP ini yang saya tuju untuk membuat paspor.
Kalau mau lihat list kantor imigrasi dan ULP yang terdekat dengan tempat mu bisa ke sini.
Fakta kedua. Yang paling saya takutkan adalah ANTRIAN MENGULAR. Dan ternyata, sekarang sistem antrian online imigrasi sudah cukup mumpuni. Jadi sebelum berencana bikin paspor silahkan daftar di antrian.imigrasi.go.id. Jangan lupa bikin username ya, kalau tidak salah saya pernah baca untuk satu username ini hanya bisa digunakan untuk 5 kali apply daftar. Jadi misalkan kuota kamu untuk daftar sudah habis harus buat username baru (keliatannya ini mungkin untuk mencegah calo juga kali ya,,). FYI lagi nih, kuota antrian akan diupdate setiap hari Minggu, jadi misalkan kamu sudah niat memang mau apply bikin/perpanjang paspor silahkan cek kuota antrian di hari Minggu.
Waktu itu saya mendaftar tanggal 29 April, kuota yang dibuka adalah untuk pendaftaran tanggal 3 Mei - 11 Mei. Tinggal klik kantor yang akan dituju, pilih tanggal, pilih jam (pagi atau sore) masukkan nama pendaftar dan NIK langsung dapat nomer antrian (jika kuota masih ada).
Fakta ketiga. Setelah 2 masalah teratasi, masalah yang terakhir adalah loket-loket yang banyak. Apalagi pas lihat flowchart yang di keluarkan oleh Kantor Imigrai seperti ini nih:
![]() |
| Sumber dari Web Kantor Imigrasi |
Selesaiiii,, dari ULP langsunglah kita cus ke atm terdekat. Paspor selesai dikerjakan dalam waktu 3 hari kerja setelah pelunasan saja . Gimanaaaa,, nyaman, cepat, dan mandiri kannn,, gak perlu lagi yah pakai calo-calo an. :)
Kali ini pelayanan kantor imigrasi saya kasih bintang 5. Sungguh perbaikan yang sangat besar, ini yang namanya melayani masyarakat. Semoga pelayanan seperti ini juga diikuti dengan lembaga pemerintahan lainnya yah.
Label:
Family Life,
Travel
May 10, 2015
Pulau Kakaban : Do's and Dont's
Catatan: saya akan sangat senang sekali jika teman2 mau membaca dan membagi tulisan ini ke teman2 lainnya. Terutama yang berminat untuk mengunjungi Pulau Kakaban. Ini adalah salah satu kontribusi saya untuk menjaga kelestarian pariwisata alam Indonesia. Mari menjadi wisatawan yg lebih bertanggung jawab.
Pulau Kakaban adalah salah satu pulau yang tergabung dalam Kepulauan Derawan, Kab. Berau, Kalimantan Timur, Indonesia. Salah satu objek wisata yang ditawarkannya adalah danau air payau yang didalamnya dihuni oleh ribuan ubur-ubur yang tidak menyengat manusia. Tidak dapat dipungkiri sensasi berenang bersama ubur-ubur adalah pengalaman yang tidak dapat dilupakan. Dan seiring dengan makin populernya Pulau Kakaban, banyak sekali wisatawan yang berkunjung untuk mendapatkan sensasi ini. Sayang sekali meningkatnya wisatawan tidak didukung dengan edukasi dari pemerintah ataupun pihak terkait untuk menjaga kelangsungan wisata alam ini.
Tulisan ini saya buat karena kesedihan saya ketika berkunjung ke Pulau Kakaban. Kebetulan travel yang saya gunakan merupakan travel yang cukup bertanggung jawab, sehingga sebelum berangkat guide pun memberitahu kami apa yang boleh dan tidak boleh kami lakukan ketika berenang di danau ubur-ubur. Namun yang saya lihat, bersamaan dengan group travel kami, ada pula group-group lain yang entah karena ketidakpeduliannya atau ketidaktahuannya justru melakukan hal-hal yg dilarang yang dapat membahayakan kelangsungan hidup ubur-ubur. Kurangnya kontrol dari penjaga konservasi pun membuat wisatawan bisa melakukan apapun sekehendak mereka. Sebelum saya berenang di dalam danau ubur-ubur saya sudah melihat banyak sekali ubur-ubur yg sudah kehilangan kakinya (cacat), bayangkan jika sebagian besar wisatawan yang datang adalah wisatawan yang tidak peduli. Bisa jadi beberapa tahun ke-depan ubur-ubur Pulau Kakaban hanya tinggal kenangan.
Berikut ini adalah daftar do's dan dont's yang diberikan oleh tour guide saya:
- Menyentuh ubur-ubur diperbolehkan
- Jangan mencium ubur-ubur. Karena dapat menyebabkan bibir gatal
- Berenang di dalam danau dan disekitar ubur-ubur juga diperbolehkan, akan tetapi lakukan hati-hati dengan gerakan yang tenang (jangan gedebar gedebur) - terus terang jika kamu berenang kamu akan merasakan jika kamu telah menendang atau menyenggol ubur-ubur secara tidak sengaja
- Jangan terjun/melompat ke dalam danau
- Jangan menggunakan Fin, karena dapat memotong/melukai ubur2
- Jangan menggunakan sun block / produk ber-spf lainnya
Sederhana bukan? Dengan tindakan sederhana ini kita pun dapat menikmati sambil menjaga kelestarian danau ubur-ubur Pulau Kakaban
Note: I'll be very happy if you guys are willing to read and share this article especially to those who are interested to visit Kakaban Island. This is my way to contribute on the sustainability of Indonesia's tourism. Let's be a more responsible tourist.
Kakaban Island is one of the island at Derawan Archipelago, Berau Regency, East Borneo Province, Indonesia. One of the tourist attraction at this place is a brackish water lake filled with harmless-to-human jellyfish. Swimming with this jellyfish is undeniably one of most extraordinary experience. As Kakaban Island is getting more popular, lots of tourists are coming to get hold of the sensation. Unfortunately, the increasing tourist is not well supported with education to maintain the sustainability by the government and other stakeholders
During my visit to Kakaban island I was lucky enough to get a responsible travel agent. We were briefed on what we can and cannot do while swimming in the stingless jellyfish lake. But once we get there, it actually saddens me that not all travel agent and tour guide are as responsible and caring as ours. And the lack of control from the caretaker allows the tourists to do everything as they like inside the lake. Before I swam into the lake I've seen there were lost of crippled jellyfish (lots of them lose their legs), and can you imagine what will happen if most tourists who came were not aware of what they're not supposed to do inside the lake. It is most likely that few years from now, the jellyfish of Kakaban Island might become extinct.
