December 07, 2014

Decoupage 101 : Mengkombinasikan Decoupage dengan Photo Transfer

27 Comments
Setelah beberapa kali membuat hasil karya decoupage, kayanya kurang seru kalau hanya tempel lagi tempel lagi.
Beberapa waktu yang lalu saya sempat menemukan satu channel youtube yang isinya tutorial untuk mentransfer foto ke permukaan kayu. Teknik ini bisa dilakukan pula untuk permukaan kanvas dan lain-lainnya. Jadi instead of mencetak foto tersebut di permukaan yang diinginkan, sebaliknya kita cukup hanya memindahkan foto yang sudah kita cetak di kertas ke permukaan yang kita inginkan. Sebelum membaca lebih lanjut, *spoiler alert* kira-kira begini lah hasil jadi dari tutorial crafting kali ini. 
Hasil Akhir

Hasil akhir lebih detail
Bagaimana,, cukup tergiur?? Pada tutorial hari ini, saya akan membagi semua langkah-langkah dari A - Z sehingga mencapai hasil akhir yang diinginkan. Mulai dari :
1. Memperisapkan Foto yang akan digunakan (print)
2. Melakukan Foto Transfer
3. Teknik painting yang saya lakukan
4. Proses decoupaging

Mari kita mulai dengan bahan-bahan terlebih dahulu.
Bahan untuk foto transfer :
- File soft copy foto yang ingin dicetak
- Aplikasi computer : Photoshop
- Laser jet printer (jika tidak ada bisa ke tukang cetak/print terdekat seperti snappy, revo, dll. pastikan anda meminta foto dicetak menggunakan printer laser bukan tinta)
- kertas hvs putih
- heavy matte gel medium (banyak video tutorial yang menyarankan untuk menggunakan mod podge khusus photo transfering. Tetapi ada juga beberapa video yang menggunakan gel medium. Berhubung mod podge sangat langka, akhirnya saya pakai gel medium yang cukup banyak ditemukan di toko buku bagian cat&lukis)
- spons
- air

Bahan untuk decoupage:
- Talenan (hari ini permukaan kayu yang saya gunakan adalah talenan, but please feel free to explore)
- Cat akrilik (kali ini saya menggunakan warna chamomile, periwinkle ice, spring stream, -pink candlelight, persian green, star gold)
- lem decoupage
- Cat varnish
- kertas decoupage / servietten
- kuas
- gunting
- spons 
- Stencil

Bahan-bahan yang digunakan

Persiapan Foto
  1. Buka file yang ingin kamu edit di aplikasi Photoshop. Note : Sebetulnya edit ini dilakukan jika kamu ingin mengubah tone foto menjadi black&white atau sepia, serta mem-flip foto sehingga memiliki angle yang diinginkan. Perlu diketahui teknik foto transfer yang akan digunakan, mengakibatkan efek mirroring pada hasil akhir. Singkat nya adalah, benda yang sebelumnya pada saat dicetak berada di kanan, setelah ditransfer akan berada di kiri. Jika kamu sudah cukup bahagia dengan file soft copy foto yang dimiliki, bisa langsung print fotonya dan lanjut ke bagian tutorial berikutnya.
  2. Untuk memberikan efek B&W : Klik Image > Mode > Grayscale. Atau bisa juga dengan cara klik Image > Adjustment > Desaturate
  3. Untuk memberikan efek sepia : klik Image > Mode > Grayscale. Kemudian klik Image > Mode > RGB Color. Tambahkan filter foto dengan cara klik Image > Adjustments > Photo Filter. Ketika dialog box photo filter muncul silahkan pilih menu filter : Sepia. Ubah "set density" sehingga memberikan efek Sepia yang diinginkan. Jangan lupa tick box "Preserve Luminosity". Setelah semua terasa pas, klik "OK"
  4. Cara mem-flip foto : tekan ctrl+T pada keyboard, pada bagian atas aplikasi akan muncul beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk mentransform bentuk foto. Berikan tanda minus (-) pada box yang mengatur persentase lebar (W)
  5. Save dan foto siap dicetak. 
  6. Ingat! Cetak menggunakan printer laser, agar foto tidak luntur ketika ditransfer
Mentransfer Foto
  1. Letakkan foto di atas permukaan yang akan digunakan
  2. Tandai lebar dan luas foto pada permukaan dengan pensil
  3. Sisihkan foto, Oleskan gel medium pada permukaan yang sudah ditandai sebelumnya.
  4. Perlahan-lahan dan dengan hati-hati, tempelkan foto di atas gel medium dengan bagian yang bergambar menghadap ke bawah (bagian yang dapat kamu lihat adalah bagian kertas yang putih/kosong)
  5. Ratakan kertas, pastikan tidak ada gelembung udara yang terperangkap
  6. Tunggu hinggal gel medium kering
  7. Setelah kering, ambil segelas air dan basahkan spons
  8. Gunakan spons basah untuk meneteskan air pada kertas, lakukan berkali-kali hingga seluruh permukaan kertas basah
  9. Kemudian perlahan-lahan gosok-gosok kertas dengan lembut menggunakan jari
  10. Bagian kertas yang basah tersebut perlahan-lahan akan terkelupas, menyisakan foto yang telah tertempel ke permukaan kayu.
  11. Lakukan dengan perlahan-lahan, agar foto tidak ikut terkelupas semuanya.
  12. Setelah semua kertas terkelupas, oleskan cat varnish pada foto yang telah tertempel di permukaan kayu

