September 29, 2008

Anak Gaoel Murai

2 Comments
Begini niy.. kalo masyarakat perkotaan yang cenderung individualis tau2 terketuk pintu hatinya, dan menyadari betapa hidup mereka sudah menjadi terlalu ansos. Udah 23 tahun gue menghuni perkomplekan murai yang isinya kurang lebih ada 50-an KK. Jaman2nya gue masih ingusan dulu, gue punya beberapa temen maen di komplek gue. Walaupun gak sampe ke blok tetangga, minimal tetangga sebelah2 rumah gue kenal lah. Tapi makin tua, berasa banget temen gue minimalis skali. Saking ansosnya gue berasa di komplek ini, yang generasi gue, ya cuma gue aja, paling2 nambah lima orang laennya yang entah siapa..
Sampe akhirnya ada anak komplek yang gue gak kenal2 banget sms gue, ngajakin halal bi halal anak2 muda sekomplek. Ceritanya gue tau tu anak pun cupu banget (I'll tell you about it some other time). Finally setelah mengumpulkan beberapa orang yang kita agak2 kenal, langsung mulai menyusun rencana. Karena keterbatasan data, akhirnya kita berniat melakukan sensus anak muda Murai secara door-to-door (udah kaya petugas KPU sensus aja..hohoho..). Sempet dikecilkan semangatnya sama Pak RT, yang haqul yaqin bahwa anak2 muda di daerah kami, ya cuma kami2 ini yang niat door-to-door. Tapi setelah minta bantuan sama Ketua Arisan Ibu2 Komplek, akhirnya kekumpul juga sedikit data tentang anak2 muda Murai. Tapi teuteup invitation dilakukan secara door-to-door, skalian kenalan pre-party lah..
Gak sia-sia perjuangan keliling-keliling komplek. Pas hari H bisa terkumpul 30an orang. Ternyata mereka semua punya pikiran yang sama: Dari lahir tinggal di Murai, tapi kok gak kenal tetangga ya?!?! Karena niat baik untuk bersosialisasi, semua langsung blend-in tanpa liat batasan umur, ras, dan hal-hal lainnya. It's definitely easier to make friends, when you focus more on similarities rather than differences. kenyit
p.s. sayangnya gak komplit, pas foto diambil udah terlalu malem, jadi sebagian udah pulang duluan. mau malem mingguan euy..hohoho..

September 22, 2008

Rasanya Ingin Memaki Takdir

If only that certain call came a few months ago, I wouldn't feel like I want to curse right now. A phone call yang akan membuat jantung berdebar-debar dan otak berkhayal akan kemungkinan2 yang mungkin saja terjadi. Damn!! Yang dulu dinanti2 ternyata datangnya hari ini. Ketika kacamata kuda sudah dipakai, hati telah ditata, dan semua telah ditetapkan demi melangkahkan kaki untuk suatu tujuan baru.
If only that certain call came a few months ago, I wouldn't think twice to say yes. Ini ibarat mantan pacar yang datang sambil membawa seikat bunga mawar, ketika lo baru saja mengatakan ijab kabul. Damn!! Kenapa harus datang sekarang?? It's better if you don't call at all, and I could live my life happily without ever looking back, and thinking about the what-ifs..
Though in the end, I was thinking no regrets, because everything has been considered, said, and done. Choices have been made, dan yakin bahwa yang telah dipilih merupakan yang terbaik buat gue. Tetep aja, rasanya masih ingin memaki takdir keras-keras. Kalo perlu menampar mukanya hingga memerah. That's for messing up with my heart..


p.s. Maaf buat yang bernama Takdir, bukan Anda yang saya maksud..sengihnampakgigi

September 21, 2008

Mamma Mia!!

5 Comments
Selalu menjadi fans yang cukup ngefans sama ABBA, apalagi lagu Dancing Queennya, merupakan lagu wajib buat goyang tiap karaokean. Begitu ngeliat trailer film Mamma Mia! yang diproduksi berdasarkan lagu2 hitsnya ABBA, gue pun segera meluangkan waktu buat nonton niy film. Sempet berniat ngejar gratisan di Blitz GI, tapi untungnya gue masih waras. Karena demi menonton Mamma Mia gratis di GI, gue harus berdandan ala ABBA. Ngebayangin gue pake baju blink2 penuh glitter, dengan baju ketat dan celana cutbrai..Oh no..I'm not that desperate..penat
Ditengah2 menonton pelem ini, gue baru sadar, kalo ternyata lirik2 lagunya ABBA itu indah skaliy. Selama ini gue cuma mikir lagu ABBA asik buat ajojing (aduh..keliatan jupenya euy..hehe..). Contohnya lagu Chiquitita yang menggambarkan sahabat2 yang akan selalu di sisi lo saat lo jatuh. Yang menarik, lirik lagunya sama sekali gak membawa jargon "I'll be there for you" seperti kebanyakan lagu2 pop lainnya. Atau lagu I Have A Dream yang beberapa tahun lalu sempet dipopulerin lagi sama weslip (westlife). Ada juga lagu jenaka yang menurut gue wajib jadi theme song nya para jomblowan dan jomblowati (yuk..teuteup..sengihnampakgigi): Take A Chance on Me.
It was really fun to watch this movie. Terlepas dari plot cerita yang kadang2 gak nyambung (gak perlu) karena terkesan dipaksain buat memasukkan lagu2 tertentu. Intinya kapan lagi bisa bernyanyi riang kalo perlu ikut berdansa mengikuti gerakan Meryl Streep dan kawan2 sambil menonton film yang tidak hanya membuat tertawa tetapi juga menitikkan air mata haru, hehehe..

Gue gak berniat menceritakan jalan ceritanya gimana. Cause i'm afraid it would be a spoiler. Tapi kalo lo tertarik silahkan melihat trailer berikut (video diambil dari youtube). Selamat menikmati!!kenyit

 

Fioritura Fiori Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template