Here's a list of do's and dont's that were shared by our tour guide before:
- Touching jellyfish is OK but do it gently
- Don't kiss jellyfish, your lips will get itchy
- Swimming in the lake is OK and DO it gently. DON'T stroke your legs and arms vigorously. Actually when you swim you can feel if you have accidentally hit or kick a jellyfish
- Don't jump/dive into the lake
- Don't use fins, as it will cut/hurt the jellyfish
- Don't use sun block or any othe products with spf
Take nothing but picture. Leave nothing but footprints. Kill nothing but time.
Label:
Travel
January 01, 2015
Money Origami : Cara Cepat Rangkai Mahar Sendiri
Kerajinan tangan yang pertama kali saya buat mungkin adalah satu box money origami yang saya rangkai sendiri untuk pernikahan saya hampir 3 tahun yang lalu. Duluuuu sekali, mana saya pernah kepikiran buat merangkai-rangkai uang. Tapi setelah Mas Suami melamar dan menentukan tanggal serta menyebutkan sejumlah nominal uang untuk mahar, saya pun kepikiran untuk merangkai nya. Sebetulnya ini sedikit terinspirasi dengan cerita "Souvenir Pernikahan Mbak Lulu Tobing". Saya pikir lucu juga kalau uang tanda cinta ini dirangkai jadi satu buket bunga. Seperti biasa, inspirasi terbesar saya adalah dari youtube dan google. Setelah merangkai semalem suntuk, kira-kira beginilah tampilannya (foto diambil baru2 ini, bukan saat hari H,, jadi harap maklum jika terlihat sedikit penyok2):
Cukup ciamik kan? Terus terang setelah selesai membuat ini, saya hanya bisa tersenyum puas. My mahar may not be of much value to other people, but I know it is put together with love, just like my marriage would be which worth more than the world to me.
Buat teman2 yang sudah mendekati hari H, dan ingin merangkai sendiri mahar nya, berikut ini saya kasih diagram-diagram untuk membuat beberapa bentuk dasar cantik yang bisa digunakan. Jika ingin bentuk origami yang lebih canggih, bisa mampir ke sini dan ke sini.
1. Bunga
bahan yang dibutuhkan:
- 3 lembar uang
- pipe cleaner / kawat
2. Kupu-kupu
Bahan yang dibutuhkan:
- 2 lembar uang dengan warna/nominal berbeda
- pipe cleaner/kawat
3. Hati Sederhana
Bahan yang dibutuhkan:
- 1 lembar uang
Gampil surampil kan. Para capeng gak perlu pusing lagi mikir gimana biar maharnya keliatan cantik. Selamat mencoba!
powered by GiftBox4U by Mayang
![]() |
| Money Origami : Flower Box + You&Me Frame |
Buat teman2 yang sudah mendekati hari H, dan ingin merangkai sendiri mahar nya, berikut ini saya kasih diagram-diagram untuk membuat beberapa bentuk dasar cantik yang bisa digunakan. Jika ingin bentuk origami yang lebih canggih, bisa mampir ke sini dan ke sini.
1. Bunga
bahan yang dibutuhkan:
- 3 lembar uang
- pipe cleaner / kawat
2. Kupu-kupu
Bahan yang dibutuhkan:
- 2 lembar uang dengan warna/nominal berbeda
- pipe cleaner/kawat
3. Hati Sederhana
Bahan yang dibutuhkan:
- 1 lembar uang
Gampil surampil kan. Para capeng gak perlu pusing lagi mikir gimana biar maharnya keliatan cantik. Selamat mencoba!
powered by GiftBox4U by Mayang
December 07, 2014
Decoupage 101 : Mengkombinasikan Decoupage dengan Photo Transfer
Setelah beberapa kali membuat hasil karya decoupage, kayanya kurang seru kalau hanya tempel lagi tempel lagi.
Bagaimana,, cukup tergiur?? Pada tutorial hari ini, saya akan membagi semua langkah-langkah dari A - Z sehingga mencapai hasil akhir yang diinginkan. Mulai dari :
Beberapa waktu yang lalu saya sempat menemukan satu channel youtube yang isinya tutorial untuk mentransfer foto ke permukaan kayu. Teknik ini bisa dilakukan pula untuk permukaan kanvas dan lain-lainnya. Jadi instead of mencetak foto tersebut di permukaan yang diinginkan, sebaliknya kita cukup hanya memindahkan foto yang sudah kita cetak di kertas ke permukaan yang kita inginkan. Sebelum membaca lebih lanjut, *spoiler alert* kira-kira begini lah hasil jadi dari tutorial crafting kali ini.
![]() |
| Hasil Akhir |
![]() |
| Hasil akhir lebih detail |
1. Memperisapkan Foto yang akan digunakan (print)
2. Melakukan Foto Transfer
3. Teknik painting yang saya lakukan
4. Proses decoupaging
Mari kita mulai dengan bahan-bahan terlebih dahulu.
Bahan untuk foto transfer :
- File soft copy foto yang ingin dicetak
- Aplikasi computer : Photoshop
- Laser jet printer (jika tidak ada bisa ke tukang cetak/print terdekat seperti snappy, revo, dll. pastikan anda meminta foto dicetak menggunakan printer laser bukan tinta)
- kertas hvs putih
- heavy matte gel medium (banyak video tutorial yang menyarankan untuk menggunakan mod podge khusus photo transfering. Tetapi ada juga beberapa video yang menggunakan gel medium. Berhubung mod podge sangat langka, akhirnya saya pakai gel medium yang cukup banyak ditemukan di toko buku bagian cat&lukis)
- spons
- air
Bahan untuk decoupage:
- Talenan (hari ini permukaan kayu yang saya gunakan adalah talenan, but please feel free to explore)
- Cat akrilik (kali ini saya menggunakan warna chamomile, periwinkle ice, spring stream, -pink candlelight, persian green, star gold)
- lem decoupage
- Cat varnish
- kertas decoupage / servietten
- kuas
- gunting
- spons
- Stencil
![]() |
| Bahan-bahan yang digunakan |
Persiapan Foto
- Buka file yang ingin kamu edit di aplikasi Photoshop. Note : Sebetulnya edit ini dilakukan jika kamu ingin mengubah tone foto menjadi black&white atau sepia, serta mem-flip foto sehingga memiliki angle yang diinginkan. Perlu diketahui teknik foto transfer yang akan digunakan, mengakibatkan efek mirroring pada hasil akhir. Singkat nya adalah, benda yang sebelumnya pada saat dicetak berada di kanan, setelah ditransfer akan berada di kiri. Jika kamu sudah cukup bahagia dengan file soft copy foto yang dimiliki, bisa langsung print fotonya dan lanjut ke bagian tutorial berikutnya.
- Untuk memberikan efek B&W : Klik Image > Mode > Grayscale. Atau bisa juga dengan cara klik Image > Adjustment > Desaturate
- Untuk memberikan efek sepia : klik Image > Mode > Grayscale. Kemudian klik Image > Mode > RGB Color. Tambahkan filter foto dengan cara klik Image > Adjustments > Photo Filter. Ketika dialog box photo filter muncul silahkan pilih menu filter : Sepia. Ubah "set density" sehingga memberikan efek Sepia yang diinginkan. Jangan lupa tick box "Preserve Luminosity". Setelah semua terasa pas, klik "OK"
- Cara mem-flip foto : tekan ctrl+T pada keyboard, pada bagian atas aplikasi akan muncul beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk mentransform bentuk foto. Berikan tanda minus (-) pada box yang mengatur persentase lebar (W)
- Save dan foto siap dicetak.