Proses membuat decoupage
  1. Cat seluruh permukaan talenan menggunakan warna dasar. Pada kali ini saya menggunakan warna Chamomile yang warnanya sangat beige menyerupai kayu.
  2. Kemudian setelah cat dasar kering. Saya pun menggunakan tiga warna cat (spring green, pink candlelight, periwinkle ice) dan spons untuk pengaplikasiannya. Untuk memberikan kesan cloudy.
  3. Pertama-tama, tuangkan cat secukupnya pada palet.
  4. Kemudian celupkan sedikit ujung spons pada masing-masing warna. Pada tahap ini akan terlihat pada spons 3 warna yang berbeda tetapi sinkron.
  5. Petel (atau bahasa inggris nya Dab) sponsnya di atas permukan kayu. Jangan disapukan ya. Dengan begini, masing-masing warna akan tetap terlihat stand out tidak bercampur membentuk warna baru.
  6. Tunggu hingga kering.
  7. Lakukan transfer foto, seperti langkah-langkah yang sudah saya jabarkan di atas.
  8. Sampai tahap ini talenan sudah hampir separuh jadi. Selanjutnya adalah memberikan efek wash. Jika dilihat pada foto talenan yang lebih detail, talenan berwarna sedikit kuning dan glittery tetapi samar-samar. Hal ini dapat dilakukan dengan menyapukan warna Star Gold namun dengan opacity yang rendah.
  9. Pertama-tama encerkan cat akrilik dengan air secukupnya.
  10. Ambil spons, celupkan pada campuran tersebut dan sapukan pada permukaan kayu.
  11. Tunggu hingga kering.
  12. Sekarang kita sudah bisa menempelkan kertas decoupage untuk mendekorasi.
  13. Potong bagian kertas decoupage yang diinginkan. Tempel menggunakan lem decoupage.
  14. Setelah kering lapisi lagi kertas yang sudah ditempelkan menggunakan lem decoupage.
  15. Gunakan template stencil untuk menambah dekorasi pada talenan (dalam hal ini saya menggunakan template stencil dari Bo Bunny dengan cat Persian Green)
  16. Tunggu hingga kering, lapisi talenan dengan cat varnish.
  17. Selesai!

NOTE:
- Ketika melakukan transfer foto, wajar jika bagian foto akan sedikit terkelupas. Oleh karena itu pastikan ketika mengeletek kertas lakukan dengan hati-hati sehingga yang terkelupas hanya sedikit. Personally efek terkelupas ini memberikan kesan vintage pada foto.
- Untuk menambahkan kesan girly, bisa ditambahkan pita dan baker's twine pada gagang talenan

Last but not least, selamat mencoba! And do feel free to explore. Terus terang proses decoupage kali ini saya banyak mencomot sana dan sini dari youtube dan google. 

powered by GiftBox4U by Mayang

October 28, 2014

DIY : Yuk Main Drum!

0 Comments
Pada umur tertentu ada saatnya anak kecil senang sekali bermain bunyi-bunyian dan menabuh. 
Apabila kita berkunjung ke toko mainan, banyak sekali ragam macam drum-druman mini ini. Ada yang bertema drum band, jadi lengkap dengan harmonika dan terompet nya. Ada pula yang bertema full set drum, biasanya untuk permainan anak yang lebih dewasa. Yang sudah mengerti cara menabuh drum dengan benar. Semuanya hampir pasti berharga 100ribu ++
Saya pernah belikan anak saya satu set, tetapi mengingat, anak kecil masih suka bereksperimen. Hampir pasti drum itu selain ditabuh pasti juga dibanting, pukulannya pun selain dipakai untuk memukul drum dipakai juga untuk memukul semua benda yang terlihat, bahkan bisa tiba2 berubah fungsi jadi sendok-sendokan. Walhasil, belum beberapa lama pun drum nya somplak. Sebel gak sih lihat mainan mahal tapi cepet rusak. Kalau kata gambar2 meme "Sakitnya tuh Disini" *sambil memegang dada*.
Akhirnya, daripada keluar duit lagi, dimanfaatkanlah barang seisi rumah untuk buat drum-druman. Prinsip dasar drum mainan anak adalah dipukul tidak sakit, berbunyi menarik.
Bahan dasarnya:
1. Kaleng (bekas susu, bekas kornet, bekas apa aja) / toples plastik (bekas sambel teri, bekas sambel kacang) / kemasan paperboard tube (bekas keripik Pring***)
2. Balon
3. Double tape
4. Lem
5. Gunting