- Ingat! Cetak menggunakan printer laser, agar foto tidak luntur ketika ditransfer
- Letakkan foto di atas permukaan yang akan digunakan
- Tandai lebar dan luas foto pada permukaan dengan pensil
- Sisihkan foto, Oleskan gel medium pada permukaan yang sudah ditandai sebelumnya.
- Perlahan-lahan dan dengan hati-hati, tempelkan foto di atas gel medium dengan bagian yang bergambar menghadap ke bawah (bagian yang dapat kamu lihat adalah bagian kertas yang putih/kosong)
- Ratakan kertas, pastikan tidak ada gelembung udara yang terperangkap
- Tunggu hinggal gel medium kering
- Setelah kering, ambil segelas air dan basahkan spons
- Gunakan spons basah untuk meneteskan air pada kertas, lakukan berkali-kali hingga seluruh permukaan kertas basah
- Kemudian perlahan-lahan gosok-gosok kertas dengan lembut menggunakan jari
- Bagian kertas yang basah tersebut perlahan-lahan akan terkelupas, menyisakan foto yang telah tertempel ke permukaan kayu.
- Lakukan dengan perlahan-lahan, agar foto tidak ikut terkelupas semuanya.
- Setelah semua kertas terkelupas, oleskan cat varnish pada foto yang telah tertempel di permukaan kayu
Proses membuat decoupage
- Cat seluruh permukaan talenan menggunakan warna dasar. Pada kali ini saya menggunakan warna Chamomile yang warnanya sangat beige menyerupai kayu.
- Kemudian setelah cat dasar kering. Saya pun menggunakan tiga warna cat (spring green, pink candlelight, periwinkle ice) dan spons untuk pengaplikasiannya. Untuk memberikan kesan cloudy.
- Pertama-tama, tuangkan cat secukupnya pada palet.
- Kemudian celupkan sedikit ujung spons pada masing-masing warna. Pada tahap ini akan terlihat pada spons 3 warna yang berbeda tetapi sinkron.
- Petel (atau bahasa inggris nya Dab) sponsnya di atas permukan kayu. Jangan disapukan ya. Dengan begini, masing-masing warna akan tetap terlihat stand out tidak bercampur membentuk warna baru.
- Tunggu hingga kering.
- Lakukan transfer foto, seperti langkah-langkah yang sudah saya jabarkan di atas.
- Sampai tahap ini talenan sudah hampir separuh jadi. Selanjutnya adalah memberikan efek wash. Jika dilihat pada foto talenan yang lebih detail, talenan berwarna sedikit kuning dan glittery tetapi samar-samar. Hal ini dapat dilakukan dengan menyapukan warna Star Gold namun dengan opacity yang rendah.
- Pertama-tama encerkan cat akrilik dengan air secukupnya.
- Ambil spons, celupkan pada campuran tersebut dan sapukan pada permukaan kayu.
- Tunggu hingga kering.
- Sekarang kita sudah bisa menempelkan kertas decoupage untuk mendekorasi.
- Potong bagian kertas decoupage yang diinginkan. Tempel menggunakan lem decoupage.
- Setelah kering lapisi lagi kertas yang sudah ditempelkan menggunakan lem decoupage.
- Gunakan template stencil untuk menambah dekorasi pada talenan (dalam hal ini saya menggunakan template stencil dari Bo Bunny dengan cat Persian Green)
- Tunggu hingga kering, lapisi talenan dengan cat varnish.
- Selesai!
NOTE:
- Ketika melakukan transfer foto, wajar jika bagian foto akan sedikit terkelupas. Oleh karena itu pastikan ketika mengeletek kertas lakukan dengan hati-hati sehingga yang terkelupas hanya sedikit. Personally efek terkelupas ini memberikan kesan vintage pada foto.
- Untuk menambahkan kesan girly, bisa ditambahkan pita dan baker's twine pada gagang talenan
Last but not least, selamat mencoba! And do feel free to explore. Terus terang proses decoupage kali ini saya banyak mencomot sana dan sini dari youtube dan google.
Label:
Crafting,
Decoration,
DIY,
Serba Serbi
October 28, 2014
DIY : Yuk Main Drum!
Pada umur tertentu ada saatnya anak kecil senang sekali bermain bunyi-bunyian dan menabuh.
Apabila kita berkunjung ke toko mainan, banyak sekali ragam macam drum-druman mini ini. Ada yang bertema drum band, jadi lengkap dengan harmonika dan terompet nya. Ada pula yang bertema full set drum, biasanya untuk permainan anak yang lebih dewasa. Yang sudah mengerti cara menabuh drum dengan benar. Semuanya hampir pasti berharga 100ribu ++
Saya pernah belikan anak saya satu set, tetapi mengingat, anak kecil masih suka bereksperimen. Hampir pasti drum itu selain ditabuh pasti juga dibanting, pukulannya pun selain dipakai untuk memukul drum dipakai juga untuk memukul semua benda yang terlihat, bahkan bisa tiba2 berubah fungsi jadi sendok-sendokan. Walhasil, belum beberapa lama pun drum nya somplak. Sebel gak sih lihat mainan mahal tapi cepet rusak. Kalau kata gambar2 meme "Sakitnya tuh Disini" *sambil memegang dada*.
Akhirnya, daripada keluar duit lagi, dimanfaatkanlah barang seisi rumah untuk buat drum-druman. Prinsip dasar drum mainan anak adalah dipukul tidak sakit, berbunyi menarik.
Bahan dasarnya:
1. Kaleng (bekas susu, bekas kornet, bekas apa aja) / toples plastik (bekas sambel teri, bekas sambel kacang) / kemasan paperboard tube (bekas keripik Pring***)
2. Balon
3. Double tape
4. Lem
5. Gunting
Untuk bahan penghias:
1. Kertas crepe/kertas kraft/kertas tissue (tergantung di rumah adanya apa)
2. Cat akrilik / cat poster
3. Pita
4. Sticker dan bahan-bahan lain yang bisa digunakan untuk menghias
Cara buatnya:
1. Bersihkan wadah yang akan digunakan.
2. Berikan double tape pada ujung wadah yang terbuka
3. Gunting bagian atas balon (buang bagian balon yang menyempit)
4. Rentangkan balon sehingga menutupi bagian wadah yang terbuka
Sampai sini sebetulnya gendang sudah bisa dimainkan, karena sudah berfungsi sebagai alat yang berbunyi ketika ditabuh. Namun agar terlihat lebih rapih, sebaiknya dihias.
Cara menghiasnya:
1. Ukur luas bagian badan wadah yang akan ditutupi
2. Gunting kertas sesuai dengan ukuran bagian badan wadah yang akan dihias
3. Hias kertas sesuai dengan keinginan
4. Lapisi bagian badan wadah dengan double tape / lem
5. Tempelkan kertas sehingga melapisi wadah
6. Berikan pita pada bagian atas drum, untuk mempercantik sekaligus bisa dijadikan gantungan anak ketika bermain (seperti pemain drum band yang ditivi2 itu loh)
Selesai!
Drum atau gendang atau tetabuhan ini pun bisa langsung dimainkan.
Note. My Baby seneng banget sama balon yang digunakan untuk gendang ini. Dia memang paling gemes sama balon. Balon yang sudah ditiup pun senang dijajal sifat karetnya yang melar. Saya jadi takut sendiri, takut dia trauma dengan balon yang meletus di depan muka. Nah, dengan gendang ini, dia bisa eksplorasi sifat karet yang melar tanpa takut balon meletus apalagi karetnya kejepret ke muka.
Label:
DIY,
Parenthood,
Serba Serbi
October 26, 2014
Belajar : Foto Minuman Puanas
Disclaimer: Ini cuma coba-coba. Sharing hasil praktek dari hasil googling. Kalau gagal dapat foto yang sesuai, harap maklum, coba lagi. Karena sesungguhnya Practice Makes Perfect.
Selalu penasaran setiap lihat iklan kopi dimana kopinya difoto panas-panas dan uapnya pun terlihat eksotis. Sedangkan saya, tiap kali foto teh anget, cuma keliatan teh nya aja, kemana uapnya?!?!
Beruntunglah kita yang hidup di jaman modern. Mau belajar sesuatu yang baru gak susah, tinggal berselancar di dunia maya dan banyak sekali orang-orang ahli yang berbagi ilmu baik melalu video youtube atau blog.
Dari hasil berselancar ini saya pun mendapatkan banyak tips.
1. Uap dari makanan sifatnya tidak seperti asap rokok (atau asap kebakaran). Asap rokok itu berwarna cenderung hitam, sedangkan uap makanan berwarna cenderung putih. Jadi jika ingin mendapatkan hasil foto uap makanan, sebaiknya pilih background yang agak gelap dan sederhana sehingga uap terlihat lebih jelas.
2. Lighting is key. Pencahayaan, arah datang cahaya serta dimana kita menaruh moncong kamera adalah hal yang paling penting.
Links to tutorial:
- Kalau googling "Photography Steam" video ini hasil yang muncul paling atas.
LearnMyShot punya banyak video tutorial lainnya buat kita belajar cara ambil foto yang hits banget.
- artikel yang ini saya dapet boleh ngubek2 google sampai halaman belakang. Tutorial nya rumahan, jadi walaupun kamu tidak punya tiga lampu sorot seperti LearnMyShot kamu tetap bisa mengambil foto yang diinginkan. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, lightning is key, and natural light works best.
Percobaan saya:
Untuk emak-emak bekerja, yang pergi sebelum sinar matahari memberikan sinar terbaiknya dan pulang sesudah remang-remang bulan muncul, mengejar natural light tentunya menjadi opsi yang hanya bisa dilakukan saat weekend. Akhirnya saya pun bermodal:
- kain flanel hitam, berfungsi sebagai background
- lampu meja duduk, biar bisa mengatur datangnya cahaya
- meja kecil, alat bantu untuk menyangga dan menaruh properti
Setelah semua perbekalan ini, jangan berharap saya bisa tiba-tiba langsung jepret uap di jepretan pertama. Saya pun sempat kecewa, perasaan eh perasaan semua properti sudah lengkap kenapa masih belum kelihatan juga. Setelah re-posisi semua properti akhirnya dapet juga foto yang agak pas.
Ini dia hasil jepretan-jepretannya.
Beruntunglah kita yang hidup di jaman modern. Mau belajar sesuatu yang baru gak susah, tinggal berselancar di dunia maya dan banyak sekali orang-orang ahli yang berbagi ilmu baik melalu video youtube atau blog.
Dari hasil berselancar ini saya pun mendapatkan banyak tips.
1. Uap dari makanan sifatnya tidak seperti asap rokok (atau asap kebakaran). Asap rokok itu berwarna cenderung hitam, sedangkan uap makanan berwarna cenderung putih. Jadi jika ingin mendapatkan hasil foto uap makanan, sebaiknya pilih background yang agak gelap dan sederhana sehingga uap terlihat lebih jelas.
2. Lighting is key. Pencahayaan, arah datang cahaya serta dimana kita menaruh moncong kamera adalah hal yang paling penting.
Links to tutorial:
- Kalau googling "Photography Steam" video ini hasil yang muncul paling atas.
LearnMyShot punya banyak video tutorial lainnya buat kita belajar cara ambil foto yang hits banget.
- artikel yang ini saya dapet boleh ngubek2 google sampai halaman belakang. Tutorial nya rumahan, jadi walaupun kamu tidak punya tiga lampu sorot seperti LearnMyShot kamu tetap bisa mengambil foto yang diinginkan. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, lightning is key, and natural light works best.
Percobaan saya:
Untuk emak-emak bekerja, yang pergi sebelum sinar matahari memberikan sinar terbaiknya dan pulang sesudah remang-remang bulan muncul, mengejar natural light tentunya menjadi opsi yang hanya bisa dilakukan saat weekend. Akhirnya saya pun bermodal:
- kain flanel hitam, berfungsi sebagai background
- lampu meja duduk, biar bisa mengatur datangnya cahaya
- meja kecil, alat bantu untuk menyangga dan menaruh properti
Setelah semua perbekalan ini, jangan berharap saya bisa tiba-tiba langsung jepret uap di jepretan pertama. Saya pun sempat kecewa, perasaan eh perasaan semua properti sudah lengkap kenapa masih belum kelihatan juga. Setelah re-posisi semua properti akhirnya dapet juga foto yang agak pas.
Ini dia hasil jepretan-jepretannya.
![]() |
| FOTO YANG GAGAL |
![]() |
| FOTO CUKUP SUKSES |
Label:
Foto-foto
October 05, 2014
Decoupage 101 : DIY Celengan
Ceritanya saya mau ngajarin my baby menabung (aduh,, ambisius banget ya, bayi umur 1 tahun sudah diajari menabung). Well,, sebetulnya asal muasalnya lagi adalah, waktu saya dan keluarga sedang jalan-jalan naik mobil, my baby ini sangat tertarik dengan recehan yang tentu saja berserakkan di mobil. Kemudian, tak sengaja dia menemukan celah sempit somewhere in the car, dia pun asyik memasukkan recehan-recehan nya ke celah tersebut. (alhasil saya dan hubby yang puyeng gimana cara mancing itu seribu-an keluar dari celah tersebut). Pikir-pikir, kayanya dia lagi seneng masukkin benda ke wadah, alias recehan ke celah sempit. Kebetulan pula, nemu kaleng bekas di rumah, akhirnya saya pun punya ide untuk bikin piggy bank (atau lebih tepatnya celengan tapi tidak berbentuk babi).