Untuk bahan penghias:
1. Kertas crepe/kertas kraft/kertas tissue (tergantung di rumah adanya apa)
2. Cat akrilik / cat poster
3. Pita
4. Sticker dan bahan-bahan lain yang bisa digunakan untuk menghias

Cara buatnya:
1. Bersihkan wadah yang akan digunakan.
2. Berikan double tape pada ujung wadah yang terbuka
3. Gunting bagian atas balon (buang bagian balon yang menyempit)
4. Rentangkan balon sehingga menutupi bagian wadah yang terbuka

Sampai sini sebetulnya gendang sudah bisa dimainkan, karena sudah berfungsi sebagai alat yang berbunyi ketika ditabuh. Namun agar terlihat lebih rapih, sebaiknya dihias.

Cara menghiasnya:
1. Ukur luas bagian badan wadah yang akan ditutupi
2. Gunting kertas sesuai dengan ukuran bagian badan wadah yang akan dihias
3. Hias kertas sesuai dengan keinginan
4. Lapisi bagian badan wadah dengan double tape / lem
5. Tempelkan kertas sehingga melapisi wadah
6. Berikan pita pada bagian atas drum, untuk mempercantik sekaligus bisa dijadikan gantungan anak ketika bermain (seperti pemain drum band yang ditivi2 itu loh)

Selesai!
Drum atau gendang atau tetabuhan ini pun bisa langsung dimainkan.


Note. My Baby seneng banget sama balon yang digunakan untuk gendang ini. Dia memang paling gemes sama balon. Balon yang sudah ditiup pun senang dijajal sifat karetnya yang melar. Saya jadi takut sendiri, takut dia trauma dengan balon yang meletus di depan muka. Nah, dengan gendang ini, dia bisa eksplorasi sifat karet yang melar tanpa takut balon meletus apalagi karetnya kejepret ke muka.

October 26, 2014

Belajar : Foto Minuman Puanas

2 Comments
Disclaimer: Ini cuma coba-coba. Sharing hasil praktek dari hasil googling. Kalau gagal dapat foto yang sesuai, harap maklum, coba lagi. Karena sesungguhnya Practice Makes Perfect.

Selalu penasaran setiap lihat iklan kopi dimana kopinya difoto panas-panas dan uapnya pun terlihat eksotis. Sedangkan saya, tiap kali foto teh anget, cuma keliatan teh nya aja, kemana uapnya?!?!
Beruntunglah kita yang hidup di jaman modern. Mau belajar sesuatu yang baru gak susah, tinggal berselancar di dunia maya dan banyak sekali orang-orang ahli yang berbagi ilmu baik melalu video youtube atau blog.

Dari hasil berselancar ini saya pun mendapatkan banyak tips.
1. Uap dari makanan sifatnya tidak seperti asap rokok (atau asap kebakaran). Asap rokok itu berwarna cenderung hitam, sedangkan uap makanan berwarna cenderung putih. Jadi jika ingin mendapatkan hasil foto uap makanan, sebaiknya pilih background yang agak gelap dan sederhana sehingga uap terlihat lebih jelas.
2. Lighting is key. Pencahayaan, arah datang cahaya serta dimana kita menaruh moncong kamera adalah hal yang paling penting.


Links to tutorial:
- Kalau googling "Photography Steam" video ini hasil yang muncul paling atas.

LearnMyShot punya banyak video tutorial lainnya buat kita belajar cara ambil foto yang hits banget.
- artikel yang ini saya dapet boleh ngubek2 google sampai halaman belakang. Tutorial nya rumahan, jadi walaupun kamu tidak punya tiga lampu sorot seperti LearnMyShot kamu tetap bisa mengambil foto yang diinginkan. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, lightning is key, and natural light works best.

Percobaan saya:
Untuk emak-emak bekerja, yang pergi sebelum sinar matahari memberikan sinar terbaiknya dan pulang sesudah remang-remang bulan muncul, mengejar natural light tentunya menjadi opsi yang hanya bisa dilakukan saat weekend. Akhirnya saya pun bermodal:
- kain flanel hitam, berfungsi sebagai background
- lampu meja duduk, biar bisa mengatur datangnya cahaya
- meja kecil, alat bantu untuk menyangga dan menaruh properti
Setelah semua perbekalan ini, jangan berharap saya bisa tiba-tiba langsung jepret uap di jepretan pertama. Saya pun sempat kecewa, perasaan eh perasaan semua properti sudah lengkap kenapa masih belum kelihatan juga. Setelah re-posisi semua properti akhirnya dapet juga foto yang agak pas.
Ini dia hasil jepretan-jepretannya.

FOTO YANG GAGAL

FOTO CUKUP SUKSES

 

Fioritura Fiori Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template