Bahan yang dibutuhkan:
- Kaleng bekas
- Cat akrilik
- Lem decoupage
- Kuas
- Sikat Gigi
- Palu
- Paku
- Paper napkin (untuk doimisili Jakarta, saya baru saja menemukan penjual decoupage napkin, paper dan alat2 decoupage lainnya yang based di Jakarta, harga bersaing dannn pengiriman gak pake lama. Silahkan langsung cek ke sini ya)
- Perfect Pens - Ranger (optional)
- Embossing dust (optional)


Caranya:
1. Pertama-tama karena namanya kita akan buat celengan, tentukanlah dimana bukaan celengan berada. Tandai, kemudian gunakan paku dan palu untuk membuat lubang.
2. Setelah beberapa kali mencoba buat decoupage, saya pun menyadari bahwa bahan-bahan seperti kaleng, gelas atau wadah2 dengan permukaan halus ini jika di cat menggunakan cat akrilik akan cenderung ngletek, alias cat nya gak mau nempel. Jadi sebaiknya permukaan dilapisi dulu dengan base coat atau cat primer (biasanya berupa spray). Tetapi berhubung saya ini orang yang seadanya, maka saya pun menggunakan lem decoupage sebagai gantinya. Karena menggunakan lem decoupage, hasilnya jadi sedikit agak bertekstur.
2. Setelah lem kering, kaleng pun siap dicat menggunakan warna favorit.
3. Tahap berikutnya adalah menempelkan decoupage napkin ke kaleng. Decoupage napkin memiliki bahan yang lebih tipis daripada decoupage paper, selain itu terdiri dari 3 layer (3 ply napkin). Setelah pola yang diinginkan digunting, pastikan 2 lapisan napkin di bawah dilepaskan, karena kita hanya akan menempel 1 layer saja, yaitu bagian napkin yang bercetak motif.
4. Hati-hati ketika menggunakan napkin, karena lebih tipis maka lebih mudah robek. Aplikasikan lem pada bagian kaleng yang ingin ditutupi decoupage, kemudian tempel kertas napkin sedikit demi sedikit untuk memastikan tidak ada kerut dan gelembung udara yang terperangkap.
5. Apabila ada bagian yang belum ter-tempel, tunggu lem kering sebelum menambahkan lapisan lem lagi.
6. Untuk menambah sedikit aksen, saya pun menempelkan tulisan "-My Baby's Name- Bank". Pilih kertas printer tipis, tambahkan tulisan/gambar yang Anda inginkan menggunakan Perfect Medium Pen dari Ranger. Taburkan embossing powder diatasnya, rapihkan dan panaskan dengan emboss gun. Voila! you got a cool text to add . Gunting dan tempelkan pada kaleng.
7. Untuk menambah tekstur, Anda pun dapat menggunakan sikat gigi untuk memercikkan cat pada permukaan kaleng
8. Setelah semua tertempel dengan baik dan benar, berikan lapisan Varnish ke seluruh permukaan kaleng.
9. There you go!
Selamat mencoba!
Bahan yang dibutuhkan:
- Kaleng bekas
- Cat akrilik
- Lem decoupage
- Kuas
- Sikat Gigi
- Palu
- Paku
- Paper napkin (untuk doimisili Jakarta, saya baru saja menemukan penjual decoupage napkin, paper dan alat2 decoupage lainnya yang based di Jakarta, harga bersaing dannn pengiriman gak pake lama. Silahkan langsung cek ke sini ya)
- Perfect Pens - Ranger (optional)
- Embossing dust (optional)


Caranya:
1. Pertama-tama karena namanya kita akan buat celengan, tentukanlah dimana bukaan celengan berada. Tandai, kemudian gunakan paku dan palu untuk membuat lubang.
2. Setelah beberapa kali mencoba buat decoupage, saya pun menyadari bahwa bahan-bahan seperti kaleng, gelas atau wadah2 dengan permukaan halus ini jika di cat menggunakan cat akrilik akan cenderung ngletek, alias cat nya gak mau nempel. Jadi sebaiknya permukaan dilapisi dulu dengan base coat atau cat primer (biasanya berupa spray). Tetapi berhubung saya ini orang yang seadanya, maka saya pun menggunakan lem decoupage sebagai gantinya. Karena menggunakan lem decoupage, hasilnya jadi sedikit agak bertekstur.
![]() |
| Kaleng dilapisi Decoupage Glue |
3. Tahap berikutnya adalah menempelkan decoupage napkin ke kaleng. Decoupage napkin memiliki bahan yang lebih tipis daripada decoupage paper, selain itu terdiri dari 3 layer (3 ply napkin). Setelah pola yang diinginkan digunting, pastikan 2 lapisan napkin di bawah dilepaskan, karena kita hanya akan menempel 1 layer saja, yaitu bagian napkin yang bercetak motif.
4. Hati-hati ketika menggunakan napkin, karena lebih tipis maka lebih mudah robek. Aplikasikan lem pada bagian kaleng yang ingin ditutupi decoupage, kemudian tempel kertas napkin sedikit demi sedikit untuk memastikan tidak ada kerut dan gelembung udara yang terperangkap.
5. Apabila ada bagian yang belum ter-tempel, tunggu lem kering sebelum menambahkan lapisan lem lagi.
6. Untuk menambah sedikit aksen, saya pun menempelkan tulisan "-My Baby's Name- Bank". Pilih kertas printer tipis, tambahkan tulisan/gambar yang Anda inginkan menggunakan Perfect Medium Pen dari Ranger. Taburkan embossing powder diatasnya, rapihkan dan panaskan dengan emboss gun. Voila! you got a cool text to add . Gunting dan tempelkan pada kaleng.
7. Untuk menambah tekstur, Anda pun dapat menggunakan sikat gigi untuk memercikkan cat pada permukaan kaleng
8. Setelah semua tertempel dengan baik dan benar, berikan lapisan Varnish ke seluruh permukaan kaleng.
9. There you go!
Selamat mencoba!
powered by GiftBox4U by Mayang
Label:
Crafting,
Decoration,
DIY,
Serba Serbi
Watercolor 101 : Basic Watercoloring by Sibebo
Semenjak follow akun instagram WorkshopKittyKitz, saya jadi keranjingan belajar segala macam ilmu kerajinan tangan. Nah kali ini, saya pun coba-coba ikut kelas dasar mewarnai menggunakan cat air.


price : IDR 250,000 sudah termasuk alat-alat dasar untuk melukis (palet, kuas, beberapa lembar kertas khusus melukis cat air, and a multipurpose canvas bag to wrap it all)
when : workshop ini biasa dilakukan tiap bulan oleh WorkshopKittyKitz, untuk jadwal nya bisa langsung ke link berikut
The teacher : Pengajar nya adalah Nella Mareti (Sibebo). Mbak lulusan ITB mengajarkan basic watercoloring dengan jelas dan sangat asik sekali. Kebetulan kelas yang dibukanya adalah kelas kecil (sekitar 5-6 orang), jadi dalam waktu yang sangat singkat semua murid are well handled.
The modul : ada kelas menggambar bunga, dan ada kelas menggambar buah.
Apa yang dipelajari?
Terus terang niyya,, sejak dari SD dulu, saya bukan ahli gambar, saya pun bukan ahli mewarnai. Setiap disuruh menggambar saya biasanya hanya menggambar dua buah gunung, dengan matahari di tengng : Gambarnya bagus kok, karena setiap orang punya sah dan hamparan sawah. Tok. Til. Pemilihan warna saya pun sama sekali gak bagus. Saya sangat terpaku hanya pada satu warna coklat untuk menggambar batang pohon, dan warna hijau tua untuk menggambar dedaunan, langit haruslah biru muda dan matahari kuning terang. Bayangkan dengan hasil mewarnai teman saya yang langitnya campuran warna biru muda dan tua, matahari yang kuning keemasan dan ke-oranye2an. Serta gambar pohon yang tak lupa dilengkapi dengan bayangan2nya. Nah belajar dengan Mbak Nella ini sebetulnya seperti belajar to free your mind. Beberapa kali dia bilang "gambarnya bagus kok", karena semua ada style nya masing2. Jadi tidak ada ukuran yang eksak untuk mewarnai dan menggambar yang bagus. Sekarang kita masuk ke inti pelajarannya ya:
- Sebelum belajar mewarnai, pelajaran pertama adalah menyesuaikan diri dengan kuas yang dimiliki. Untuk beginner, kami diberikan kuas round tip ukuran 8. Kenapa round tip? karena round tip ini lebih versatile untuk beginner. Kalau kita mau membuat garis tipis cukup posisikan brush tegak lurus, kemudian jika ingin mewarnai bidang yang lebih luas bisa diposisikan lebih miring. Jadi selayaknya pelajaran menyesuaikan, kita pun diminta mewarnai satu bidang kertas. Kemudian membuat garis-garis dengan berbagai macam posisi kuas.
- Setelah itu kita pun masuk ke teknik mewarnai. Pertama-tama kami diminta membuat gradasi warna. Jadi setelah membuat goresan dengan cat air, kuasnya dicuci bersih kemudian mewarnai pun dilanjutkan dengan cat air yang tersisa di kertas. Hasilnya pun jadi ombre sekali.
- Setelah itu kita belajar mewarnai wet on wet. Teknik ini adalah mencampur dua warna sebelum cat air sebelumnya kering. Sehinga hasilnya pun lebih blending. Tidak sengaja kami juga belajar wet on dry. Kalau dengan teknik wet on dry hasil warna yang dihasilkan lebih blocking.


Tips & Trik dari Mbak Nella
- Sifat dari watercolor itu memang memberikan efek warna yang transparan. Jadi jika ingin mewarnai agak lebih tebal, setelah sapuan layer pertama, tunggu kering, kemudian sapukan lagi layer cat kedua agar warna lebih tebal.
- Jika memberikan efek warna pastel, jangan campurkan warna putih dengan cat lain yang diinginkan, karena instead of memberikan efek warna lebih muda malah akan menjadi lebih butek. Untuk warna lebih muda, tambahkan air sehingga cat menjadi lebih encer.
- Jika ingin memberikan efek splatter, cukup celupkan kuas pada cat warna pilihan. Kemudian jentikkan kuas dengan jari.
- Tidak ada takaran khusus untuk mengencerkan cat air. Akan tetapi setidaknya encerkan cat sehingga tidak terasa kesat lagi.
- Sifat cat air akan mengalir dan meresap dimana ada air. Salah satu teknik lagi yang kita pelajari adalah, menggambar dengan kuas yang dibasahi oleh air bersih. Kemudian untuk mewarnainya kita cukup memberikan tetesan-tetesan cat air, dan me-miring2-kan kertas sehingga seluruh area tertutupi. Anehnya ya, si cat air ini tidak keluar dari area kertas yang sudah kita basahi, dan hasilnya pun memberikan efek gradasi yang unik.
Since it's practice makes perfect, saya pun meluangkan sedikit waktu setiap minggu untuk menguasai watercolor.
Jadi,, jreng,,jreng,, inilah hasilnya, kombinasi antara watercolor dan calligraphy (nanti kapan2 saya share juga Calligraphy 101 nya)
Label:
Crafting,
DIY,
Serba Serbi
September 14, 2014
Decoupage 101: Apa dan Bagaimana
Kalau saya lihat instagram, akhir2 ini kayanya happening banget teknik "decoupage" di art and crafts section. Tetapi memang tampaknya teknik decoupage ini segala bisa, alias barang bekas atau sesuatu yang simpel bisa disulap jadi apa aja, ala shabby chic hayuk, ala vintage bisa, retro mode on oke. Saya pun kabita kepengen nyoba. Browsing2 youtube tampaknya mudah sekali buatnya, dengan efek yang dihasilkan pun sangat WOW. Ketika coba, memang mudah, bahannya gak banyak, dan hasilnya sesuai ekspektasi.
Apa Decoupage
Buat yang belum familiar, kita mulai dari yang paling dasar dulu ya. Apa itu decoupage? Decoupage ini sebetulnya adalah seni dekorasi dengan cara menempel potongan-potongan kertas pada permukaan sebuah benda, kemudian dicat untuk memberikan efek yang diinginkan. Kemudian tidak lupa di-varnish agar potongan kertas seolah-olah benar2 menyatu dengan objek tersebut. Kegiatan varnish ini dapat dilakukan berlapis-lapis sehingga mendapatkan efek menyatu.
Buat yang belum familiar, kita mulai dari yang paling dasar dulu ya. Apa itu decoupage? Decoupage ini sebetulnya adalah seni dekorasi dengan cara menempel potongan-potongan kertas pada permukaan sebuah benda, kemudian dicat untuk memberikan efek yang diinginkan. Kemudian tidak lupa di-varnish agar potongan kertas seolah-olah benar2 menyatu dengan objek tersebut. Kegiatan varnish ini dapat dilakukan berlapis-lapis sehingga mendapatkan efek menyatu.
Bagaimana Decoupage
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melakukan decoupage adalah sebagai berikut:
- lem decoupage (yang terkenal sih merek mod podge, tapi sekarang ada versi lokalnya yang lebih bersahabat)
- cat akrilik
- decoupage paper (atau potongan kertas lain yang desainnya kamu sukai, potongan kertas dari majalah misalnya. Keep in mind, semakin tebal kertas, semakin banyak varnish yg harus digunakan agar gambar terlihat menyatu pada objek)
- Cat Varnish (glossy atau doff sesuai selera)
- Cat Primer (Opsional)
- Paint Brush (ini tergantung selera juga bisa dipilih apakah mau menggunajan roller brush, foam brush, atau kuas lukis biasa. Pilihlah alat yang akan memberikan coverage paling baik untuk setiap medium)
- Objek utama (tidak ada batasan barang apa yang dapat di-decoupage, tetapi untuk pemula sebaiknya memilih barang yang tidak banyak lekuk dan rigid dulu seperti kotak tissue, nampan, casing HP, dll. Kalau sudah ahli bisa merambah furniture, sepatu, dan barang-barang lain yang ingin di uplift.
- shrink wrap (opsional, fungsinya untuk meluruskan dan menghilangkan gelembung yang mungkin terperangkap saat kita menempel kertas pada objek. Shrink wrap memastikan tempelan, menempel sesuai dengan lekukan objek.
Cara melakukan decoupage sangat mudah.
Pertama lapisi objek dengan cat primer, kemudian lapisi dengan cat akrilik warna kesukaan mu. Biarkan hingga kering.
Kedua, mulai menempel decoupage paper satu persatu dengan menggunakan lem decoupage. Gosokkan shrink wrap di atas kertas yang telah ditmpel untuk memastikan kertas tertempel dengan rata dan baik
Ketiga, pelan-pelan, oleskan kembali lem decoupage di atas permukaan kertas. Hati2 kertasnya jangan sampai menempel pada kuas dan robek. Biarkan hingga kering
Keempat, beri lapisan varnish. Tunggu hingga kering. Berikan lagi beberapa layer lapisan varnish, sehingga memberikan efek yang diinginkan.
Selesai!
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melakukan decoupage adalah sebagai berikut:
- lem decoupage (yang terkenal sih merek mod podge, tapi sekarang ada versi lokalnya yang lebih bersahabat)
- cat akrilik
- decoupage paper (atau potongan kertas lain yang desainnya kamu sukai, potongan kertas dari majalah misalnya. Keep in mind, semakin tebal kertas, semakin banyak varnish yg harus digunakan agar gambar terlihat menyatu pada objek)
- Cat Varnish (glossy atau doff sesuai selera)
- Cat Primer (Opsional)
- Paint Brush (ini tergantung selera juga bisa dipilih apakah mau menggunajan roller brush, foam brush, atau kuas lukis biasa. Pilihlah alat yang akan memberikan coverage paling baik untuk setiap medium)
- Objek utama (tidak ada batasan barang apa yang dapat di-decoupage, tetapi untuk pemula sebaiknya memilih barang yang tidak banyak lekuk dan rigid dulu seperti kotak tissue, nampan, casing HP, dll. Kalau sudah ahli bisa merambah furniture, sepatu, dan barang-barang lain yang ingin di uplift.
- shrink wrap (opsional, fungsinya untuk meluruskan dan menghilangkan gelembung yang mungkin terperangkap saat kita menempel kertas pada objek. Shrink wrap memastikan tempelan, menempel sesuai dengan lekukan objek.
Cara melakukan decoupage sangat mudah.
Pertama lapisi objek dengan cat primer, kemudian lapisi dengan cat akrilik warna kesukaan mu. Biarkan hingga kering.
Kedua, mulai menempel decoupage paper satu persatu dengan menggunakan lem decoupage. Gosokkan shrink wrap di atas kertas yang telah ditmpel untuk memastikan kertas tertempel dengan rata dan baik
Ketiga, pelan-pelan, oleskan kembali lem decoupage di atas permukaan kertas. Hati2 kertasnya jangan sampai menempel pada kuas dan robek. Biarkan hingga kering
Keempat, beri lapisan varnish. Tunggu hingga kering. Berikan lagi beberapa layer lapisan varnish, sehingga memberikan efek yang diinginkan.
Selesai!
Dimana??
Bahan Decoupage
Nah,, sekarang ini banyak toko online yang menjual acid-free decoupage paper, serta acrylic paint dengan warna yang sangat shabby chic. Semuanya produksi lokal oleh Kay&MeStories. Untuk yang domisili Bandung bisa memesan melalui BagusBagusWrapping. Toko online yang berbasis di Bandung ini memiliki koleksi lengkap dari Kay&Me. Tidak hanya kertas dan catnya, tersedia pula bahan2 kayu (seperti rak, box, mini cabinet, atau jam) untuk digunakan sebagai objek yang akan diberikan decoupage.
Tutorial Class
Terus terang saya belum pernah mengikuti tutorial class decoupage. Pernah beberapa kali ingin mengikuti kelas dari Stephanie La Maison saat dia membuka kelas di Jakarta, tetapi waktunya gak pernah pas. Akhirnya saya pun harus cukup puas dengan belajar via youtube. Banyak sekali channel youtube yang menawarkan inspirasi decoupage, salah satunya adalah Patti Elhoff (saya sampai subscribe loh). Tema yang diangkat Patti adalah upcycle melalui decoupage. Jadi buat teman2 yang merasa banyak barang rongsokkan gak terpakai di rumah, coba yuk kita upcycle dengan decoupage.
Bahan Decoupage
Nah,, sekarang ini banyak toko online yang menjual acid-free decoupage paper, serta acrylic paint dengan warna yang sangat shabby chic. Semuanya produksi lokal oleh Kay&MeStories. Untuk yang domisili Bandung bisa memesan melalui BagusBagusWrapping. Toko online yang berbasis di Bandung ini memiliki koleksi lengkap dari Kay&Me. Tidak hanya kertas dan catnya, tersedia pula bahan2 kayu (seperti rak, box, mini cabinet, atau jam) untuk digunakan sebagai objek yang akan diberikan decoupage.
Tutorial Class
Terus terang saya belum pernah mengikuti tutorial class decoupage. Pernah beberapa kali ingin mengikuti kelas dari Stephanie La Maison saat dia membuka kelas di Jakarta, tetapi waktunya gak pernah pas. Akhirnya saya pun harus cukup puas dengan belajar via youtube. Banyak sekali channel youtube yang menawarkan inspirasi decoupage, salah satunya adalah Patti Elhoff (saya sampai subscribe loh). Tema yang diangkat Patti adalah upcycle melalui decoupage. Jadi buat teman2 yang merasa banyak barang rongsokkan gak terpakai di rumah, coba yuk kita upcycle dengan decoupage.
Eksperimen Saya
Ini pertama kalinya saya coba sesuatu dengan decoupage.
Kebetulan pas ada wajan yang nyaris dibuang, pas liat tutorial terbaru dari patti, dan passss banget BagusBagusWrapping re-stock kertas decoupage nya.
Jadilah saya coba2 buat shabby chic frying pan buat mempermanis dapur.
Yang saya buat ini versi sederhana (maklum namanya juga baru coba), tanpa efek antik dan bahan seadanya. Tapi lumayan juga hasilnya. Besok mau coba lagi bikin yang lain! :)
Ini pertama kalinya saya coba sesuatu dengan decoupage.
Kebetulan pas ada wajan yang nyaris dibuang, pas liat tutorial terbaru dari patti, dan passss banget BagusBagusWrapping re-stock kertas decoupage nya.
Jadilah saya coba2 buat shabby chic frying pan buat mempermanis dapur.
Yang saya buat ini versi sederhana (maklum namanya juga baru coba), tanpa efek antik dan bahan seadanya. Tapi lumayan juga hasilnya. Besok mau coba lagi bikin yang lain! :)
Note. Kertas decoupage yang digunakan patti agak berbeda dengan yang dijual di Indo. Versi impor ini bahannya lebih tipis, mirip seperti napkin. Nah! Buat tambahan ide, kalau kamu ketemu napkin dengan motif lucu, bisa loh dijadikan decoupage. Selamat mencoba!
powered by GiftBox4U by Mayang
powered by GiftBox4U by Mayang
Label:
Crafting,
Decoration,
DIY,
Serba Serbi
August 19, 2014
Tutorial : Creating Glitter Effects in Photoshop (Freebie Alert!)
Okay, for most of the time, I have been using photoshop to edit pictures, color correction, saturation & sephia effect, or photo collages. I have never once try to design something from it. And so, since I'm into this thing called digital scrapbooking (I never thought it could be this addicting), I hop into one forum to another, and I found this one tutorial in PixelScrapper on how to create the glitter effects in photoshop.
For those of you who have been fooling around with photoshop, you'll find the tutorial easy to follow, it's all about getting the right texture, the correct level of opacity and how you blend each layers. There's definitely no right and wrong in doing this, because it is just a mix and match into your taste. In order to create the glitter papers all you need is 7 layers in your workbook. Here's the list from bottom to top layer.
Layer 1. is the color of your choice
Layer 2. is a layer filled with "Towel" pattern (to give the first texture to your glitter), and use the "Overlay" blending mode
Layer 3. is a copy of Layer 2 with blending mode set to "Soft Light"
Layer 4. is a layer filled with soft gray color (experiment with the gray shades!)
Layer 5. is a copy of layer 2 set to "Overlay" blending mode
Layer 6. is another layer with the color of your choice, set the opacity to 30%
Layer 7. is a layer filled with "Web" pattern set to "Overlay"
Tadah! You got what you want.
For more detail tutorials you can visit the PixelScrapper Forum, and see how the discussion evolves. There're more tutorials from the community to take your glitter papers to the next level.
Last but not least, I have a glitter papers freebie. The glitter papers coordinate with a new bundle kit from Marisa Lerin, which is called Slovenia. I have never been to Slovenia (let alone setting my foot in Europe), but I have once visit Shrek's house & castle at Far Far Away Land (Universal Studio), and guess what, the kit works just perfect to capture it. It's a great kit to capture any fairytale or renaissance theme you got. But, what I've learned so far is, you don't have to get caught up in the kit's theme that you limited the usage of it. Sometimes the wrong kit works super well for the wrong picture (This is not a lie! I've tried it!). Okay, you must be getting tired already. Here's a layout inspiration using the Marisa Lerin's Slovenia bundle kit.
For those of you who have been fooling around with photoshop, you'll find the tutorial easy to follow, it's all about getting the right texture, the correct level of opacity and how you blend each layers. There's definitely no right and wrong in doing this, because it is just a mix and match into your taste. In order to create the glitter papers all you need is 7 layers in your workbook. Here's the list from bottom to top layer.
Layer 1. is the color of your choice
Layer 2. is a layer filled with "Towel" pattern (to give the first texture to your glitter), and use the "Overlay" blending mode
Layer 3. is a copy of Layer 2 with blending mode set to "Soft Light"
Layer 4. is a layer filled with soft gray color (experiment with the gray shades!)
Layer 5. is a copy of layer 2 set to "Overlay" blending mode
Layer 6. is another layer with the color of your choice, set the opacity to 30%
Layer 7. is a layer filled with "Web" pattern set to "Overlay"
Tadah! You got what you want.
For more detail tutorials you can visit the PixelScrapper Forum, and see how the discussion evolves. There're more tutorials from the community to take your glitter papers to the next level.
Last but not least, I have a glitter papers freebie. The glitter papers coordinate with a new bundle kit from Marisa Lerin, which is called Slovenia. I have never been to Slovenia (let alone setting my foot in Europe), but I have once visit Shrek's house & castle at Far Far Away Land (Universal Studio), and guess what, the kit works just perfect to capture it. It's a great kit to capture any fairytale or renaissance theme you got. But, what I've learned so far is, you don't have to get caught up in the kit's theme that you limited the usage of it. Sometimes the wrong kit works super well for the wrong picture (This is not a lie! I've tried it!). Okay, you must be getting tired already. Here's a layout inspiration using the Marisa Lerin's Slovenia bundle kit.
And obviously, the freebie you've been waiting for!
(Click image to download)
Label:
Digiscrap,
DIY,
Freebies,
PixelScrapper,
Serba Serbi
August 10, 2014
Space Exploring? Visit an Observatory
Though I love math, science such as physics and astronomy were never my strength subjects when I was in school. I always fail to understand the equation of gravity or any theory about heat, layers of the sky, or even type of clouds. But visiting a science museum never fails to amaze me.
I've created a desktop calendar for August Desktop Calendar using the kit, and mix with a template layout from Marisa Lerin. Obviously featuring my picts from the Griffith Observatory.
You can grab the quick page following below link (clik on image). I have created 3 quick page to better suit your monitor size.
In Indonesia, we have a Planetarium right at the heart of Jakarta. And the famous Boscha Observatory in Bandung is sometimes open for public. Although I never really got a chance to visit the observatory (seems like everytime I went to Bandung, the observatory is always close). But the one observatory that will always be in my heart will be the Griffith Observatory Museum, LA, USA. I went there about 15+ years ago when I was just an elementary student. And even back then, the museum was filled with interactive experiments about the outerspace. Right at the front lawn, there's a statue of famous scientists such as Newton etc, and when you step a foot inside, you were greeted by a giant pendulum. And Griffith is the place where I first saw a solar telescope. It was gigantic!
Last July, one of PixelScrapper designer, Sheila Reid, release a Space Explorer bundle. And at first glance, the kit reminds me of the visit to Griffith Observatory Museum. I wish,, I really wish, that Indonesia has such a museum like it. It doesn't have to be as grand, well maintained is the least we expect.
Nonetheless, here's a sneack preview the bundle kit.
I've created a desktop calendar for August Desktop Calendar using the kit, and mix with a template layout from Marisa Lerin. Obviously featuring my picts from the Griffith Observatory.
You can grab the quick page following below link (clik on image). I have created 3 quick page to better suit your monitor size.
Label:
14in14Project,
Digiscrap,
PixelScrapper
Subscribe to:
Posts (Atom)




























